Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Sakit


__ADS_3

Setelah Billy pergi Alina juga pergi.


Hari ini dia akan sangat sibuk, karena akan berbelanja untuk kebutuhan restoran nya.


Saat ini mereka semua sibuk.


Alina dengan restoran nya, Billy dengan game nya, dan untuk Axcel dia juga sedang sibuk dengan usaha nya sendiri yaitu tim IT, dan untuk Mikha dia lebih suka menganggar, karena itu saat ini ia sedang membangun studio sendiri karena ia sudah menjadi pelukis handal.


Saat ini mereka di bebaskan untuk memilih jalan nya sendiri, tapi tetep tanggung jawab perusahaan ada di tangan nya.


Usaha yang mereka bangun itu hanya sebuah bentuk kesuksesan yang mereka tidak bayang kan.


Mereka hanya iseng tapi pada akhirnya mereka menyukai nya, dan itu sangat berguna.


Setelah makan siang Alina mendapat kan telpon dari sang kakak.


Di mengingat kan kembali jika ia harus menjaga Billy dengan baik.


Dan harus mengajak nya untuk makan malam.


Alina tidak bisa menolak karena itu adalah permintaan pertama sang kakak setelah sekian lama.


Tapi Alina tidak tau harus pergi atau tidak.


Dia meminta pendapat dari teman teman nya karena kebetulan hari ini mereka sedang makan siang bersama.


''Bagaimana menurut kalian ?'' tanya Alina.


''Kenapa harus bingung tinggal pergi aja,'' jawab Berlian.


''Aku hanya bingung,'' jawab Alina.


''Kamu tidak menyukai nya kan?'' kepo Caca.


Caca sangat curiga dengan Alina, sejak mereka kenal Alina tidak pernah menunjukkan sikap ketertarikan pada lawan jenis.


Tapi kali ini berbeda.


Bahkan saat Gatot mengejar nya, Alina pura pura tidak peka.


Dan sekarang ia bersikap seolah olah ia sedang menghindari perasaan nya sendiri.


''Ya gak lah, ada yang menyukai nya tapi bukan aku, dia juga sahabat ku dari kecil,'' jelas Alina.


Mereka yang ada di sana pura pura mengerti, tapi di balik itu semua mereka memberikan kode jika mereka tidak percaya dengan Alina.


Karena sangat jelas jika Alina menyukai nya.


''Kamu pasti menyukai nya,'' ucap Delia.


''Aku,'' tunjuk Alina ada diri nya sendiri.


Tapi pada akhirnya ia tidak bisa menyelesaikan ucapan nya sendiri.


''Sudahlah, ayo makan keburu dingin,'' ajak Alina untuk mengalihkan pembicaraan.


Dan Delia baru ingat.


''Terus bagaimana Gatot?'' tanya Delia.


''Dia kenapa?'' tanya Alina heran.

__ADS_1


''Kamu tau kan dia menyukai mu,'' jelas Delia.


Alina hanya mengangkat bahu nya acuh.


''Tadi malam dia sangat khawatir karena kau tidak ada kabar,'' lanjut Delia memberitahu.


''Aku baik baik saja,'' jawab Alina apa adanya.


''Bahkan tadi malam dia menelpon ku berkali-kali tapi tidak ada jawaban dari mu,'' jelas Delia.


Alina merasa curiga dengan Delia dia merasa jika Delia lah yang menyukai Gatot.


Tapi Alina tidak ingin menanyakan nya, itu adalah sebuah perasaan, dia juga sadar jika dirinya juga melakukan hal yang sama seperti Delia.


Setelah itu mereka semua pamit tapi tidak dengan Alina


Dia masih tidak yakin dengan permintaan sang kakak.


''Apa aku harus benar-benar melakukan nya, mengajak nya untuk makan malam bersama. Tapi aku tidak tahu bagaimana cara mengajak nya, hubungan kita sudah terlanjur berjarak akan sangat canggung jika aku mengajaknya secara langsung,'' gumam Alina bingung.


Alina masih sangat bingung, tapi jauh di lubuk hati nya ia menginginkan nya.


Alina tidak bisa memutuskan kan nya kali ini, dia akan memutuskan setelah ia sampai di restauran nya.


Saat tiba Alina benar-benar melakukan nya.


Dia menelpon Billy.


Tapi terdengar suara Billy yang tidak stabil.


''Kamu kenapa?" tanya Alina khawatir.


''Kamu sedang berbohong,'' jawab Alina dengan tegas.


Mendengar itu Billy hanya terdiam.


''Kamu sudah menentukan tempatnya?" tanya Billy mengalihkan pembicaraan.


''Entah lah nanti kita putus kan aja di jalan," balas Alina.


''Baik lah, nanti aku akan jemput.''


''No, aku yang akan menjemput mu,'' jawab Alina.


Alina memiliki tujuan, yakni ingin tau di mana kantor Billy.


Dan Billy setuju karena ia paham dengan apa yang sedang Alina pikir kan.


Memang benar jika saat ini hubungan mereka berjarak, tapi bukan berarti mereka akan acuh satu sama lain.


Sedari kecil mereka bersama sudah pasti dengan nada bicara nya saja sudah dapat di tebak apa yang di inginkan nya.


''Nanti aku akan hubungi jika aku sudah berangkat,'' jelas Alina.


Setelah itu mereka mengakhiri nya, sedang kan Billy melanjutkan rapat nya.


Billy memang merasa kurang sehat hari ini, tidak bukan cuma hari ini tapi sudah dua hari.


Mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.


Sampai akhir nya Alina sudah siap untuk makan malam.

__ADS_1


Alina tidak menggunakan dress, dia menggunakan rok selutut, dan juga baju dengan lengan panjang, tak lupa juga dengan jaket yang selalu ia bawa kemana mana.


Alina ingin makan di pinggir jalan malam ini.


Dia sangat ingin menikmati waktu nya bersama dengan Billy.


Ingin menghilang kan rasae canggung, ingin mengembalikan semua nya, dan memulai semuanya dari nol.


Alina sadar jika hubungan nya, dan Billy tidak akan sama seperti dulu.


Tapi Alina masih berharap mereka berdua masih terus bersama sekalipun tidak ada hubungan yang special di antara mereka.


''Aku akan sangat bahagia jika, Mikha, dan kakak ada di sini, sudah sangat lama kami tidak melakukan nya, dan aku akan mengatur waktu agar kita bisa berlibur,'' ucap Alina.


Alina mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang.


Dia langsung menghubungi Billy untuk menanyakan di mana ia sekarang.


Tapi yang Alina dapat kan adalah suara rintihan.


Alina tau jika saat ini Billy sedang tidak baik baik saja.


''Kamu di mana?" tanya Alina dengan meninggi kan suara nya karena Billy tidak kunjung menjawab nya.


''Kenapa kmu teriak teriak," balas Billy yang tidak ingin Alina tau keadaan nya.


''Di mana?" tanya Alina dingin.


Mendengar itu Billy memberikan alamat kantor nya, dan Alina langsung bergegas ke tempat itu.


Saat sampai Alina tidak di perbolehkan masuk karena ia tidak memiliki akses masuk.


Alina bingung harus apa.


Sampai akhir nya dia menyuruh Billy untuk berbicara langsung.


Alina masuk dengan perasaan takut karena hanya ada beberapa lampu yang hidup.


Sedangkan ia harus menaiki lift sendiri.


Alina pergi dengan perasaan was was, dan ia juga bingung di mana letak ruangan nya Billy.


Sampai akhir nya Billy memberitahu nya baru lah Alina sampai.


Di sana Billy sudah berbaring di sofa dengan menekan nekan kepala nya.


Alina langsung membantu nya, suhu tubuh nya sangat panas, tapi tubuh nya terasa dingin.


''Ayo ke rumah sakit,'' ajak Alina


Billy tidak mau.


''Temani aku di sini,'' pinta Billy dengan suara lemah.


Mendengar itu Alina jadi gugup, suasana remang remang itu membuat nya ingin dengar kejadian masa lalu.


''Aku sangat gugup jika mengingat nya.'' Ucap nya.


Apakah akan ada tragedi malam ini?


Koment di bawah bestie

__ADS_1


__ADS_2