Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Peran masing masing


__ADS_3

Semua orang melihat adegan mengharukan tersebut.


Karena sejatinya, Mama Sea memang menunggu kedatangan Alina.


Mama Sea tidak pernah mengurusi apapun tentang pernikahan sang putra, dia merasa tidak rela jika harus mengantarkan sang putra ke pelaminan dengan Sintya.


Tidak harus dengan Alina.


Karena, Mama Sea tau jodoh itu sudah ada yang mengatur.


Mama Sea tidak pernah bersikap kekanak-kanakan seperti ini sebelum nya, tapi berbeda jika menyangkut tentang Sintya, dan keluarga nya.


Ada yang mengganjal dengan keluarga itu, aplikasi saat melihat sang putra yang tidak pernah menunjukkan tanda-tanda kebahagiaan sebagai seorang ibu ia merasa gagal.


Alina bersikap biasa biasa aja, Alina tidak pernah menunjukkan kesedihan yang ia rasakan.


Jangan di tanya bagaimana hancurnya, Alina sekarang.


Dia lah orang yang paling sekarat saat ini.


Mencintai sahabat kecil nya, memendam perasaan belasan tahun.


Bertahan dengan rasa sakit, bertahan dengan segala sikap buruk Billy selama ini.


Bertahan untuk berjuang mendapat kan pengakuan dari Billy.


Bertahan dengan segala rasa yang sulit di artikan tapi sekarang ia harus bisa mengikhlaskan semua nya.


Alina tidak bisa mengubah takdir.


Jika memang Billy bukan lah jodoh nya, Alina bisa apa.


Alina akan menjadikan kejadian ini sebagai pembelajaran, dan di masa depan ia tidak akan membatasi pertemanan seperti sebelum nya.


Jika dulu Alina sangat menjaga jarak dengan lawan jenis dengan alasan ingin membuktikan jika cinta nya tulus dengan Billy, ingin menjaga perasaan Billy.


Tapi sekarang sudah tidak ada lagi.


Tapi bukan berarti Alina akan melanggar prinsip-prinsip nya.


Masih ada batasan untuk diri nya, dan dunia luar.


Saat ini pun Alina sudah memiliki nomor lain.


Di mana itu akan di jadikan nomor pertemanan dengan orang luar, sedangkan nomor pribadi nya akan tetep menjadi milik orang terdekat nya.


Alina masuk ke kediaman Tyson.


Mansion itu sudah berubah seperti istana, karena seluruh nya di hias dengan secantik mungkin.


Tidak mungkin keluarga Tyson akan mengadakan acara tapi cuma biasa biasa saja.

__ADS_1


Sebelum melangkahkan kaki nya untuk masuk lebih dalam lagi ke mansion, Alina mengambil nafas dalam-dalam, dan langsung membuang nya.


Tapi sayang itu tidak mengubah apapun, Alina membuang nafas nya dengan kasar.


Alina menguatkan diri nya sendiri agar bisa terlihat lebih tegar, bisa kuat, dan bisa tersenyum di apapun keadaan nya.


Alina melakukan nya dengan baik, dia tersenyum kepada semua orang yang berada di mansion.


Alina tidak pernah menunjukkan rasa sakit yang ia rasa kan, karena rasa sakit itu hanya milik nya seorang, dan orang lain tidak perlu tau.


Alina masuk dengan di gandeng oleh, Mama Sea saat, mereka yang ada di sana tau jika Alina salah salah satu ratu di keluarga Tyson.


Saat, Alina akan duduk seseorang memanggilnya.


''Alina,'' panggil nya.


Alina menoleh, dan itu adalah Oma, orang tua dari mama Sea.


Oma langsung melangkahkan kaki nya dengan cepat melihat itu Alina panik, dan langsung nyamperin Oma dengan sangat gesit.


''Ya ampun, Oma bisa pelan pelan jalan nya,'' gerutu Alina.


Oma hanya tersenyum mendengar itu.


Alina membawa Oma untuk duduk, dan di sana sudah berkumpul ada orang tua dari papa Sean, orang tua dari mama mama Sea.


Alina yang melihat formasi nya sudah lengkap memanggil pelayan untuk mengambilkan hadiah yang ia bawa untuk keluarga tersebut.


''Bi,'' panggil Alina.


''Tolong ambilkan hadiah yang di mobil,'' pinta nya.


''Siap, Nona,'' jawab nya ramah.


Ya seperti itulah kehidupan Alina.


Dia mendapatkan banyak kisah sayang dari orang orang di sekeliling nya.


Tapi tidak dengan rasa cintanya.


Mereka berbincang kayak nya keluarga yang utuh, tak jauh dari mereka, mama Sea meneteskan air nya, dan itu di liat oleh sang papa


Sang papa hanya menggeleng kan kepala nya.


Karena mereka tidak bisa melakukan apa-apa keputusan sudah di ambil.


Setelah pelayan datang Alina memberikan hadiah itu pada semua orang


''Jangan di tolak, Alina akan sangat sedih jika itu terjadi,'' pinta nya dengan tangan gemetar.


Itu adalah akhir dari semua nya.

__ADS_1


Begitu lah cara Alina untuk mengakhiri semua nya.


Dan setelah ini rasa nya akan impas, tidak akan ada penyesalan di dalam hati nya.


Dan ia bisa bebas menjalani kehidupan nya yang ke dua.


''Ma,'' panggil Alina.


''Ya sayang,'' jawab mama Sea.


''Apakah kamar pengantin nya sudah di hias?'' tanya Alina.


Mendengar itu semua orang langsung mematung.


''Jika belum bisakah aku membantu nya?'' tanya Alina.


Mama Sea akan menolak tapi Alina langsung berucap.


''Izinkan aku, Ma karena setelah ini aku tidak akan bisa masuk ke kamar itu lagi,'' ucap Alina.


Dengan sangat terpaksa, Mama Sea mengangguk.


Dengan gesit Alina pergi dari sana, jika ia berlama-lama di sana air mata nya akan keluar, dan Alina tidak ingin itu terjadi.


Alina menaiki tangga dengan tetesan air mata.


Sekuat apapun Alina menahan nya, air mata nya tak kunjung berhenti.


Tangan Alina bergetar saat ia akan membuka pintu kamar Billy.


Di mana kamar itu akan di jadikan kamar pengantin.


Alina tersenyum, dan langsung mendorong pintu itu dengan kasar seperti dulu dulu jika ia ingin masuk ke kamar tersebut.


Alina meminta bantuan pelayanan untuk membantu nya karena tidak mungkin ia menghias nya sendiri.


Alina mendesain kamar itu dengan gaya Billy, anggap saja itu sebuah bentuk salam perpisahan dirinya.


Dan setelah ini mereka sudah tidak akan terikat apapun.


Karena Alina tidak akan mau berdekatan dengan seseorang yang sudah memiliki pasangan hidup.


Keluarga, Mama Sea, dan keluarga papa Sean hanya mengikuti alur dari takdir yang sudah ditentukan semua orang tahu jika Alina mencintai Billy, hanya papa Sean yang tidak pernah memahami arti tatapan Alina ke sang putra.


Entah memang tidak paham, atau pura pura tidak memahami karena sejatinya perjodohan itu telah terjadi saat mereka masih duduk SMA.


Alina menatap kamar Billy dengan tangisan tapi ia selalu pandai menutupi nya dari semua orang yang ada di sana.


''Selamat tinggal Billy, ke depan nya mari kita hidup masing masing, semoga kamu bahagia dengan keputusan yang kamu ambil, dan aku juga akan melakukan hal yang sama, mari kita jalani peran kita masing masing, kamu dengan istrimu, dan aku dengan masa depan ku,'' batin Alina dengan menatap ranj*ng yang sudah selesai di hias.


Setelah selesai Alina langsung pamitan karena ia mendapat kabar jika sang kakak sudah sampai di rumah.

__ADS_1


Dan itu akan menjadi pertemuan yang terakhir untuk nya.


''Doakan Alina,'' itu yang Alina ucapkan pada semua orang sebelum ia bener bener pergi.


__ADS_2