Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Alina& Billy


__ADS_3

Billy sedang masih asyik teleponan, dengan sang Mama.


Billy hanya ingin memastikan jika Alina tidak lagi sedang berbohong pada nya, karena Billy sudah memutuskan untuk menjaga jarak lebih dari sebelum nya dengan Alina, karena menurut nya diri nya dan Alina tidak pantas berdekatan satu sama lain.


Karena bagaimanapun diri nya sudah memiliki tunangan.


Brutal apapun Billy tidak menginginkan pertunangan itu, tapi diri nya sudah terikat bersama dengan Sintya, bukan hanya diri nya, tapi itu semua sudah dua keluarga.


Apalagi pihak keluarga perempuan telah mengumumkan pertunangan tersebut dan pihak keluarga perempuan pula sudah memutus kan untuk memajukan pernikahan mereka.


Yang awal nya kurang lebih 1 bulan kini di majukan tinggal satu minggu lagi.


Puyeng gak tuh si Billy.


''Mah Apakah benar Alina disuruh mama untuk bekerja menjadi asisten Billy di perusahaan,'' tanya Billy pada sang mama.


''Iya, Mama yang nyuruh jaga Alina baik-baik,'' jawab sang mama dengan santai.


''Kenapa?'' tanya Billy ingin mengetahui isi pikiran sang mama.


''Apanya yang kenapa?'' jawab mama Sea pura pura gak paham apa yang di maksud sang putra.


''Kenapa harus Alina?'' tanya Billy serius.


''Kamu kenapa kayak yang gak suka jika Alina berada di sana, jangan pernah berpikir jika Alina yang meminta nya, karena itu murni keinginan mama, kenapa harus Alina, karena Alina adalah keluarga bukan orang asing jadi wajar dia berada di perusahaan itu karena Alina juga memiliki saham di perusahaan Mama, paham!'' jawab sang mama dengan tegas.


Mendengar itu Billy tidak lagi memprotes keinginan sang Mama. Karena bagaimanapun Alina pantas berada di perusahaan itu, tidak perlu lagi untuk meragukan kemampuan yang Alina miliki karena semua nya perfect.


''Mama hanya minta jangan pernah lagi sakiti Alina, atau kamu akan menyesal di kemudian hari, jodoh itu tidak ada yang tau bagaimana pun kita berusaha. Bagaimanapun kita berjuang. Jika dia bukan jodoh kita maka semua nya akan memiliki alasan untuk pergi dari kita, dan begitu pun sebalik nya,'' jelas sang mama.


''Mama memang tidak tau apa yang kamu rasa, karena kamu tidak pernah menampak kan apa yang kamu rasa, tapi sebagai se orang ibu mama yakin, jika sebenar nya kamu juga memiliki perasaan yang sama dengan Alina,'' ucap sang mama.


''Mama tidak ingin memaksa kehendak mama, apapun keputusan mu, mama akan dukung,'' jelas sang mama.


''Billy, paham ma, tapi bagaimana pun Billy tidak akan bisa mundur,'' jelas Billy.


''Mama paham, dan mama hanya berharap kamu mau ngertiin posisi Alina, itu tidak mudah untuk nya.''


''Dan ini juga tidak mudah untuk Billy ,'' jawab Billy mantap.


Setelah itu mereka menutup sambungan telpon nya.


Mendengar itu Alina mendongakkan kepala nya.


Meminta hand phone nya kembali, karena ada yang menelpon.


Billy yang masih memegang hand phone Alina tanpa banyak bicara langsung menolak panggilan tersebut.


Alina yang melihat itu hanya menyatukan alis nya.


''Siapa?'' tanya Alina kepo.


''Bukan orang penting,'' jawab Billy ketus.

__ADS_1


''Aku tidak ada minat untuk bekerja di sini, jadi, aku mohon tolak saja permintaan mama Sea, lagian aku ingin mencoba hal hal baru,'' jelas Alina.


''Seperti apa?'' tanya Billy.


''Belajar bersama dengan Alex tentang marketing, dan langsung terjun ke lapangan,," jelas Alina dengan berbohong.


Karena Alina masih berharap ada kesempatan untuk nya agar bisa berdekatan dengan Billy.


Dan tanpa sepengetahuan siapa pun, Alina sudah membuat rencana untuk pergi berkelana lagi.


Dan orang tua nya setuju.


Karena itu memang yang terbaik untuk nya.


''Kamu tidak mau bekerja dengan ku?'' tanya Billy.


Alina mengangguk.


''Tapi sayang nya aku sudah mengatakan iya ke mama,'' jawab Billy.


Alina yang mendengar itu tentu saja sangat bahagia.


Tapi kepala nya tidak bisa di ajak kompromi.


''Ya udah kalau gitu boleh gak aku numpang tidur sebentar saja,'' ucap Alina dengan tersenyum manis.


''Kamu kira ini hotel, pulang lah besok kamu sudah bisa mulai bekerja jangan telat di hati pertama, atau gak kamu ajan di kena denda,'' jelas Billy.


Tanpa memperdulikan apapun lagi Alina bangkit, dan langsung pergi begitu saja, tapi di tahan oleh Billy.


''Tunggu,'' ucap Billy


Alina tidak merespon, karena saat ini kepala nya benar benar sangat berat.


''Kuat Alin kuat,'' batin nya.


Saat Billy berada di sebelah nya, Alina langsung ambruk ke lantai.


Karena Billy belum siap dengan keadaan tiba tiba tersebut.


Kasihan banget ya, gak kayak yang di sinetron ha ha ha ha.


''Alina, kamu kenapa?'' tanya Billy dengan panik


''Alina,'' panggil Billy lagi.


''Jangan bercanda Alina ini tidak lucu ," ucap Billy.


Tidak sautan dari Alina.


Dan Billy sadar jika saat ini Alina sedang demam.


''Pasti gara gara semalam," ucap nya dengan bersalah.

__ADS_1


Karena memang Alina masih belum bisa menyesuaikan diri dengan suhu di Indonesia.


Dan itu membuat nya lebih rentan sakit.


Dengan segera Billy menghubungi dokter pribadi nya.


Dengan segera Alina di tangani.


Karena Billy tau Alina turun suka di suntik jadi ia memutus kan untuk meminta obat nya saja.


Tapi setelah dokter itu pergi Billy baru sadar jika sebenar nya Alina juga tidak suka minum obat.


''Serba salah,'' gerutu Billy


Tapi jauh di lubuk hati nya ia merasa lega, karena Alina baik baik saja.


Setelah hampir dua jam Alina bangun, dan ia langsung di paksa untuk makan oleh Billy, dan setelah itu Billy menyuruh Alina untuk meminum obat.


''Tidak!'' tolak Alina dengan tegas.


''Kamu harus minum obat agar kamu segera pulih,'' paksa Billy.


''Aku tidak sakit, aku hanya kurang istirahat,'' jelas Alina.


Dan itu memang benar, selama beberapa hari ini Alina kurang istirahat.


''Ini untuk kebaikan kamu sendiri,'' jelas Billy.


''Dan aku lebih tau bagaimana kondisi tubuh ku sendiri," jawab Alina dengan tegas


''Tidak ada cara lain,'' batin Billy.


''Kamu mau apa?'' tanya Alina bingung karena Billy tiba tiba membuka semua obat itu, dan langsung memasukkan ke dalam mulut nya sendiri.


''Kamu mau apa,'' panik Alina.


Saat melihat Billy mendekati nya tanpa mengucap kan sepatah kata pun.


Billy menarik Alina untuk mendekat, tapi Alina menolak sedang kan Billy sudah merasa kepahitan.


Karena Alina terlalu bar bar.


Akhir nya Billy membaringkan Alina, dan ia langsung mengunci pergerakan Alina.


Alina semakin gugup, karena saat ini posisi mereka sangat lah tanda kutip, dan jika ada yang melihat pasti mereka akan salah faham.


''Jangan macam-mac-


Apa yang terjadi ?


Ada yang tau ?


Koment di bawah ya

__ADS_1


__ADS_2