Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Pendewasaan diri


__ADS_3

Alina sengaja memilih makan di luar karena akan canggung jika harus berada di satu ruangan dengan sang kakak, bukan bermaksud untuk tidak menghargai tapi rasa kecewa yang Alina rasa kan sudah menjadi darah.


Kecewa yang amat besar untuk orang terkasih nya.


Orang yang seharusnya mempercayai nya, orang yang seharusnya bisa melindunginya, bisa menjaga nya dengan mudah nya menuduh hal hal yang tidak pernah ia lakukan.


Orang yang sangat, Alina cintai setelah ke dua orang tuanya, kini orang itu sudah menjauh, dan Alina tidak akan pernah melangkahkan kaki nya mendekat ke orang yang sudah membuat nya kecewa.


''Aku tidak menyangka hidup ku akan seperti ini, mulai hari ini hari hari ku akan hampa, hati ku akan hancur, dan aku juga harus rela meninggalkan kedua orang tua ku,'' gumam nya.


''Maaf, Dad, mom jika Alina masih belum bisa bersikap dewasa, maaf jika Alina masih kekanak-kanakan, tapi Alina janji akan membayar semua nya di masa depan,'' janji nya.


Saat ini sudah jam 23.45, dan tidak ada tanda-tanda Alina akan pergi dari taman tersebut.


Setelah selesai makan, Alina memilih untuk menenangkan pikiran nya, dan ia memilih taman karena di sana ia dapat melihat berbagai interaksi banyak nya orang.


Jam 00.30 Alina sampai di kediaman Wen.


Nampak sangat sunyi karena semua penghuninya sudah berada di alam mimpi.


Alina mendudukkan dirinya di ruang keluarga di sana kuga sudah gelap hanya ada lampu kristal gantung yang menyinari ruangan tersebut.


Alina merasa sangat lelah, jiwa nya berantakan akal nya tak karuan, raga nya seperti tak bertulang tapi Alina tidak bisa memejamkan mata nya sedikit pun , Alina sudah mencoba yang terbaik untuk bisa mengistirahatkan tubuh nya sejenak, tapi ia tetap gagal, dan ia tidak ingin membuang buang waktu.


Alina sadar waktu akan terus berjalan, tidak akan ada yang membantu nya kecuali diri nya sendiri, dengan tekat yang kuat Alina mengambil laptop yang ada di dalam tas nya dia akan memulai hidup yang baru, dan semua tentang nya di masa lalu sampai hari ini akan ia tutup dengan sebaik mungkin, serapat mungkin, Alina tidak ingin ada yang tahu bagaimana kisah nya di masa lalu.


Alina ingin memberitahu pada semua nya, jika Alina bukan orang yang lemah, dia Alina yang selalu mengangkat kepala nya kepada siapapun.


Besok adalah kesempatan ke dua nya untuk hidup, Alina akan memulai kehidupan yang baru, kehidupan yang penuh dengan perjuangan.


Alina mengotak ngatik laptop nya, malam ini Alina mendapatkan kekuatan baru, dan itu akan sangat bermakna di kehidupan yang ke dua ini.


Alina menutup rapat-rapat tentang kisah nya bersama dengan Billy, Alina juga menyiapkan keberangkatannya besok pagi Adin akan pastikan tidak akan ada yang tahu ke mana dirinya pergi dan masuk kedua orang tuanya.


Saat berada di luar negeri Alina juga belajar tentang IT jadi sangat mudah untuk menghilangkan jejak nya.


Tanpa Alina sadari ada sepasang mata yang mengawasi gerak-gerik nya.

__ADS_1


Orang itu menatapnya dengan tajam seakan-akan tatapan nya akan menelan hidup Alina hidup hidup.


Sekuat apapun Alina, ia juga perempuan yang lemah lembut.


Setelah menyelesaikan semua nya, Alina menutup laptop nya, tak terasa kini sudah jam 04.00 pagi.


Alina memilih untuk ke dapur, dan langsung mengambil buah apel di dalam kulkas karena tidak fokus ke dua jari nya juga ikut teriris.


Alina hanya menatap nya tidak berniat ingin membersihkan nya.


Sedangkan orang yang masih memantau nya terlihat geram, karena merasa Alina sangat bodoh dengan membiarkan luka itu begitu saja.


Alina bahkan tidak merasakan yang nama nya sakit.


Alina menatap ke dua jari nya itu dengan seksama.


''Luka ini tidak membiarkan ku merasa kan sakit," gumam nya.


Karena sudah malas Alina melangkahkan kaki nya menuju ke kamar nya, dan setelah itu ia pergi ke kamar ke dua orang tua nya.


Alina tau ke dua orang nya bangun pagi pagi sekali karena itu sudah aturan untuk sepasang suami istri tersebut.


''Mom, Dad, ini Alina, kalian sudah bangun ?'' tanya Alina.


''Masuk, Princess pintu nya gak du kunci,'' jawab sang Daddy.


Alina masuk, dan orang yang ada di belakang nya juga ikut mendekat.


Ada yang tidak beres dengan Alina, dan orang itu tahu apa penyebab nya.


Tapi tidak ada rasa kasihan untuk nya karena bagi nya itu adalah karma yang harus Alina bayar.


Ada yang tau siapa orang itu?.


Koment di bawah.


Alina langsung memeluk sang Mommy dengan sangat erat.

__ADS_1


Sang Daddy juga ikut masuk ke dalam pelukan itu.


Di pagi pagi buta mereka bertiga menangis bukan karena bahagia, melainkan tangis kesedihan yang menyayat hati, dan jiwa.


Alina melepaskan pelukan orang tua nya.


''Boleh Alina meminta sesuatu sebelum Alina pergi ?'' tanya Alina.


''Apapun,'' jawab daddy Al.


''Bisakah, Daddy menyimpan kan laptop ini untuk Alina jangan sampai ad yang membuka nya termasuk, Daddy,'' pinta nya.


Al mengangguk kan kepala nya.


''Ini hadiah dari Alina untuk, Daddy, dan Mommy.''


''Berjanjilah kalian akan bahagia selama Alina pergi, Alina janji akan membawa kesuksesan setelah Alina kembali, Alina juga janji akan selalu mengabari kalian, Alina juga berjanji akan hidup dengan tenang, jangan pernah tanya kemana, Alina pergi jangan pernah juga mencari tahu keberadaan Alina, Alina hanya ingin menenangkan jiwa Alina tanpa ada seorang pun yang tahu di mana, Alina berada.''


''Dan satu hal lagi apapun yang terjadi dengan hubungan ku, dan kak Axcel di masa yang akan datang berjanjilah tidak akan memihak pada siapapun, dan juga jangan pernah meminta Alina untuk berhenti di tengah jalan,'' pinta nya lagi.


Al, dan Luna tahu jika karakter Alina lebih kuat dari pada Axcel sang kakak, dan apa boleh buat mereka akan setuju dengan apapun yang di minta oleh Alina.


''Sekarang tidur lah, kamu pasti sudah lelah hari ini, ingat satu hal, sayang perjuangan mu tidak akan sia sia,'' ucap Mommy Luna dengan memeluk Alina.


''Boleh Alina tidur sama, Daddy,'' pinta nya.


''Berbaringlah," balas Daddy Al.


Alina langsung membaringkan tu*uh di dekat sang Daddy ia langsung memejamkan mata nya.


Sedangkan ke-dua orang tua nya melihat nya dengan sangat gelisah.


Mereka menemani Alina dengan perasaan yah campur aduk.


Di satu sisi mereka bangga dengan ketegaran, dan kedewasaan Alina menghadapi masalah dalam hidup nya, tapi di satu sisi mereka juga sedih karena apa yang menimpa Alina pasti sangat lah menyakitkan.


''Ini proses pendewasaan diri, Mom,'' ucap Daddy Al pad sang isteri.

__ADS_1


__ADS_2