Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Billy yang bodoh


__ADS_3

Mendengar pernyataan dari Alina membuat Billy yang awal nya ingin marah kini juga diam seribu bahasa.


''Aku tau aku salah, karena sudah lancang mencintai, tapi aku juga tidak bisa melakukan apa-apa,'' jelas Alina.


''Jika aku bisa memilih lebih baik, aku tidak menaruh perasaan ini ke kamu, karena masih banyak laki laki di luaran sana yang mau menerima kehadiran ku tanpa pamrih," jelas Alina.


''Jika aku bisa mengendalikan hati ku, aku juga tidak akan memilih untuk mencintai mu, karena mencintai sepihak itu sangat menyakitkan Bi,'' lanjut nya.


''Aku sudah berusaha untuk menjauh dari mu, tapi lagi-lagi Tuhan mempertemukan kita.''


''Kamu kira aku bahagia seperti ini?''


''Kamu kira aku menyukai sikap ku yang seperti ini.''


''Kamu kira mengatakan cinta itu tidak butuh perjuangan.''


''Aku ingin kamu melihat ku sekali lagi saja sebagai s orang perempuan, bukan sebagai teman kecil.''


''Kamu kira aku mau di perbudak oleh cinta yang aku miliki?''


''Tidak Bi," jelas Alina panjang lebar.


''Kamu kira aku akan dengan lapang dada menerima penolakan mu?''


''Tidak akan Bi," jelas Alina.


''Kamu kira dengan sengaja menolak ku mentah-mentah itu tidak menyakiti ku?''


''Sakit Bi, tapi apalah daya, ku hanya kemudian biasa.''


''Rasa sakit ku tidak seberapa dengan rasa cinta yang aku miliki untuk mu.''


''Rasa yang aku miliki ini sangat lah tulus.''


''Pernah kah kamu memikirkan perasaan ku?'' ''Pernah kah kamu berpikir tentang ku sekali saja.?''


''Pernah kah kamu merasakan apa yang aku rasa kan?''


''Kamu kira dengan aku mengejar mu seperti ini membuat ku senang ?''


''Tidak Bi, karena apa yang aku lakukan, apa yang aku kejar selalu membuat ku sakit.''


''Dengan kamu memiliki tunangan kamu pikir aku akan menyerah Tidak," jelas Alina panjang lebar.


Mendenger itu Billy menatap Alina dengan tajam.


Billy sudah tidak tau lagi bagaimana cara nya membuat Alina menyerah dalam cinta nya.

__ADS_1


Billy juga tidak akan bisa melihat Alina sedih seperti ini


Tapi bagaimana pun Alina harus berhenti.


Dia harus bisa menerima nya, seperti apa yang ia lakukan.


Takdir sudah menentukan segalanya.


Billy pun tidak siap, tapi ia harus bisa menerima nya, begitu pun juga dengan Alina.


Tapi Alina memilih sifat yang sangat keras, jadi, agak susah untuk menyuruh nya berhenti.


Saat Billy akan menjawab ada yang menelepon Alina.


Alina melihat siapa yang menelpon nya, dan ternyata di adalah Alex teman nya die luar negeri.


''Alex,'' gumam Alina.


Billy yang mendengar nama laki laki itu, hanya menatap Alina dengan tajam.


Dan ragu Alina mengangkat nya di depan Billy, dengan sedikit memperbaiki riasan nya sebelum ia akan pergi dari kamar mandi itu.


''Kamu sudah sampai? tanya Alina saat ini mengangkat nya.


Alina sengaja berbincang dengan suara lembut, dan di buat semanis mungkin, karena ia juga ingin tahu bagaimana reaksi Billy.


Tapi itu juga turun salah.


Alina melirik ke arah Billy.


Terlihat sangat menyeramkan.


Alina hanya ingin memastikan jika Billy juga menyukainya seperti apa yang di yakini oleh Alfan, dan juga Mikha.


Alina juga sengaja mengatakan hal-hal yang terkesan jika hubungan nya, dan Alex sangatlah dekat.


Padahal kenyataan nya.


''…''


''Baik lah aku siap-siap dulu, nanti jemput aku di depan,'' pinta Alina.


Setelah itu Alina mematikan sambungan telepon nya dan pura-pura seperti di kejar waktu hanya untuk menemui Alex.


Billy yang melihat itu langsung menghadang nya di depan pintu kamar mandi.


''Bi, kenapa kamu ada di sana minggir lah, aku mau keluar, teman ku lagi berkunjung ke Indonesia jadi, aku akan menyambut nya,'' ucap Alina terlihat sangat antusias.

__ADS_1


''Kamu akan pergi dengan menggunakan baju seperti itu?''tanya Billy.


''Iya memang nya berapa, emang ada yang salah dengan gaun ku, aku rasa tidak, karena mereka semua memuji kecantikan ku malam minggu jadi, aku juga yakin, jika Alex akan menyukainya ," jelas Alina.


''Udah minggir Bi, aku mau keluar lagian acara nya sudah selesai kan, hanya ada beberapa tanya jawab keluarga mu, keluarga calon istri mu, dengan beberapa wartawan yang sudah menunggu kalian di sana, jadi, aku rasa tidak masalah jika aku pergi, karena aku tidak ada di dalam nya jadi, please minggir aku harus pergi,'' ucap Alina dengan nada bicara seperti biasa nya, yaitu manja.


''Aku tidak akan membiarkan kan mu, pergi sebelum kamu mengganti baju mu terlebih dahulu, ucap Billy dengan tetap tegas.


Tidak ada yang mau mengalah satu sama lain.


Mereka masih mempertahankan apa yang mereka yakini.


Mereka bahkan sudah lupa jika saat ini mereka sedang berada di dalam kamar mandi.


Keadaan mereka sangat terancam, nama baik mereka di pertaruhan, karena acara yang di adakan belum selesai para tamu undangan masih saling berbincang satu sama lain.


Bisa saja para tamu itu pergi ke kamar mandi tersebut.


Tapi sepertinya mereka lupa dengan itu.


Sekalipun kamar mandi itu berada di samping rumah tapi itu salah satu kamar mandi yang paling gampang di cari.


Dan tanpa di sadari oleh Billy, dan Alina ada seseorang yang sudah memantau gerak gerik kedua nya.


Orang itu hanya tersenyum saat melihat Billy masuk, dan memang itu yang ia harapkan walaupun itu sangat jauh dari rencana nya, tapi setidaknya Alina, dan Billy bisa memiliki waktu bersama malam ini.


''Jika mereka sampai ketahuan itu akan jauh lebih baik,'' ucap orang itu.


Tapi karena ia penasaran dengan apa yang terjadi di dalam kamar mandi itu, orang itu celingak-celinguk untuk memastikan apa yang akan ia lakukan tidak di ketahui oleh orang lain.


Orang itu menempelkan telinga nya, bersiap untuk menguping.


dan ia tersenyum geli kala pikiran, dan kenyataan tidak lah sama.


''Aku pikir mereka sedang bermesraan, tapi nyatanya hanya bertengkar, dasar Billy bodoh tidak bisakah jiwa laki laki nya muncul sedikit saja walaupun hanya sebentar,'' ucap nya dan setelah itu ia pergi.


Untuk menghilangkan jejak nya.


Sedang kan yang dalam kamar mandi masih terus berdebat, tidak ad yang mau mengakhiri perdebatan.


...Jangan lupa dukungan ya bestie...


...Jangan koment and vote dan juga jangan lupa klik favorit nya ya agar tak ketinggian update terbaru dari author ya...


...Koment yang positif ya bestie kasih saran boleh memberikan ide agar cerita ini terus berkembang...


...Jangan koment yang bikin mood author down dan menjadi males untuk nulis karena baca koment kalian...

__ADS_1


...šŸ’žšŸ’žšŸ’žšŸ’ž...


__ADS_2