Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Tak ada hubungan lagi


__ADS_3

Papa Sean selalu mengumpat sedari tadi.


Karena ia tidak bisa menjawab amarah dari papa Sintya, saat ingin buka mulut papa Sean langsung mendapatkan lirikan tajam dari sang istri.


Mana mungkin ia berani menyela jika ratu sudah membuat peringatan.


Para tamu masih belum pulang karena memang dari kebanyakan mereka adalah teman teman setia mama Sea.


Dan mereka juga di beritahu jika pernikahan itu tidak diinginkan.


Mama Sea memang luar biasa dia tidak pernah memikirkan bagaimana pandangan orang lain, ia hanya melakukan apa yang ia inginkan, dan tidak takut jika ia tidak salah, dan itu ajaran dari Mommy Luna.


Papa Sean hanya bisa menghela nafas saat besan yang tidak jadi itu kian menggila.


''Bisakah aku pergi saja," gumam nya tapi masih dapat di dengar oleh mama Sea.


''Ya, iya baik lah aku akan tahan,'' jawab nya dengan tersenyum.


''Sintya kemari.'' Panggil sang papa


''Tidak, Pa, aku akan tetap di sini aku akan menunggu Billy, aku yakin dia akan datang,'' jawab Sintya dengan menangis.


''Jangan gila Sintya, dia tidak akan pernah kembali, kemari lah jangan hancurkan reputasi keluarga kita,'' ucap sang Papa dengan sedikit berteriak.


''Tidak, aku yakin calon suami ku hanya pergi sebentar biarkan, aku menunggu nya, aku yakin dia akan kembali,'' ucap Sintya dengan kegilaan nya sendiri, padahal ia tahu jika Billy tidak akan pernah kembali.


''Dia tidak akan datang Papa,'' ucap Sintya dengan berteriak.


Sintya tidak perah memikirkan ini sebelum nya, dia pikir Billy sudah ia genggam dan tidak akan pernah bisa terlepas, tapi sayang nya ia salah.


''Dia tidak akan pernah kembali, sekalipun dia kembali papa tidak sudi kmu menikah dengan nya, papa tidak akan pernah biarkan dia memasuki keluarga kita!'' bentak papa Sintya dengan keras.


''Tapi, pa-


''Tidak ad tapi tapian Sintya, sekali tidak tetap tidak,'' balas nya dengan tegas.


''Papa tidak sudi jika bajin*an itu akan menjadi suami mu, kamu masih bisa mendapatkan laki laki yang memiliki moral, masih banyak laki laki yang antri di luar sana untuk mendapat kan kamu.''

__ADS_1


Papa Sintya tidak sadar dengan ucapannya Siapa yang dia katakan baji**n laki laki yang tidak memiliki moral, dia tidak tahu, jika saat ini, nasibnya berada di ujung tanduk.


Mama Sea tidak terima dengan semua ucapan PPA Sintya.


Dia geram, dan saat ini ia sudah tidak bis menahan diri.


Dari tadi dia memang diam karena dia tahu dia yang sudah berniat untuk membatalkan pernikahan ini, tapi sekarang tidak lagi kata-kata yang keluar dari mulut Papa Sintya tidak bisa mama Sea terima.


''Siapa yang anda katai seorang baj*****n tuan Antonio?'' tanya Mama Sea.


''Siapa lagi kalau bukan putra Anda nyonya Tyson. Bagaimana anda mendidik putra anda.Apakah anda hanya keluyuran bertemu dengan tim sosialita anda sampai sampai tidak bisa mendidik anda," jawab papa Sintya.


Saat ini bukan hanya Mama Sea yang marah melainkan papa Sean juga.


''Anda sudah keterlaluan Tuan Antonio, dari tadi saya diam karena saya merasa bersalah atas kejadian hari ini, tapi kali ini anda sudah kelewatan anda bukan hanya mengatai anak saya, tapi ada juga meragukan cara istri saya merawat putra nya, jika anda memang merasa putra saya b******n, tidak memiliki moral, tidak kah kamu harus mengaca terlebih dahulu, siapa yang mengusulkan perjodohan ini,'' ucap papa Sean dengan tenang tapi dengan sorot mata yang tajam.


Semua orang akhirnya tahu jika semua itu berawal dari keluarga Antonio.


Mereka pikir Billy dan Sintya adalah sepasang kekasih, tapi keluarga Tyson tidak setuju, tapi sekarang mereka tahu alasan dibalik kekacauan itu.


Keluarga Antonia akhirnya bungkam mereka sampai lupa jika ia menghadapi keluarga Tyson.


''Saya memang jarang ada di rumah nyonya Tyson, "tapi, saya sudah mengajarkan hal yang benar kepada putri saya.'' Jawab Mama Sintia yang sedari tadi diam kini ikut berbicara.


''Saya juga meragukan kedekatan putra anda dengan keluarga Wen, atau jangan-jangan mereka memiliki hubungan gelap di belakang kita semua.'' Ucap nya dengan menggebu.


Plak


Satu tamparan mendarat di pipi mulus mama Sintya.


Plak


''Ini untuk mulut anda yang tidak bisa berkata baik''


Plak


''Ini tamparan keras anda sudah menghina putra saya.''

__ADS_1


Plak


''Ini tamparan untuk anda yang sudah menghina putri ku.''


Plak


''Ini tamparan karena anda sudah meragukan ketulusan mereka.


Mama Sea sangat marah, mendengar putra putri nya dihina di depan banyak orang.


''Jangan pernah meragukan kasih sayang yang tumbuh di antara mereka, lagi pulang, kenapa kalau mereka memiliki hubungan? mereka tidak ada ikatan darah, orang tua nya hanya berteman di mana letak kesalahannya,'' tantang mama Sea.


''Setelah anda keluar dari rumah ini saya akan mengadakan syukuran karena telah gagal memiliki besan seperti anda tuan Antonio, sebelum anda menilai seseorang berkaca lah lebih dulu.''


Sedangkan Sintya sudah muak dengan semua yang ada di depan nya.


''Ma, pa kenapa kalian mengacaukan semua nya, kalian bilang ingin membantuku untuk mendapatkan posisi menantu di keluarga Tyson, bukankah kita sudah sepakat, tapi kenapa kalian mengacaukan semua nya,'' ucap Sintya dengan marah.


''Aku sudah katakan aku tidak peduli dengan cinta, aku tidak peduli dengan perlakuan dingin Billy, tidak kah kalian bangga jika memiliki menantu dari keluarga Tyson, bukanlah itu jug salah satu impian kalian, tidak kah kalian pamer jika kalian yang berhasil menjadi besan dari keluarga Tyson, tapi apa ini, kalian bahkan bahkan menghina mereka, dimana otak kalian, kalian semua sama saja, kalian menghancurkan segalanya, aku benci kalian, aku benci,'' teriak Sintya dengan marah, dan langsung pergi meninggalkan kedua orang tuanya.


Mereka semua yang ada di sana mencibir Antonia, karena kedok keluarganya sudah terbongkar, dan itu oleh anaknya sendiri.


Tidakkah itu sangat memalukan, Mama Sea hanya menatap mereka dengan bibir terangkat, dan berkata '' maaf jika impian kalian hancur.''


''Tidakkah anda malu berada di sini? silakan keluar, pintunya ada di sebelah sana.'' usir Mama Sea dengan tersenyum meremehkan.


'Setelah ini, keluarga kita tidak ada hubungan apa apa lagi. Aku akan mencabut semua dana yang sudah aku tanamkan di perusahaanmu,'' jelas papa Sean.


Mendengar itu baru lah Antonio sadar jika ia sudah salah mengambil sikap.


''Dan satu lagi, saya pastikan ucapan anda tentang putra putri ku akan terwujud, tapi bukan dengan hubungan gelap melainkan hubungan yang sakral yang akan di terima oleh banyak orang.'' jelas Mama Sea.


Sampai di sini tentang konflik Billy, dan Sintya.


Setelah ini apa lagi ya?


Ada yang mau Billy galau gak?

__ADS_1


Atau gimana menurut kalian koment di bawah ya.


__ADS_2