
Alina tertegun melihat apa yang di lakukan oleh Billy.
Karena saat ini bibir mereka sudah menyatu, dan Alina dapat merasakan jika Billy bergerak di dalam sana
Bahkan Billy memaksa nya untuk membuka mulut nya.
Billy menekan tengkuk Alina, karena Alina selalu berontak meminta untuk di lepas kan.
Sedang kan Billy sudah tidak tahan dengan rasa pahit yang ia rasa kan.
Entah lah itu salah siapa.
Karena saat ini baik Alina, dan Billy sama sama tidak tau apa yang mereka lakukan.
Tapi Billy harus menyelesaikan soa yang sudah ia lakukan.
"Kenapa juga aku harus melakukan ini,'' batin Billy.
Tapi sat ini Billy sudah terlanjut melakukan nya, dan mau tidak mau ia harus segera menyelesaikan nya, karena bukan hanya Alina yang kesulitan, tapi juga diri nya.
Setelah itu Billy mentransfer obat itu pada Alina.
Alina yang awal nya baik patung, kini langsung berontak karena Alina merasa obat itu sudah ada di dalam mulut nya, dan itu sangat pahit, tapi untung lah Billy dapat mengatasi nya, karena memang kekuatan Alina tidak sebanding dengan kekuatan Billy.
''Emmmm,''
Hanya itu yang bisa Alina keluar kan.
Dan setelah itu semua nya beres.
Tidak ada yang tahu bagaimana kelanjutan nya, karena saat ini Alina sendiri sudah berada di kamar nya, dan ia sedang menyusun beberapa keperluan yang akan ia bawa.
Alina mau kemana?
Jawab nya adalah Alina ingin pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi nya.
Apakah orang tua nya setuju.
Jawaban nya iya.
Karena memang Daddy Al, dan Mommy Luna tidak pernah melarang anak anak nya untuk menjelajahi dunia.
Karena ke dua nya juga sama sama suka berpetualangan.
Dan bagaimana dengan janji nya bersama dengan sang kakak.
__ADS_1
Alin sudah tidak peduli, karena selama ia pulang sang kakak tidak pernah menghubungi nya, dan di saat Alina menghubungi nya sang kakak tidak pernah merespon nya, dan Alina sudah tidak peduli dengan itu, toh bukan ia yang memulai.
Dan saat ini Alina hanya ingin fokus dengan apa yang akan ia lakukan.
Fokus untuk belajar, dan akan membuat hobi nya menjadi kesuksesan.
Alina sangat suka dengan menggambar, dan ia mengembangkan nya.
''Aku tidak tau langkah apa yang harus aku lakukan, tapi yang pasti ini adalah yang terbaik untuk ku, karena dengan kejadian itu membuat ku yakin jika berdekatan dengan Billy akan membuat ku sakit,'' gumam Alina.
Alina menatap kamar nya dengan perasaan campur aduk, sudah sangat lama ia meninggal kan kamar itu dan sekarang ia juga harus memilih pergi karena keadaan.
''Dan setelah aku balik lagi ke sini aku ingin memiliki perasaan yang bebas turun terbelenggu seperti sekarang,'' gumam Alina.
Karena bagaimana pun apapun yang terjadi, hanya diri nya yang merasa kan sakit nya dan itu tidak di rasa kan oleh orang lain.
Dan jalan terbaik nya adalah ia harus menenang kan diri terlebih dahulu dan harus memfokuskan diri untuk mencapai apa yang ia mau.
Dan juga harus berusaha untuk meninggal kan perasaan nya sendiri.
Yups, karena tidak mungkin Alina bisa lari dari perasaan nya sendiri dan jalan satu satu nya adalah meninggalkan perasaan nya di sini.
Dan Alina harus berjuang untuk bisa lepas dari bayang bayang Billy.
Dan apakah Alina masih berharap jawaban nya iya, tapi ia sadar saat ini posisi nya tidak menguntungkan jadi, Alina memutus kan untuk mundur Alon Alon.
Tapi ia berjanji tidak akan pernah membenci Billy karena sejati nya Billy tidak salah apa apa.
Tapi jika di tanya apakah Alina akan bersikap seperti dulu jawaban nya tidak.
Karena sejak ia memutus kan untuk kembali ke luar negeri, Alina sudah membuat tembok antara diri nya dan juga dengan Billy.
Termasuk juga dengan orang tua nya Billy karena itu tidak akan mudah untuk Alina.
Karena bagaimana pun Alina sudah tau jika sejati nya pertunangan itu terjadi karena perjodohan.
''Kenapa sakit banget ya,'' ucap Alina dengan memegang dada nya.
''Aku harus kuat, aku harus bangkit,'' ucap nya dengan semangat.
''Aku sudah pernah mengalami hal yang cukup sulit untuk hidup ini, dan untuk perasaan aku akan mengatasi nya seperti aku mengatasi kesulitan ku dulu,'' ucap nya.
''Dan di saat seperti ini biasa nya kak Axcel yang akan ada untuk ku seperti dulu, tapi sekarang entah lah, dia menghilang, aku tidak tau apa salah ku pada nya, aku juga tidak tau harus seperti apa, tapi karena dia sudah memutus kan nya seperti ini jangan salah kan aku jika aku akan bersikap lebih kejam dari pada sikap nya ke aku,'' tekat Alina.
Sekali pun Alina lemah dalam perasaan, tapi bukan berarti ia tidak pernah memiliki tekat, tidak pernah memikirkan apa yang sedang ia lakukan.
__ADS_1
Dan jika Alina sudah memiliki tujuan maka siapapun tidak akan pernah bisa mencegah nya sekalipun itu itu diri nya sendiri.
Jam sudah menunjuk pukul dua dini hari, tapi Alina tidak pernah bisa memejam kan mata nya semenit pun.
Karena ia sedang berperang dengan diri nya sendiri.
Banyak pertanyaan yang tidak bisa Alina jawab sekali pun ia sudah berubah dengan sangat keras.
''Apa yang akan terjadi setelah ia pergi?''
''Apakah diri nya mampu menghadapi nya sendiri?''
''Apakah ia bisa berdamai dengan diri nya sendiri?''
''Apakah ia akan sanggup menghadapi kenyataan.''
Dan masih banyak lagi.
Sampai jam lima pagi pun Alina masih belum bisa memejam kan mata nya.
Dan Alina memutuskan untuk pergi ke kantor hari ini pagi pagi sekali.
Karena tugas nya sengat banyak.
Dan Alina harus profesional, sebelum diri nya pergi ia harus sudah menyelesaikan pekerjaan nya.
Dan Alina berharap ia dapat melampaui apa yang sudah ia rencana kan dalam pekerjaan nya.
Jam enam pagi Alina sudah tiba di kantor mama Sea, bahkan satpam yang berjaga pun sangat heran.
Apalagi Alina bersikap tidak seperti biasa nya.
Alina hanya tersenyum saat menyapa mereka.
Setelah sampai di ruangan nya Alina langsung menatap ruangan yang ada di sebelah nya yaitu ruangan nya Billy.
''Aku harap kamu bahagia Bi,'' ucap Alina dengan tersenyum tapi ada setetes air mata yang tiba tiba keluar dari mata nya.
''Strong Alina, kama pasti bisa," jelas nya pada diri nya sendiri.
Dan setelah itu Alina mencoba untuk fokus dengan apa yang ada di layar laptop nya.
Dan tanpa di sadari ada yang memperhatikan Alina dari jauh.
Ada yang tau siapa koment di bawah bestie.
__ADS_1