Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Settingan


__ADS_3

Keluarga Antonio pergi begitu saja tanpa permisi. Sedangkan Sintya tidak ingin pulang, Sintya masih ingin menunggu kedatangan Billy.


Mereka pikir Sintya sudah pergi tapi nyata Sintya menunggu kedatangan Billy di gerbang depan.


Hal yang sangat membuat Antonio geram.


Belum cukupkah kejadian hari ini, keluarga nya sudah hancur, tapi Sintya turun peduli sama sekali dengan itu


Dengan sangat terpaksa Antonio menyeret putri satu satu nya yaitu dengan kasar, karena jika tidak, Sintya tidak mau pulang.


Tidak ada yang perlu diharapkan lagi dengan keluarga Tyson, mereka bahkan sudah menarik seluruh saham nya di perusahaan Antonio, dan ke depan nya mereka tidak akan ada kaitannya lagi, dan kemungkinan terburuk nya adalah perusahaan Antonio sedang mengalami krisis, karena kebanyakan yang menanamkan saham di perusahaan nya rata rata kerabat Tyson.


Sebenar nya Papa Sean, dan mama Sea merasa Iba hubungan keluarga Antonio, merasa bersalah karena menghancurkan nama putri mereka, tapi perkataan nya, hinaan, cacian, makian yang di lontarkan Papa Sintya kepada keluarga Tyson, juga tidak bisa di benarkan. Apalagi menyangkut Alina.


Alina memilih hak istimewa di dalam hati mereka, mereka tidak akan membiarkan orang lain mengkritik nya.


Setelah itu mereka semua meminta maaf pada tamu undangan yang hadir.


Setelah semua nya pergi Papa Sean langsung menarik tangan Mama Sea.


''Mau kemana?'' tanya mam Sea.


''Kamu ini gimana sih, kita harus menyusul kakak, dan kakak ipar, kita belum tahu kabar terbaru mengenai Alina," jelas papa Sean.


"Tidak kah kamu ingin meminta penjelasan lebih dulu? kenapa aku membiarkan Billy pergi?" tanya Mama Sea.


''Semua sudah terjadi apa yang harus di jelaskan, lagi pula aku yakin kamu sudah mengetahui segalanya, dan aku tidak perlu penjelasan aku percaya dengan kamu,'' jawab papa Sean.


Papa Sean terlihat sangat khawatir.


''Ma.'' Panggil Papa Sean.


''Hem.''


''Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan dari aku?" tanya nya curiga.


Mama Sea yang mendengar itu mendadak jadi kikuk, tapi dia juga tidak mau jujur dengan sang suami.


''Kamu mencurigai ku, emang apa yang aku lakukan?'' tanya mama Sea.


''Aku ngerasa kamu ada kaitannya dengan yang terjadi pada Alina,'' jelas papa Sean dengan gamblang.


Mama Sea tidak bisa menjawab.


''Sekarang, jujur sama papa, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya papa Sean.


Mereka berdua bahkan sudah melupakan kejadian tentang hancurnya pernikahan putra mereka seakan akan itu hanya angin bagi mereka.


''Aku tidak mengerti apa yang, papa tanyakan,'' jawab mama Sea.


''Alina sedang kecelakaan, tapi papa perhatikan Mama biasa-biasa aja," jelas nya.


''Papa ini ke mana sih, Kakak dan kakak ipar kan cuma bilang mobil yang dikendarai Alina yang mengalami kecelakaan, bukan berarti Alina ada di dalamnya.''


''Cerita atau papa akan marah,'' ancam Papa Sean karena dirinya sudah sangat kepo dengan tingkah keluarga abstraknya tersebut.

__ADS_1


Dan mau tidak mau mama Sea menceritakan hal yang ia tau.


''Kamu gila,'' teriak mama Sea karena tiba tiba mengerem dadakan.


''Kamu yang gila,'' sentak papa Sean.


Karena tidak menyangka hal itu bisa di lakukan oleh sang istri.


''Malang benar nasib putra ku,'' ucap papa Sean.


''Mulai nanti malam tidak ada yang namanya jatah jatah,'' kesal mama Sea karena ia baru di bentak.


Biarlah urusan mama Sea, dan juga papa Sean di selesaikan sendiri, sekarang kita kembali ke Billy.


Saat ini Billy sudah tiba di rumah sakit.


''Bagaimana keadaan Alina?'' tanya Billy to the point.


Mika menjawab dengan gelengan kepala, melihat itu Billy langsung lemes.


Pikiran Billy sangat kacau, dia sangat menyesali semua keputusan yang ia ambil, bagaimana perlakuannya pada Alina akhir akhir ini, Billy merasa sangat bersalah.


Sampai akhirnya Mikha melanjutkan ucapannya.


''Alina tidak di temukan.''


''Apa?" tanya Billy dengan sesak.


''Alina menghilang," gumamnya dengan suara yang tercekat.


''Tapi sayangnya kita tidak bisa meminta keterangan pada pak Broto,'' lanjut Mikha.


''Kenapa?" tanya Billy dengan menggoyang goyangkan badan Mikha.


''Dia amnesia,'' jawab Axcel yang kebetulan duduk tak jauh dari mereka.


''Kalian jangan bercanda ini tidak lucu,'' jawab Billy dengan tajam.


''Kita juga masih syok, aku mohon jangan buat masalah baru, Daddy, dan Mommy sudah pulang karena keadaan kedua nya sedang tidak memungkinkan," jelas Axcel.


''Bunda, dan ayah yang nemenin mereka,'' lanjut Mikha.


Tak jauh dari mereka ada dua orang yang sedang berlari.


''Sayang,'' panggil mama Sea.


Semua menoleh, Mikha menatap mama Sea dengan penuh maksud, sedangkan mama Sea mengangguk kan kepala nya.


Mikha tersenyum tipis.


''Sorry,'' ucap Mikha hanya dengan gerakan bibir tidak mengeluarkan suara pada papa Sean.


''Mikha,'' panggil papa Sean.


Mikha tidak menjawab ia seakan akan takut tapi lagi lagi mama Sea mengangguk.

__ADS_1


Baru lah Mikha mendekati papa Sean.


''Ingin di maafkan?'' tanya papa Sean.


Mikha hanya mengaguk.


''Mudah saja bujuk mama mu itu untuk tidak lagi marah sama papa,'' jelas papa Sean.


''Peperangan jatah malam ternyata," balas Mikha.


Hal yang sangat mudah di mengerti oleh anak anak mereka.


''Tidak kah papa kasian melihat kak Billy ?" tanya Mikha.


''Itu proses pendewasaan diri," balas papa Sean.


Billy jangan di tanya masih sangat syok.


Mendengar Alina menghilang membuat dirinya berada di ambang batas.


''Alina,'' gumam Billy dengan meneteskan air mata nya.


''Aku berjanji akan menemukanmu secepat nya, bertahanlah Alina, aku tahu kamu perempuan yang kuat, perempuan yang hebat. Jangan hukum aku seperti ini,'' ucap nya dengan suara yang bergetar.


Mama Sea yang melihat itu juga ikut menangis, ia tidak bisa melihat sang putra sehancur itu.


''Jangan seperti sayang, kamu membuat mama merasa sangat bersalah," ucap mama Sea.


''Ini semua gara gara Billy, Ma jika saja Billy tidak egois semua ini tidak akan pernah terjadi," jawab Billy.


''Ini semua salah mama, jangan salah kan diri mu sendiri, tapi jika kamu ingin menebus semuanya carilah Alina sampai ketemu," balas mama Sea.


Setelah itu, Billy menguatkan dirinya.


Dia mengerahkan semua anak buah nya untuk mencari keberadaan Alina.


Billy, dan Axcel sama sama berjuang untuk menemukan keberadaan Alina.


Sedangkan pilisi juga sedang mencari nya.


Billy menggila ia bahkan lupa dengan segala nya.


Tapi anehnya semua kejadian tentang keluarga Wen tidak ada yang bocor.


Dua hari berlalu Billy masih sama, dia masih bersemangat untuk mencari keberadaan Alina.


Sedangkan yang lain hanya bisa melihat dari jauh.


Dan setelah drama itu terjadi para istri sedang berkumpul untuk menghilangkan stress.


Mereka seperti sudah melupakan apa yang terjadi.


Mereka asyik mengobrol, dan juga bercanda seperti biasa.


Apakah mereka semua sedang merahasiakan sesuatu yang besar bagaimana menurut kalian?

__ADS_1


Koment di bawa ya jangan lupa like, and vote.


__ADS_2