
Alina merasa bingung dengan tingkah para orang tua. Apalagi ini Mama sea terlihat sangat mencurigakan.
Alina merasa ada yang mereka sembunyikan, tapi Alina tidak ingin terlalu jauh mengetahui apapun.
Ia takut diri nya yak sanggup menerima berita yang kan ia dengar.
Sedangkan Axcel bagaikan ekor dia gak mau lepas dari Alina.
Alina kesel tapi dia juga merasa lucu.
Duduk saja dia harus berdempetan pada, Alina.
Alina sedari tadi sudah protes, tapi tidak didengar oleh sang kakak.
''Kamu ingin tanya Billy apa Mikha,'' goda Bunda Vio.
''Ya Mikha ding, Bun," balas Alina.
''kamu beneran udah tidak memiliki perasaan pada anak mama?" tanya mama Sea.
''Aku sudah mengubur nama Billy,'' jelas Alina.
''Ya sudah lah,'' jawab mama Sea pura pura sedih.
Karena tidak ingin terlalu menarik perhatian mereka memilih untuk pergi ke apartemen Axcel, mereka berencana akan menginap di sana selama 2 hari. Setelah itu mereka akan pulang.
Karena tiga hari lagi Mikha, dan Billy juga akan wisuda, mereka akan menghadiri nya, sebenar nya mereka ingin mengajak Alina, tapi mereka juga tidak ingin memaksa.
Mereka semua tau alina butuh waktu.
Selama ini Alina berpikir Billy sudah menikah, tapi nyata nya tidak.
Mereka juga tidak ingin Alin merasa bersalah karena pernikahan itu gagal di karena kan rencana mama Sea yang menggunakan nama nya.
Setelah sampai mereka langsung berkumpul di ruang tamu, sedangkan Alina memilih untuk memberikan diri karena harus menghapus make up yang ia gunakan.
Kepergian Alina di gunakan diskusi oleh para orang tua, mereka juga melibatkan Axcel, padahal di sini Axcel tahu apa-apa.
Axcel hanya menatap ke enam orang tua itu dengan heran karena terlihat sangat jelas jika ada raut kekhawatiran di wajah mereka semua
''Sebenarnya apa yang kalian lakukan ?" tanya Axcel.
''Apa yang kita lakukan?" tanya para mama muda.
Sedangkan para suami terlihat lebih santai, mereka tidak ingin ikut ikut jika itu menyangkut tentang hal hal yang rumit.
Karena memang pada dasar nya para suami tidak setuju dengan ide gila itu, mereka hanya ikut ikut aja aja, karena tidak berani menolak permintaan para ratu.
''Mama mu membuat masalah besar,'' jelas papa Sean.
Ia ingin mempersulit sang istri karena ia masih tidak terima selama ini ia di kerjain sangat luar biasa.
Dari kecelakaan Alina, Alina yang hilang, sampai hari ini pun dia hanya menjadi boneka.
Di tidak pernah tau jika ada Alina di negara itu.
''Papa,'' protes mama Sea.
__ADS_1
''Apa lagi yang mama perbuat?" tanya Axcel.
Akhir nya mau tidak mau mama Sea menjelaskan semua nya.
Axcel tidak tau harus bersikap seperti apa.
Tapi ia juga tidak bisa menyalakan nya, karena ia sadar di balik itu semua mereka bisa belajar banyak, dan juga bisa lebih baik lagi menghargai waktu, dan sebagai nya.
Tapi Axcel tidak tau apakah Alina bisa menerima nya.
Bukan karena karangan cerita nya, tapi status Billy.
''Maka dari kamu harus memastikan keadaan Alina setelah ia tau,'' jelas mama Sea.
''Kenapa harus Axcel kan mama yang berulah,'' jawab Axcel.
Para suami mendukung keputusan Axcel.
Tapi mereka tidak bisa menjawab.
Setelah makan siang mereka langsung istirahat, dan nanti malam mereka berencana untuk makan malam di luar.
Di sana mereka akan menjawab pertanyaan dari Alina.
Mereka kasihan dengan dua orang itu, jika harus di pisah kn terlalu lama.
Jam 19.00 mereka pergi, dengan Alina yang selalu merengek seperti Ano kecil pada sang Daddy.
''Tidak,'' jawab sang Daddy.
''Ternyata dia masih saja kayak bocah,'' gumam Axcel tapi masih bisa di dengar Alina.
''Kau bilang apa kak?" tanya Alina tajam.
''Tidak," jawab Axcel.
Setelah itu mereka pergi, mereka sudah memesan tempat.
Setelah selesai Alina memilih untuk pergi ke balkon.
Sedang kan yang lain berbincang satu sama lain.
Dia sangat bahagia dengan keberadaan keluarga nya di sana.
Tapi tak bisa di pungkiri jika ada yang kosong di dalam nya, keberadaan Billy nyata nya masih sangat berpengaruh untuk nya.
Alina selalu mengatakan jika ia sudah mengubur nam Billy.
Tapi Alina tidak pernah bilang jika nama itu sudah ia kubur semua nya, rasanya sangat sulit untuk ia berbebas dari bayang bayang nya.
Alina mengangkat kepala nya menatap langit yang di penuhi dengan bintang.
Dulu waktu kecil ia sering melihat nya dengan Billy.
Tapi sekarang tidak lagi, bahkan Alina tidak tau apakah ia akan kembali atau tidak.
Rasa nya masih sangat sulit.
__ADS_1
''Apakah kamu bahagia, Bi,'' gumam Alina.
''Aku hanya menganggap pernikahan mu itu sebuah kesalahan, terlepas kmu mencintai nya atau tidak.''
''Seharus nya kamu sudah membaca tragedi malam itu, jika kamu kebenaran nya apa yang kamu lakukan.''
''Aku tau kamu melakukan nya hanya karena mereka bersalah.''
Alina masih termenung hingga hand phone nya berdering, dan itu adalah orang orang nya.
Alina hanya membalasnya dengan singkat.
Axcel yang melihat Alina langsung merangkul nya
''Apa yang kamu pikirkan?" tanya Axcel.
''Tidak ada," balas Alina.
''Kau masih menyimpan rasa untuk nya itu?" tanya nya lagi.
''Seharus nya pertanyaan itu untuk diri mu sendiri," jelas Alina.
''Sekarang aku hanya menganggap nya sebagai saudara,'' jelas Axcel.
''Semua nya sudah tidak sama dek, semua nya sudah berubah, yang terjadi di masa lalu tidak akan terjadi masa sekarang, begitu pun juga dengan perasaan.''
''Bagaimana dengan mu?" tanya Axcel.
''Untuk apa aku menjawab semua nya sudah di luar kendali, aku tidak akan pern-
''Axcel tidak pernah menikah,'' ucap Axcel memotong ucapan Alina.
Alina yang mendengar itu hanya termenung, dia masih mencoba mengartikan semua ucapan Axcel.
''Billy menggagalkan pernikahan nya karena kamu pergi," jelas Axcel.
''Dan selama ini juga dia masih mencari keberadaan mu, dia bahkan sering mengunjungi ku karena dia tahu ada seseorang yang aku bilang mirip dengan mu,'' jelas Axcel.
''Dia tidak pernah melupakan mu, di dalam kesibukan nya sekalipun.''
''Tidak kah kamu ingin tahu perawatnya yang sesungguhnya untuk mu?" tanya Axcel.
Alina masih tidak menjawab.
''Pulanglah bersama dengan kami,'' pinta Axcel.
''Jangan lari dari kenyataan, tidak kah kamu capek terus berlari selama ini.''
''Di sini bukan tempat mu, begitu pun juga dengan ku, hanya ada kesepian di sini karena keluarga kita ada sana,'' ucap Axcel dengan menunjuk ke arah keluarga nya yang mengobrol.
''Jika pun kamu belum siap menemuinya kamu bisa menghindar, tidak kah kmu kasihan pada Mikha, dia sempat drop karena kamu pergi.''
''Jika tidak lakukan untuk Mommy," jelas Axcel.
Alina hanya menatap Axcel.
Bagaimana besti Alina pulang atau gak nih?.
__ADS_1