Pelabuhan Hati Alina

Pelabuhan Hati Alina
Kunjungan pagi


__ADS_3

Billy langsung melotot karena Alina hanya menggunakan baju tipis terawang dengan tali kecil yang menggantung.


Sedangkan Alina meraa terpana dengan ketampanan Billy yang saat ini Alina yakini baru selesai mandi karena rambut nya masih basah.


Apalagi saat ini Billy hanya menggunakan handuk yang sedang duduk di pinggur kasur nya.


Alina yang malu langsung melempar kan hand phone nya ke sebelah nya, dengan alasan ia akan mencari makanan di kulkas.


''Sudah lah tutup aja, aku mau ke bawah mau cari makanan di kulkas," jelas Alina.


''Aku ikut bawa juga aku ke sana, aku takut kamu sedang menyembunyikan laki laki di apartemen mu," ucap Billy dengan sengaja.


Padahal diri nya sedang tidak ingin mengalihkan pandangan nya dari Alina.


Menurut nya Alina yang tanpa make up jauh lebih cantik, dan kecantikan nya yang di keluarkan sangat lah alami.


Tapi sekarang Alina sudah berubah.


Jika dulu Alina lebih suka tidak memoles wajah nya, sekarang ia sudah sangat mahir dengan itu.


Dan Billy tidak suka jika kecantikan sang istri di nikmati oleh orang lain.


Belum apa apa aja ia sudah posesif, tapi percaya lah jika Alina tau ia akan merasa sangat senang.


Di kurung di rumah pun Alina akan tetep suka jika yang meminta nya adalah Billy.


Tapi ia juga bukan Alina yang dulu.


Sekalipun ia merasa senang tapi Alina yang sekarang harus jual mahal.


Tidak terlihat jika ia masih memiliki rasa untuk Billy.


''Apa yang kamu pikirkan tentang ku?" tanya Alina kesal.


Padahal ia tau jika Billy sedang bercanda.


''Aku hanya takut, tidak berpikir yang macam macam," jelas Billy.


''Tadi kamu bilang sudah dewasa, jadi aku sedikit trauma saja denger kata dewasa,'' lanjut Billy.


''Kayak nya pikiran mu yang terlalu dewasa ya,'' ejek Alina.


''Sebenernya saat aku pergi apa yang kamu lakukan?" tanya Alina.


''Mencari mu," jelas Billy to the poin.


Mendengar itu Alina langsung terdiam karena ia tidak menyangka jika Billy akan seterus terang seperti itu.


''Kamu tau saat kamu pergi, aku merasa kehilangan," jelas Billy apa adanya.


''Waktu itu, aku hanya ingin melihat kmu tersenyum, dan kembali mengikuti ku kemanapun aku pergi.'' Ucap Billy dengan menatap Alina di layar hand phone nya dengan serius.


Sedang kan berubah untuk tidak terkecoh di hadapan Billy.

__ADS_1


Alina mengunyah roti yang sudah ia siap kan tadi, padahal saat ini pikiran sedang kacau.


Perkataan Billy adakah kebenaran, itu yang harus ia percaya.


Karena sikap Billy tidak akan pernah membuang bung waktu.


''Bagaimana kabar Sintya?" tanya Alina ingin mengalihkan pembicaraan yang menyentuh itu.


Dengan menyebut nama Sintya, seharus nya Billy sadar jika Alina sudah tau tentang semua nya.


''Kenapa harus bahas dia, kenapa tidak bahas masa depan kita aja,'' tidak Billy.


Untuk saat ini ia tidak ingin mambahas tentang apa yang terjadi.


Karena Billy yakin akan ada waktu yang tepat untuk nya, dan juga Alina membahas itu semua.


Karena semua nya berawal dari hubungan ke dua nya, Alina pergi hanya karena diri nya, dan pernikahan itu batal juga di sebab kan oleh Alina.


Jadi bisa di simpulkan jika apa yang terjadi hanya karena mereka berdua.


Dan sekarang bukan saat yang tepat.


Sedangkan Alina sendiri tidak berniat untuk menyinggung Billy, di hanya ingin melihat bagaimana reaksinya, dan ternyata Billy tidak mengeluarkan ekspresi yang ia kira.


''Alina kau tau, sebelum aku menerima perjodohan itu, aku sudah menaruh hati pada seseorang," jelas Billy.


''Dan orang itu akan sangat beruntung ," balas Alina.


''Dan orang itu kamu,'' ucap Billy serius.


Alina yang mendengar itu hanya menatap Billy dengan datar.


''Kamu pikir aku bodoh akan percaya dengan semua ucapan mu,'' ucap Alina.


''Dan kamu tidak ada pilihan lain selain mempercayai ku," balas Billy.


''Sejak kapan kamu menjadi orang pemaksa seperti ini?" tanya Alina heran.


''Sejak aku sadar dengan perasaan ku," balas nya.


''Dasar gila,'' umpat Alina.


Dan mereka terus berbincang tanpa tahu waktu.


Sampai akhir nya Axcel menghubungi Alina.


''Aku tutup dulu ya, kak Axcel menghubungi ku,'' pamit Alina.


''Baiklah bye selamat malam,'' ucap Billy.


Alina hanya mengangguk.


Setelah itu sambungan nya terputus Alina langsung mengangkat telpon dari sang kakak.

__ADS_1


''Kenapa belum tidur?" tanya Axcel.


''Tidak bisa tidur mungkin karena lapar,'' alibi Alina.


''Kami sudah bertemu dengan Billy?" tanya sang kakak.


''Jika kakak sudah tanya berati kakak sudah tau," balas Alina santai.


''Ajak dia makan malam bersama, kalian harus saling menjaga saya jauh dengan keluarga kalian,'' linta Axcel.


Alina keberatan dengan itu.


Karena ia pikir itu bukan lah tugas nya, dan ia juga tidak ingin terlalu dekat dengan Billy.


Sebelum Billy yang menjemput nya.


''Jangan pernah melupakan apa yang sudah Billy lakukan untuk mu, dia yang paling sengsara dengan kepergian mu, dua juga yang tidak pernah pantang menyerah untuk mencari keberadaan mu, lagi pula dia sedang tidak baik baik saja, tadi pagi dia bilang jika ia sedang tidak enak badan," jelas Axcel.


Mendengar itu Alina terdiam.


''Pantas saja dia terlihat tidak baik baik saja,'' batin nya.


''Jujur aku tidak tahu harus mengajak nya atau tidak.''


''Kalau begitu siapkan hadiah untuk ulang tahun nya,'' pinta Axcel.


''Kenapa kakak selalu mendorong ku pergi ke sisi nya sih, kakak tidak trauma dengan apa yang terjadi pada masa lalu?" tanya Alina.


''Duku ku memang sedikit sedih tapi sekarang tidak lagi, karena kamu, dan Billy merasakan hal yang sama yaitu sama sama menderita," jelas Axcel.


''Tau ah,'' jawab Alina yang langsung mematikan hand phone nya.


Tanpa ingin pusing, Alina langsung pergi ke kamar nya dan langsung tidur.


Jam 06.00 pagi Alina di buat kesal dengan seseorang yang datang ke apartemen nya.


Untung saja ia sudah bangun, dan sedang membuat sarapan di dapur, tak lupa Alina sudah menggunakan sweater karena kedinginan.


Saat pintu di buka, dengan tidak tau diri nya orang itu langsung nyelonong masuk.


Alina heran karena Billy masuk dengan keadaan yang sangat kacau.


''Tidak kerja?" tanya Alina.


''Pesankan mu baju,''ucap nya.


''Kenapa-


''Aku lapar aku ingin sarapan, dan aku tidak memiliki baju untuk ke kantor semua nya sedang di laundry," jelas Billy.


Tanpa mau menunggu penolakan Alina Billy langsung merebahkan tubuhnya di sofa.


''Biarkan aku istirahat sebentar,'' pinta nya dengan suara serak.

__ADS_1


Dan baru lah Alina yakin jika Billy memang sedang tidak sehat.


Lanjut besok bestie.


__ADS_2