
Lanjut bestie.
Setelah mengatakan unek-unek nya , Alina meninggalkan Billy dengan wajah yang terlihat sangat menyebalkan.
''Kalau saja orang tua mu, dan orang tua ku tidak terlalu dekat, aku makan kamu hari ini juga,'' gumam Billy yang masih dapat di dengar oleh Alfan.
Alfan semakin curiga dengan misteri sikap Billy.
Ada yang tidak beres, tapi Alfan tidak mau ikut campur.
Biar lah itu akan urusan bos sekaligus sahabat nya, tapi Alfan ingin percintaan nya mereka berjalan dengan semestinya .
Karena Alfan percaya jodoh tidak akan ke mana.
Jika orang itu sudah di takdir kan menjadi milik kita, maka secara otomatis orang itu akan kembali pada kita.
Setelah itu mereka masuk.
Billy sekarang tambah bimbang dengan keputusan yang sudah ia ambil.
Tapi mau bagaimana pun ia sudah pernah bilang iya.
Dan Billy tidak ingin melanggar perkataan nya sendiri.
''Kalau suka bilang aja suka, sebagai teman sahabat dan juga bawahan yang setiap hari bersama kamu, aku cuma ingin kamu bahagia, jika kamu merasa keputusan itu tidak benar, salah, dan malah akan menyakiti mu, dan banyak orang, dan kamu juga meragukan dari keputusan yang kamu ambil, kamu ragu dengan apapun itu, dengan permasalahan apapun itu, baik di rumah, di kantor, maupun di luaran sana maka berhentilah untuk membuat semua nya menjadi sesuai dengan keinginan orang lain,'' ucap Alfan tiba tiba.
''Sekarang saat nya kamu bahagia untuk diri kamu sendiri, bukan untuk orang lain, pikir kan perasaan orang yang kamu sayangi, pikir kan apa dampak dari semua nya, jangan hanya karena kamu tidak ingin melukai orang lain, kamu malah membuat orang yang kamu sayangi, orang di sekeliling kamu menjauh dari mu,'' ucap Alfan dengan gamblang.
Alfan mengutarakan apa yang ada di dalam pikiran nya, dan menasehati Billy dengan bahasa segampang mungkin.
''Kau tau jika hari itu tiba, kamu tidak akan pernah bisa memperbaikinya seperti semula, kepercayaan hilang begitu saja, dan luka yang kamu berikan tidak akan pernah bisa sembuh dengan cepat, sekali pun kata orang waktu bisa menyembuhkan luka, tapi itu tidak akan semudah itu, hari hari yang di jalani oleh mu akan terasa sangat lama, karena akan ada rasa bersalah, dan aku juga tau jika sebenar nya kamu tau bagaimana perasaan Alina yang sebenar nya ke kamu, bukan hanya sahabat.''
Mendengar itu Billy langsung melihat ke arah Alfan.
''Jangan sampai kamu merasakan apa yang aku rasakan.'' Lanjut Alfan.
''Aku salah mengambil keputusan, hanya karena takut menyakiti hati seorang perempuan, tapi apakah aku bahagia jawabnya tidak.''
''Apakah dia juga bahagia jawabnya juga tidak.''
''Kita berdua sama-sama tidak bahagia, karena dari awal kita sudah memaksakan kehendak kita masing-masing.''
''Aku selalu bersikap dingin karena aku memang tidak mencintai, dan dia yang selalu menuntut untuk di cintai.'' Ujar Alfan menceritakan kisahnya.
''Akhirnya kita akan saling menyakiti.''
__ADS_1
''Jadi pikir kan baik baik, aku hanya tidak ingin kamu menyesali nya, aku tidak ingin menghakimi, aku hanya memberi pandangan, karena aku juga ingin yang terbaik untuk mu, dan selebih nya keputusan ada di tangan kamu.'
Billy termenung, memikirkan semua perkataan Alfan, tidak ada yang salah, tapi tetep aja Billy tidak bisa langsung memutuskan begitu saja.
Jika ia maju akan ada orang yang akan tersakiti.
Jika pun ia memilih untuk mundur, akan ada hati yang di sakiti juga.
Sekarang Billy jadi bingung, tapi dia juga tau harus melakukan apa.
Jadi biar lah waktu yang menjawab semua nya.
Sedangkan Alina memilih untuk pergi ke mall.
Karena di sana ia akan shopping sekali pun ia sendiri.
Karena restoran itu berada di dekat mall.
Alina pergi dengan perasaan yang masih dongkol.
Saat Alina akan membuat pintu tiba tiba tiba ia tidak sengaja bertabrakan dengan se orang perempuan cantik.
''Maaf, aku gak sengaja,'' jelas perempuan itu.
Sedang kan Alina hanya bisa menatap layar hand phone perempuan itu dengan perasaan yang entah lah, tidak tahu harus di jabarkan seperti apa.
Untuk melihat dan meyakinkan diri nya sendiri, jika apa yang di lihat adalah salah.
Tapi nyata nya tidak.
Apa yang di lihat di layar hand phone itu adalah orang yang ia kenal bahkan orang yang ia cintai.
Dan dengan ber gesa-gesa perempuan itu mengambil hand phone yang ada di tangan Alina.
''Maaf apakah aku melukai mu?'' tanya perempuan itu pada Alina.
Alina tidak menjawab ia hanya bengong dengan perasaan yang tidak menentu.
''Dia sangat tampan,'' ucap Alina setelah kesadaran nya terkumpul.
''Tentu, karena dia adalah kekasih ku,'' jawab perempuan itu dengan bangga.
Deg.
Hancur itu lah yang di rasa kan oleh Alina.
__ADS_1
Ia baru tiga hari di sini, tapi ia sudah mendapatkan berita yang sangat menyakitkan.
Alina tidak tau harus bagaimana.
Ingin lari tapi rasa nya ada yang menahan pergerakannya.
''Maaf tapi aku sedang buru-buru apa kamu terluka?'' tanya perempuan itu lagi.
''Aku tidak apa-apa, memangnya kamu mau ke mana?'' tanya Alina kepo.
''Aku sedang ingin meeting bersama dengan kekasih ku, karena perusahaan kita sedang melakukan kerja sama,'' jawab perempuan itu.
Sekarang giliran hand phone nya Alina yang jatuh, dan membuat perempuan itu sedikit khawatirkan.
''Jangan khawatir aku tidak apa-apa beneran, sekarang pergi lah, mungkin saat ini kekasih mu sedang menunggu, tidak baik membuat kekasih menunggu terlalu lama,'' ucap Alina dengan suara yang bergetar.
Perempuan itu mengangguk, karena memang diri nya sudah sangat terlambat.
Setelah itu Alina pergi entah kemana, karena berita itu sangat mendadak, dan Alina tidak dapat mencerna nya dengan baik.
Alina berjalan menelusuri trotoar.
Tidak ada lagi semangat, tidak ada lagi keceriaan, tidak ada lagi Alina yang tegar.
Cinta nya, harapan satu satu nya, sekarang sudah tidak ada lagi, semua itu di rampas begitu saja, tanpa memberi nya sedetik pun untuk ber nafas.
Alina sangat hancur, tapi tidak ada air mata yang keluar dari mata nya.
Karena ia masih menjunjung tinggi derajat, dan kehormatan orang tua nya.
Bisa saja alina menangis di pinggir jalan, tapi semua itu akan berdampak pada orang tua nya.
Biar lah rasa sedih itu Alina tanggung sendiri.
Setelah Alina merasa capek, ia menghubungi Mikha untuk menjemput nya.
Karena tidak mungkin ia memberitahu keadaan yang sebenarnya pada mommy, dan daddy nya, itu akan membuat mereka khawatir.
Alina akan menjauh untuk sementara waktu.
Agar rasa sakit itu bisa sedikit terobati.
Dan biar lah kepergian nya akan di urus oleh bunda Vio.
Akan kah Alina mampu menghadapi nya?.
__ADS_1
Lanjut di bab selanjutnya jangan lupa bantu like comment ya bestie terima kasih.