
Buku-buku di rak tersebut jatuh berserakan di lantai. Dan beberapa buku tersebut mengenai kepala dan punggung Lovisa.
"Hiksss....hikssss." Lovisa menangis kesakitan sembari memegangi kepalanya.
Penjaga tersebut yang menyadari Lovisa terluka, dan segera menghampirinya. Arion merasa kesal dan beranjak pergi, tanpa melihat keadaan Lovisa.
"Lovisa kepalamu berdarah." Kata penjaga dengan panik.
Arion menghentikan langkahnya, dan segera menghampiri Lovisa dan menggendongnya ke ruang kesehatan.
"Hiksss...hikssss." Lovisa yang masih menangis tak henti.
Penjaga tersebut berdiri, dan menggelngkan kepala lalu berguman " Anak zaman sekarang, sampai rela terluka karena masalah kecil. Cek....."
Victoria, yang berdiri di depan kelasnya melihat Arion menggendong Lovisa.
Dia mengertakkan gigi lalu masuk ke dalam kelas, dengan wajah murung.
Ruang kesehatan
πΊπΊπΊπΊπΊ
"Pak, ada siswa yang terluka." Menerobos masuk, dan membaringkan Lovisa di tempat tidur.
"Ada apa? Mengapa kepalanya berdarah?" Tanya penjaga tersebut dan segeraΒ mengambilkan beberapa obat luka.
Lovisa diam tak berguman. Dia tertunduk dan membiarkan guru tersebut mengobati luka di kepalanya. Arion memperhatikan Lovisa dan berusaha untuk tidak mengungkit masalah tadi.
"Untung lukanya hanya kecil. Tapi jangan kena air selama 2 hari iya! Agar lukanya cepat mengering." Ujar guru kesehatan tersebut, sembari meletakkan perban yang di tanganya.
"Aku akan pergi ke kelas, jika kamu mau pulang aku akan meminta surat izin dari ruang BP!" Berpikir, bahwa dirinya telah bersalah.
"Iya, lebih baik kamu pulang istirahat! Luka mu pasti sangat sakit, karena di bagian kepala." Ujar pak guru tersebut.
Lovisa hanya menundukkan kepalanya, ingin marah tapi tidak mampu mengatakan apapun.
"Tunggu sebentar!" Pintah Arion, lalu pergi menggambil surat izin.
Desa
π»π»π»π»π»
Suasana di rumah Lovisa yang begitu damai. Ibunya menganyam dan ayahnya yang sedang membantu istrinya tersebut.
__ADS_1
"Ma, besok di saat hasil panen kita sudah di jual kirimkan lha sedikit untuk uang saku Lovisa!" Menganyam dengan teliti.
"Semoga hasil panen kita kali ini memuaskan iya yah! Kita juga tidak pernah lagi memberikan uang saku pada Lovisa selama dia SMA." Tersenyum dan mengingat putrinya.
"Aku masih kwatir, apakah dia di sana punya teman atau nggak." Tanya ibunya dengan sedih.
"Lovisa adalah gadis yang baik, pasti dia akan punya teman."
"Aku harap juga begitu, tapi hidup di kota sangatlha sulit. Lovisa mungkin di bully karena miskin, dan juga tidak pintar dalam pelajaran apapun." Menghentikan ayamananya, dan suasana hati yang sedang rindu.
"Apa kamu yakin putrimu bodoh? Aku rasa dia seorang gadis yang pintar, hanya saja dia belum pernah menunjukkan kemampuannya pada kita." Tersenyum berusaha menghibur istrinya.
Ibunya meneteskan air mata mengingat Lovisa. Dia mengelapnya merasa malu dan begitu merindukan putrinya tersebut.
"Ma, jika kamu terus kepikiran dengan Lovisa nanti dia merasa sedih juga di sana. Jika dia tidak merasa nyaman di sana pasti sudah mengatakanya pada kita." Meegang tangan istrinya untuk menenangkan.
"Aku hanya sedih aja yah, sejak kecil Lovisa belum pernah punya teman. Bahkan sering di bully karena sikap pendiamnya." Wajah yang begitu sedih.
SMA 2 kota B
πΊπΊπΊπΊπΊ
"Jiera, apa kamu mau ikut menjenguk Lovisa?" Tanya Egmont yang sudah mengetahui bahwa Lovisa terluka.
"Huh, kamu mamang bukan teman yang setia." Menghela napas dan duduk di kursinya.
Suasana kelas tiba-tiba heboh, dan siswa yang di luar kelas masuk dan merasa senang. Victoria duduk sembari mencoreti bukunya.
Arion datang ke kelas tersebut, dan berdiri di depan pintu dengan kedua tangan di dalam kantong celana. Siswa mulai heboh dan berbisik-bisik sembari melirik ke arah Victoria.
"Wah,,, seorang pangeran datang ke kelas kita." Wajah memerah.
"Lihat tatapannya yang penuh cinta itu!" Tersenyum, dan merasa jatuh cinta.
"Walaupun dia tampan, tapi apa kalian tidak tau bahwa dia datang hanya untuk menemui Victoria?" Bisik Nisa pada temannya di belakang.
"Iya benar. Ahh,,, Victoria kamu benar-benar beruntung." Bisik siswa di sampingnya.
Victoria terdiam tak berguman dan menatap Arion. Semua semakin heboh dan berbisik-bisik. Arion menghampiri meja Victoria dan, yang membuat jantung Victoria berdetak dua kali lebih cepat.
"Apa dia sedang menghampiriku?" Bisik dalam hati.
Berdiri di hadapan Victoria, dan meletakkan kedua tanganya di atas meja Victoria sembari membungkuk. Semua siswa berguman, dan berbisik semakin heboh.
__ADS_1
"Me...mengapa dia seperti ini? Dia juga menatapku seperti itu." Bisik dalam hati dan tidak berguman sedikit pun.
"Hmmm..."
"Cieeee,,,cieee."
Kehebohan yan semakin menjadi-jadi. Arion mendekatkan wajahnya ke hadapan Victoria. Dan menaikkan sebelah alis, dengan tatapan penuh makna.
Victoria terbelahak dan jantungnya semakin berdebar. "Bagaimana ini? Dia juga ingin menciumku sekarang." Bisiknya, lalu merasa begitu senang dan penuh cinta.
"Aku nggak bisa menolak ciuman ini, aku harus menerimanya. Ini kesempatan bagus untuk menunjukkan pada mereka semua." Bisik dalam hati, dan menutup mata sembari memoyongkan bibirnya.
"Wahhh,,, Victoria benar-benar gadis yang beruntung." Guman Jiera dengan senang.
Egmont tersenyum sinis dan merasa tidak senang.
"Mereka ingin berciuman, kita harus menutup mata." Bisik siswa satu sama lain.
Arion menatap Victoria sembari mengerutkan dahi. Dan kebingungan, lalu berdiri seperti biasanya.
"Huuuuuhhhhhh. Gagal deh." Guman beberapa murid di ruangan tersebut.
Victoria masih memoyongkan bibir, lalu terkejut dengan guman murid-murid tersebut. Dia tersadar dan merasa begitu malu, dengan wajah yang memerah.
"Ada apa?" Tanya Arion dengan arogant.
"Ng...ngak ada.." Canggung
Victoria dengan percaya diri bicara dengan penuh cinta.
"Ada masalah apa kak Arion mencariku?" Tersenyum hangat dan malu-malu.
"Ohh. Apa kamu tau yang mana tempat duduk Lovisa?" Berbicara datar.
Jiera langsung berdiri dan melambaikan tangan, dengan senang.Β Murid lain kaget dan terdiam. Victoria merasa malu sembari menggengam penanya.
"Kak Arion disini! Ini tempat duduk Lovisa." Merasa senang untuk temanya.
πππππ
~**Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca karyaku. Semoga kalian suka dengan karyaku.π
Salam hangatkuπ**
__ADS_1