Pelukan Hangat

Pelukan Hangat
Bab 38


__ADS_3


Jiera dan Lovisa pergi ke sebuah SPA yang ada di dekat mall. Jiera sahabat yang begitu perhatian dan tidak pernah merasa angkuh.


"Halo nona, ada yang bisa kami bantu?" Tanya karywan di SPA tersebut.


"Iya, teman saya ingin melakukan beberapa treatmen. Kamu tolong berikan pelayanan yang baik iya!" Pintah Jiera.


"Jiera, apa ini tidak terlalu berlebihan? Aku cukup hanya hair mask tidak usah yang lain!" Kwatir.


Jiera menoleh ke Lovisa yang berdiri di sampingnya. Dia tersenyum sembari menghela napas dan mencoba untuk meyakinkan temanya itu.


"Nona, silahkan duduk di sini dulu!" Pintah karywan tersebut sembari menujukkan ruang tunggu.


"Iya, terima kasih." Sahut Lovisa.


"Lovisa kamu harus mengubah penampilan mu! Bukankah kamu ingin bekerja?" Serius.


"Iya tapikan, tidak perlu juga sampai seperti ini?"


"Duh,,,anak yang satu ini. Kamu itu akan kerja di perusahaan TC, jadi tentu dong harus tampil cantik."


"Hah TC? Bukanya itu perusahaan yang menampilkan model yang berbakat dan trampil?" Bingung.


"Hmmm, benar. Dan perusahaan itu juga saat ini membutuhkan banyak karywan. Dan kemungkinan jika kita mengubah sedikit penampilan mu maka mereka bisa jadi tertarik akan menggunakan mu jadi seorang model." Semangat.


Perusahaan TC (Tampil Cantik) di kenal sejak dulu, bahkan saat ini perusahaan itu telah di beli oleh seorang pemuda yang berbakat. Setelah beberapa bulan terakhir. Di saat dia membeli perusahaan tersebut, semua karywan di sana di ganti total, dan model yang di datangkan langsung dari berbagai negara.


"Non, silahkan lewat sini!" Seorang karywan SPA.


"Lovisa aku akan menjemput mu setelah selesai. Kamu kirimkan pesan saja iya! Aku ada urusan sebentar di kantor." Guman Jiera.


"Iya iya, sebelumnya terima kasih Jiera."


"Tolong kamu berikan dia pelayanan yang memuaskan iya! Tapi jangan mahal-mahal juga. Wheheheh." Berbisik pada karywan.


🌺🌺🌺🌺🌺


Arion pergi ke perusahaan dan melakukan pertemuan-pertemuan serta mengadakan rapat. Semua terlihat begitu serius bekerja, dan tidak ada senyuman sedikit pun.


"Sebagai penanggung jawab untuk proyek kali ini, aku sarankan agar mengerjakan semua proposal dalam dua hari! Dan penanggulangan yang akan di lakukan setelah proposal dengan waktu 8 jam!


Sebagai karywan di perusahaan ini, saya rasa kalian harus bisa saling mengerti! Tidak bermalas-malasan, melakukan pekerjaan tepat waktu, datang ke kantor tepat waktu, tidak bisa telat atau cepat semenit pun!


Jika ingin lembur tidak di perbolehkan di dalam perusahaan ini, namun kita akan bekerja lembur di gudang yang telah di renovasi di sebelah barat!"


Semua yang di ruang rapat saling menatap satu sama lain dan wajah semakin menengangkan mendegar hal tersebut. Arion yang begitu tegas dalam bekerja membuat karywan terdiam dan tidak bisa berkutip untuk bermalasan.


"Apa ada yang mau di tanyakan?" Guman Arion.

__ADS_1


Semua menggelengkan kepala dan terdiam. Suasana di ruang rapat yang begitu menyeramkan seakan serangan yang bertubi-tubi pada karywan.


"Oh iya, besok penerimaan karywan akan di laksanakan paling lama 2 jam! Paling lama! Tidak bisa kurang dan tidak bisa lebih dari 2 jam juga! Kita harus mendatangkan karywan yang berpendidikan, berkrakter, etika yang tinggi, dan saling menghargai!


Jika ada satupun dari hasil pendaftaran untuk karywan baru yang tidak seperti saya sebutkan, maka yang bertanggung jawab kalian semua! Untuk itu bekerja sama lha untuk menjadikan karywan yang kompeten dalam segala hal!"


Semua karywan di dalam ruangan itu hanya diam dan saling menatap satu sama lain. Lalu menggeleng kepala, dan juga menganggukkan kepala. Suasana yang begitu menengangakan di hari pertama bekerja untuk semua karywan.


"Ada yang mau di tanyakan?" Serius.


Arion melihat satu-persatu wajah karywan yang ada di ruang rapat. Dia menghela napas dan menaikkan bahunya.


"Baiklha sepertinya tidak ada masalah dalam hal ini. Rapat sudah selesai, silahkan kembali bekerja!" Pintahnya.


Setelah keluar dari ruangan semuaΒ  karywan saling berbisik-bisik. Dan wajah yang sedari tadi menegang dan mulai rilex setelah pergi dari ruangan itu.


"Aku kira karena dia tampan, begitu lembut. Ternyata dia seorang yang mengerihkan. ihhhh." Guman seorang karywan pada karywan lainnya.


"Aku hampir tidak bisa bernapas mendegar perkataanya itu."Β  Wajah kesal.


"Sepertinya kita akan mati secepatnya, dia bagaikan singa yang sedang mengancam lho."


"Heh, kalian harus tau juga! Dia itu masih muda sudah berlagak seperti itu, dan aku dengar keluarganya tidak begitu harmonis."


"Benarkah? Wah pantasan saja tidak memiliki sisi yang lembut."


Karywan perempuan yang ahli dalam bergosip. Mereka berpikir bahwa ketampanan Arion pertanda untuk hal baik. Ternyata mereka salah prediksi, dan tidak menyukainya.


"Aku rasa kita tidak akan bertahan lama di sini. Aku bahkan meninggalkan kekasih ku di desa, hanya untuk bekerja di perusahaan baru ini. Tak di sangka bosnyaΒ  begitu mengerihkan." Sedih.


"Syuttt,,,kalian berdua jangan banyak bicara! Gimana klo bos mendegarnya?" Lembut dan aura kesal.


"Iya benar. Tapi dia benar-benar seperti singa. Bukan, tapi monster. Huhuuuu."


Dua pria itu berjalan sembari mengosip dan tidak menyadari Arion di belakang, yang menahan amarah.


"Monster? Wah dia seperti monster juga iy?" Tanya Arion dengan wajah sangat kesal.


"Iya, aku ingin mengundurkan diri saja. Jika tidak aku takut mati, padahal belum menikah. Huhuhuu..."


"Ckckckck,,,,,"


"Kamu kenapa begitu santai sih?" Mereka berdua serentak bertanya dan menoleh ke belakang.


"Arghkkkkk." Saling berpelukan dengan ke takutan.


"Jadi kalian aku pekerjakan hanya untuk mengosipiku?" Marah besar.


"Ahhh,,ma,,,ma,,,maf tuan. Ki....ki....ki....kita hanya tidak sengaja." Ketakutan.

__ADS_1


"Tidak sengaja? Semua kembali ke ruang rapat!" Pintahnya dengan tegas, dan penuh kekesalan.


Semua karywan jadi ketakutan dan gemetaran. Mereka berdiri di belakang kursi masing-masing dengan kepala yang tertunduk. Arion berdiri di ujung meja ruang rapat, dengan tatapan mematikan.


"Hohoho,,,jadi kalian berani datang juga?" Kesal.


Semua tertunduk dan tidak ada yang berani berkutip sedikit pun. Arion mengambil ponselnya dan menelpon Rismon sekretarisnya.


"Apa kamu sudah gila? Kamu memasukkan orang-orang yang seperti ini ke dalam perusahaan." Meneriaki dengan keras lalu memutuskan panggilan.


Arion melihat semua karywan tersebut satu persatu. Dia memperhatikan dengan teliti, sembari mengerutkan dahi. Semua karywan gemetaran, dan mata yang berkaca-kaca ingin menangis.


"Ckckck,,, berani-beraninya mengosipi ku. Ternyata selemah ini menghadapi ku? Ckckck, sangat menyebalkan."


Arion kembali duduk ke kursinya, dan memperhatikan karywannya itu.


"Berdiri di sana! Berbaris lah agar aku bisa lebih muda memberikan hukuman!" Pintah Arion dengan nada datar.


Semua berbaris sesuai perintah dari Arion. Arion mengangguk-anggukan kepalanya sembari menghela napas, lalu bersender ke punggung kursi. 5 menit berlalu, mereka masih tetap berdiri.


"Fiuhhh,,,tidak ada untungnya aku mempersulit kalian. Kalian benar-benar lemah, apa kalian sebelumnya pernah kerja gak sih? Menyebalkan." Gumanya.


Ponsel Arion berdering di atas meja. Dia melihat yang tertera di layar ponselnya Adrian. Dia pun berdiri dan menatap semua karywanya dalam beberapa detik.


"Keluar lha!Β  Aku akan memberikan kalian hukuman besok lusa." Pintahnya dengan nada yang santai.


Semua karywan langsung buru-buru keluar dari ruangan itu, dan sebagian dari mereka menangis tereduh-seduh karena ketakutan.


Arion menjawab panggilan di ponselnya dan menempelkan pada telinga.


πŸ“² "Arion aku ada kabar baik untuk mu." Suara yang bahagia di dalam ponsel.


πŸ“² "Fiuhhhh,,,aku kira kamu akan memberikan kabar buruk." Legah.


πŸ“² "Apa kamu sudah masuk kerja?" Tanyanya.


πŸ“² "Iya, aku sudah kerja hari ini. Cepatlha katakan apa kabar baik mu itu?"


πŸ“² "Kamu sungguh penasaran iya?"


πŸ“² "Aku tidak punya banyak waktu untuk mendegar mu." Kesal.


πŸ“² "Hari baik gini tidak punya waktu? Seharusnya kan kamu senang, lalu mengajakku pergi merayakan untuk hari ini."


πŸ“² "Kamu sudah bosan hidup iya?" Meneriaki.


πŸ“² " Berhubung hari ini kamu merasa bahagia jadi aku nggak akan segan memberi tahukanya." Semangat.


πŸ“² "Bahagia dari mananya? Pertama kali datang kerja, di gosipi sama bawahan sendiri. Sungguh sulit di percaya." Kesal.

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€



__ADS_2