Pelukan Hangat

Pelukan Hangat
Bab 12


__ADS_3

Arion segera beranjak setelah mengambil tas Lovisa. Egmont merasa tidak senang. Jiera tersenyum hangat, dan ramah pada Arion.


"Egmont? Apa yang terjadi pada Lovisa?" Menanyakan pada Egmont dengan penasaran.


"Benar-benar teman yang tidak bisa di andalkan." Berguman dan mengambil sebuah buku dari dalam tasnya.


"Victoria? Kemana Lovisa?" Tanya Jiera.


Victoria yang merasa begitu kesal, dan menoleh ke arah Jiera lalu mengabaikannya.


"Victoria? Mengapa nggak menjawabku? Apa kamu melukai Lovisa?"


Teriak Jiera dengan geram.


Semua murid di dalam kelas tersebut sadar bahwa Lovisa belum terlihat sejak tadi pagi. Mereka pun berbisik menanyakan apa yang sedang terjadi. Victoria berdiri dan membalikkan badan lalu menatap Jiera dengan sangat tajam.


"Apa kamu nggak sadar? Teman mu sendiri yang melukaiku, dan kamu bertanya padaku? Chiii..." Terenyum sinis sembari menyilangkan kedua tangan di depan dada.


"Wanita sekarang klo udah cantik, pasti berulah. Memuakkan." Guman Egmont dengan kesal.


"Egmont jaga mulutmu! Apa aku ada menyinggungmu?" Tanya Victoria sembari mengerutkan dahi.


"Nggak menyinggung, tapi karena bukan kau mana mungkin kepala Lovisa bisa sampai berdarah." Kesalah pahaman.


"Benarkah kepala Lovisa berdarah?"


"Mungkin, makanya belum kelihatan dari tadi."Bisik pada teman di sampingnya.


"Sungguh memgerihkan." Melirik Victoria.


Suasana kelas yang masih heboh. Victoria mengambil penanya dan melemparkan pada Egmont. Dia merasa lebih kesal mendegar perkataan Egmont.


"Srakkk...." Sebuah pena melayang, mengenai dinding.


"Di dunia maya begitu anggun, dan dunia nyata yang mengesankan." Guman Egmont dan mengambil pena tersebut lalu memberikannya kembali pada Victoria.


"Egmont, kamu jangan salahkan aku betindak kasar karena telah menghinaku!" Wajah penuh ke amarahan.


Teman di samping Victoria menenangkanya. Victoria mengepalkan tangan dengan tatapan yang berapi-api.


"Baiklha, aku menantikanya. Aku juga tidak menyukai orang yang selalu mengusik orang lain." Jawab Egmont dengan ketus.


Vila green house


🌺🌺🌺🌺🌺


Lovisa duduk di meja belajarnya sembari membaca sebuah buku pelajaran. Dia tampak sedang memikirkan sesuatu.


"Tap...tap..." Suara hentakan kaki.

__ADS_1


"Dia sudah pulang, apa yang harus aku lakukan?" Kwatir karena kejadian di perpustakaan.


Lovisa segera beranjak untuk menutup pintu kamarnya. Dia melirik ke kanan dan kiri, tak lama kemudian Arion berdiri di depan kamarnya.


"Arghhkkkk..."Panik, dan canggung.


"Apa kamu pikir aku hantu?" Tanya Arion dengan wajah tanpa ekspresi.


"Bu...bukan, aku hanya terkejut. Whehehehh." Gagap.


"Nih!" Memberikan tas milik Lovisa.


"Tasku...? Makasih kak Arion." Tersenyum paksa.


Arion pergi begitu saja, tanpa ekspresi. Lovisa merasa lega karena Arion nggak mengungkit masalah yang terjadi. Lalu menutup pintu kamarnya, dan menghela napas dengan tenang.


"Jam berapa sekarang?" Berbisik dalam hati sembari menoleh ke jam dinding.


"Astagah, aku belum menyajikan makan siang." panik, dan buru-buru.


Arion meletakkan tas, dan membuka seragam sekolahnya. Ponsel Arion berdering dan segera mengambil lalu menjawab panggilan dari ibunya.


"Halo?" Suara wanita dari dalam ponsel.


"Iya ibu, ada apa?" Sembari membuka lemari pakaian.


"Apakah kamu sudah pulang dari sekolah?" Tanyanya dengan lembut.


"Apa yang kamu katakan? Apakah ibumu nggak bisa menelponmu? Dasar anak nakal." Merasa jengkel.


"Aku masih harus pergi latihan lima menit lagi." Mencari alasan yang kurang tepat.


"Ibu mau bilang, agar kamu membantu Lovisa untuk membelikan ponsel dan beberapa barang untuknya. Sejak dia datang, ibu belum pernah memberikan sesuatu untuknya." Pintah ibu Arion dengan penuh harap.


"Aku sudah menyuruh paman Jaka."


"Arion, apa kamu tidak kasihan dengan paman Jaka? Istrinya baru saja melahirkan, mengantar kamu ke sekolah aja sudah syukur. Masa kamu menyuruhnya untuk menemani Lovisa?" Merasa kecewa.


"Aku akan menyuruh Egmont. Udah iya aku tutup dulu, mau berangkat. Dah ibu." Segera memutuskan panggilan.


**Kantor direktur.


🌺🌺🌺🌺🌺**


"Bukankah hari ini Arion nggak punya jadwal belajar di luar sekolah?" Guman seorang wanita yang sedang duduk di kursinya.


Wanita itu adalah ibu Arion. Setiap hari dia mendapat tentang Lovisa dan Arion di sekolah dan rumah. Bahakan kejadian hari ini dia tau, dan merasa kwatir jika Lovisa memberitahu orang lain bahwa Arion anak yang sudah melukai seseorang dari keluarga miskin.


"Nggak, aku harus membuat Arion dan Lovisa dekat. Jika mereka semakin dekat maka, Lovisa akan menceritakan pada orang lain bahwa Arion dan keluarganya seperti malaikat, maka suamiku akan muda untuk mendapatkan ketenaran di dunia bisnis juga."

__ADS_1


Berpikir keras dan berusaha untuk memanfaatkan keberadaan Lovisa yang sedang bersamanya.


"Bagaimana pun aku harus mencari muka di depan publik, dan itu mempermudah ku untuk mengambil jabatan. Whehehehhh."


Segera beranjak dari tempat duduknya, lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut. Wanita yang masih terlihat muda walaupun umurnya tidak sesuai dengan wajah anggunnya.


Apartemen Plus


🌺🌺🌺🌺🌺


Sebuah apartemen tempat tinggal Victoria. Apartemen tersebut begitu megah, dan di hiasi oleh barang-barang yang mewah. Victoria berdiri di halam kamarnya dan memandangi view yang begitu cantik.


Seorang pelayan datang menemuinya, dan meminta Victoria untuk pergi ke ruang makan! Victoria melirik pelayannya dengan sinis dan mengabaikan.


"Non! Ini sudah jam 3 sore, bagaimana jika nona sakit?" Tanya pelayannya dengan nada lembut.


"Aku mau makan di luar, pergilha!" Bicara dengan kesal.


"Baiklha, aku akan menyuruh Imran untuk menemanimu." Melihat Victoria, dan mencoba untuk sabar.


"Aku mau pergi sendirian. Dan katakan pada yang lainnya, agar nggak memberitahu pada ayah!"


Victoria yang selalu di pantau oleh ayahnya, sehingga membuatnya sulit melihat dunia luar. Kemana pun dia pergi harus berhati-hati karena para reporter dan wartawan yang selalu mencari tahu tentang keluarga ayahnya.


Memiliki ayah seseorang yang terkenal bukan hal yang muda untuk di hadapi.


"Sepertinya malam ini akan seru klo aku pergi bersenang-senang dengan Nisa."


**Vila green house.


🌺🌺🌺🌺🌺**


"Kak Arion, makan siangnya sudah di sajikan!" Memanggil dari lantai bawah.


Melirik ke arah Arion yang datang, dan tercengang tanpa sepatah katapun.


Arion turun sembari memakaikan jam tanganya. Dia berbeda seperti yang biasanya, dan sekarang mengenakan kemeja dan celana Slim Fit.


"Dia begitu tampan. Terlihat seperti seorang boy band." Berbisik dalam hati sembari melotot.


Arion menarik kursi dari bawah meja dan duduk. Lovisa terus menatapinya tanpa berkedip. Arion meraih sebuah sendok dan memukul-mukulkanya pada mangkok sayur.


"Teng...teng...tengg..." Suara mangkok tersebut. Lovisa terkejut, dan merasa canggung.


"Habis makan kita pergi keluar sebentar!" Bicara sembari menggambil lauk ke piringnya.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ


~**Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca karyaku. Semoga kalian suka dengan karyaku.😊

__ADS_1


Salam hangatku😘**


__ADS_2