
"Keluar?" Bingung.
"Ibu ku yang bilang, nggak usah banyak pemikiran aneh!" Jawabnya dengan ketus.
"Ohhh." Gumanya.
"Apakah dia keluar berpakaian seperti itu? Anak kota memang sangat berbeda dengan di desa, fiuhhhh." Bisik dalam hati dengan bingung.
"Hari libur besok kita pergi ke rumah temanku! Dia ulang tahun, dan mungkin kita juga bisa nginap di sana." Ujarnya tanpa ekspresi.
Lovisa bertanya-tanya dalam hatinya. Sifat yang tiba-tiba berubah sejak tadi siang, dan cara bicara yang tidak seperti biasanya.
"Apakah karena dia merasa bersalah di perpustakaan tadi pagi?" Tanya Lovisa dalam hati, sembari memperhatikan Arion.
"Bahkan makan pun terlihat tampan. Apakah aku bisa memilikinya? Aku benar-benar ingin menatapnya terus seperti ini." Melihat Arion yang mengunyah dengan sempurna, tanpa sadar Lovisa hanya mengigit sendok.
"Mengapa wanita ini menatapku seperti itu?" Melihat Lovisa, dan segera berdiri.
"Ehhh." Kaget, dan segera menghabiskan makananya.
Setelah beberapa jam mereka pun pergi ke sebuah mall. Arion jalan di depan Lovisa dengan kedua tangan di kantong celana. Lovisa melihat-lihat sekelilingnya, dan tertarik dengan sebuah gaun pink soft yang bermotif polos.
"Hei! Aku akan melihat beberapa barang, kamu pilih dulu yang ingin kamu beli!" Membalikkan badan.
"A...aku nggak mau beli apa-apa kok." Jawabnya.
"Aihhzzz,,, aku tidak mau tau! Aku nggak ingin ibuku mengomel setiap saat!" Ujar Arion dan pergi ke toko ponsel.
Lovisa merasa senang bisa belanja di tempat seperti itu. Dia menyentuh gaun yang sudah dia perhatikan sedari tadi, dan melihat ke belakangnya ada toko sepatu sekolah. Dia teringat akan kedua adiknya di kampung, lalu membeli 2 ukuran yang berbeda.
"Mungkin sepatu mereka sudah bolong, aku juga masih punya beberapa gaun yang baru." Gumanya, dan menatapi gaun tersebut sembari menghela napas.
Lovisa melihat buku-buku dan menemukan sebuah buku diary. Dia tersenyum dan membeli buku tersebut.
"Kak Arion kemana iya? Kok lama?" Tanya dalam hati, dan masih menoleh ke gaun pink tersebut.
"Victoria, ini gaunya sangat bagus." Ujar Nisa sembari memegang gaun tersebut.
Victoria dan Nisa juga ada di sana. Victoria yang merasa bosan di aparteman dan mengajak temanya untuk berbelanja. Victoria menempelkan ponselnya ke telinga.
"Victoria, apa kamu sudah gila? Kembali ke aparteman sekarang!" Teriak seoarang pria dari dalam ponsel.
Victoria segera menjauhkan ponselnya dari telinga dengan raut wajah tidak senang. Lalu menokaktifkan ponselnya dan menaruh ke dalam tas.
__ADS_1
Arion menghampiri Lovisa dengan sebuah barang di tanganya. Lovisa terlihat tidak semangat, di saat melihat gaun yang dia suka akan jatuh ke tangan teman satu kelasnya.
"Mungkin lain kali aku bisa membeli gaun seperti itu lagi. Huuu....." Menghela napas.
Arion mendegar perkataan Lovisa dan menoleh ke arah gaun yang di perhatikan Lovisa.
"Apa kamu sudah selesai belanja?" Tanya Arion sembari memberikan barang yang di dalam tanganya pada Lovisa.
"Udah." Tersenyum.
"Wanita ini bisa berubah dalam sekejab. Barusan wajahnya terlihat menyedihkan, dan sekarang bisa tersenyum." Bisiknya dalam hati.
Lovisa jalan sembari membawa barang-barangnya ke tempat kasir. Dia berusaha untuk bisa merelakan keinginannya tersebut.
"Kak Arion?" Teriak Victoria, dengan penuh pesona di saat melihat style Arion yang berbeda.
"Wanita ini lagi?" Berbisik dengan kesal.
Victoria menghampiri Arion, dan berpikir ingin mengajaknya untuk berbelanja.
Victoria tersenyum bahagia dan raut wajah tak bisa di jelaskan.
"Lovisa? Sepertinya gaun ini cocok untukmu!" Langsung memanggil Lovisa, untuk menghindari Victoria.
"Mengapa dia memanggilku? Duhh... dia sendiri yang menyebabkan masalah. Bagaimana klo Victoria dan Nisa salah paham?" Cemas.
"Aku udah beli ini!" Guman Lovisa dengan gelisah.
Arion menarik tangan Lovisa sembari menyuruhnya untuk mencoba gaun tersebut. Lovisa dengan canggung menuruti pintah Arion.
Nisa terbelahak, dan tidak mengerti apa hubungan antara Arion dan Lovisa.
Sedangkan Victoria yang begitu kesal dengan raut wajah yang begitu emosi.
"Sini belanjaanya! Pergilha coba apakah muat dengan ukuranmu?" Pintah Arion, dan mengambil barang bawaan Lovisa dari tanganya.
"Mengapa dia begitu aneh?" Bisik Lovisa dalam hatinya, sembari pergi ke ruang ganti.
"Apa kalian berdua juga sedang berbelanja?" Tanya Arion pada Victoria.
"Iya. Setelah ini kami mau pergi ke taman hiburan, apa kak Arion juga ingin ikut bersama kami?"
Victoria berusaha untuk menahan amarah. Nisa hanya diam berdiri dan bingung.
__ADS_1
"Ahhh, aku nggak bisa. Hari ini aku harus menemani seseorang berbelanja." Jawab Arion sembari melirik ke ruang ganti.
"Apakah kak Arion dan Lovisa berpacaran?" Tanya Nisa dengan takut-takut.
Arion mengarut kepalanya dan menundukkan kepala sembari menoleh ke ruang ganti. Dia belum menjawab pertanyaan Nisa, dan Lovisa keluar memakai gaun pink soft yang terlihat begitu cantik di badanya. Arion memalingkan perhatiannya, karena melihat gaun tersebut begitu cocok dengan Lovisa.
"Itu cocok, cepatlha ganti kembali!" Pintah Arion degan cepat.
Victoria merasa cemburu, dengan wajah yang mulai memanas ingin marah.
Dia mengepalkan tanganya, dan menatap tajam pada Lovisa. Nisa menarik tangan Victoria, dengan cemas.
"Victoria, bukankah kita mau berbelanja?" Tanya Nisa, sembari tersenyum.
"Hmmm, aku nggak ingin belanja. Ayo kita pergi ke tempat lain saja!" Guman Victoria dengan kesal, sembari melirik Arion.
Arion memperhatikan belanjaan yang di beli Lovisa, dan mengerutkan dahi.
"Mengapa wanita itu membeli sepatu sekolah dengan ukuran yang berbeda?"
Gumanya dengan bingung.
Lovisa menghampirinya, dan mengambil kembali barang belanjaan yang ada di tangan Arion. Dia merasa canggung dengan sikap Arion barusan.
"Sini aku bawa belanjaannya kak!" Guman Lovisa dengan canggung.
Tidak terasa hari sudah mulai gelap. Arion dan Lovisa berjalan ke halte bus, dan di sepanjang perjalanan mereka diam satu sama lain. Arion yang jalan tanpa bicara sepatah kata pun, membuat Lovisa untuk memilih ikut diam.
Belum sampai di halte bus, awan mulai mendung, dan rintikan hujan turun.
🍀🍀🍀🍀🍀
~Kira-kira Arion ada perasaan suka nggak sih sama Lovisa?
A. Iya
B. Ragu
C. Nggak
D. Jawab sendiri!
"**Terimah kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca karyaku, semoga suka dengan ceritanya iya.😊"
__ADS_1
Salam hangatku😘**