Pelukan Hangat

Pelukan Hangat
Bab 41


__ADS_3


"Bersusah payah mencari nafkah sekaligus sekolah, dan makan, makanan sisa


orang-orang demi untuk menemuinya.


Hiksss,,, dimana harga diriku sebagai wanita? Aku berharap dengan seseorang yang bahkan sudah melupkan ku.


Seharusnya aku sadar, sebelum perasaan ku semakin dalam. Bodohnya aku tidak bisa bepikir lebih baik, dan mengemis untuk bisa bangkit padanya. Aku bahkan tidak berterima kasih, mala tidak tau diri dan menaruh perasaan bodoh ini.


Jika aku bisa mengerti dengan kata-katanya waktu itu, maka aku tidak bertindak seceroboh ini. Aku tidak sadar, dia hanya menganggapku sebagai rakyat jelata yang mengemis belas kasihannya. Hiks,,,,,,


Aku hanya orang bodoh yang masih tetap hidup, di dunia yang mengerikan ini. Hiksss,,, huhuhuuu... karena orang tetap beranggapan orang miskin tetap lha miskin, dan hina. Dan orang kaya tetap lha kaya, dan terpandang."


Lovisa menangis tersedu-sedu mengingat semua hal yang dia lalui itu. Hingga tertidur dengan air mata yang masih belum mengering di pipinya.


🌺🌺🌺🌺🌺


Perusahaan TC.


"Rismon, hari ini kamu harus mengagalkan model baru itu! Jangan biarkan direktur bodoh itu bertindak untuk menang!" Pintah Arion.


Setelah mereka dia dan direktur utama membicarakan hal itu kemarin. Mereka pun sepakat untuk melihat apa kemampuan model yang di ajukanya itu. Namun Arion merasa hal itu sangat tidak bagus untuk perusahaan dan ingin mengagalkan keinginan direktur utama.


"Baik bos, aku akan memberikan tantangan yang sulit kali ini. Aku menyuruh pemotretan pertama di dalam air." Guman Rismon.


"Bagus. Kita lihat apa sih kelebihan wanita pilihanya itu? Sangat menyebalkan sekali, sehingga membuat ku kepikiran akan soal ini sepanjang malam." Guman Arion dengan kesal.


"Hohoho,,, aku rasa kali ini bos tidak akan marah lagi." Gumanya dengan senang.


"Kenapa masih berdiri disana? Cepat lakukan pekerjaan mu!" Dengan aura dingin.


Di sisi lain perusahaan tersebut sibuk mengatur tempat untuk pemotretan. Lovisa tiba di tempat kerja tepat waktu sesuai yang tertera di kontrak kerja.


Seorang karywan yang bernama Cika memanggil Lovisa ke ruang ganti. Lovisa begitu gugup, karena belum pernah melakukan pekerjaan itu sebelumnya.


Tidak lama setelah di ruang ganti, seorang wanita yang berpakaian cantik dan wajah full make up datang dari arah selatan. Dia tersenyum pada karywan yang ada di ruangan itu dan meletakkan koper yang dia bawa.


"Cika, dimana model kita?" Tanyanya dengan centil sembari mengayunkan tangan.


"Oh iya, aku perkenalkan ini model kita Lovisa. Aku serahkan sekarang pada mu Nisa!"


Cika memperkenalkan Lovisa pada orang tersebut lalu pergi membantu para karywan yang sibuk untuk pemotretan. Wanita yang di sebut Nisa itu tampak ramah.


"Hey, you. Seharusnya udah tau siapa aku kan?" Tanyanya dengan begitu centil. "Oke,,,oke,,,aku tau you, masih tidak mengenal ku. Aku Nisa, seorang make over profesional di kota ini." Gumanya.


Nisa seorang make over profesional di kota B. Tamatan dari universitas Eropa dengan jurusan kecantikan. Dapat penghargaan semasa kuliah, dan sifat sedikit sombong.


Setelah beberapa menit, Lovisa di dandani olehnya. Sembari mendandani Lovisa, Nisa menanyai tentang pasiennya itu.

__ADS_1


"Apa you, memang sudah punya keinginan tersendiri untuk jadi seorang model?" Tanyanya sembari mengoleskan bedak di wajah Lovisa.


"Nggak, aku tidak pernah terpikir untuk jadi seorang model." Jawabnya dengan singkat.


"Hohoho,,, kamu mana mungkin jujur? Di lihat dari penampilan mu tanpa make up aja, udah menarik. Dan body mu sangat bagus. Pasti selama ini kamu berusaha keras untuk hal ini bukan?" Tanyanya.


1 jam kemudian.


"Wah ini benar-benar menggagumkan. Wajahmu terlihat bagaikan seorang ratu, lebih cocoknya seperti bidadari." Guman Nisa dengan terkejut.


Lovisa membuka matanya dan melihat dirinya di kaca. Dia sontak panik dan tidak menyangka bahwa yang ada di kaca adalah dirinya. Tim untuk menata pakaian segera membawa Lovisa untuk berganti pakaiannya.


Semua terkagum-kagum dengan kecantikan Lovisa yang luar biasa itu. Dia tidak mengira dirinya akan di perhatikan oleh orang-orang.


"Oke, semua tim bersiap-siap!" Guman seorang karywan.


"Tu...tu..tunggu!" Rismon tiba-tiba datang dengan terenggah-enggah.


"Ada apa?" Tanya ketua tim.


"Presdir mengatakan pemotretan di air tidak cocok untuk musim ini. Kita akan berahli ke pemotretan di taman!" Gumanya dengan tegas.


Semua tim saling melihat satu sama lain, dan bingung. Mereka mendapat surat perintah untuk melakukan pemotretan di air. Dan tiba-tiba menyuruh di taman, yang mungkin akan di tempuh selama 30 menit dari perusahaan.


"Apa maksudnya ini? Kita mendapat surat perintah dari presdir dan tidak mungkin dia mengubah tanpa sepengetahuan kita lebih awal?" Tanya ketua tim.


Tanpa banyak basa-basi semua tim segera menuju taman. Lovisa segera menyesuaikan riasan di taman, dan berganti pakaian. Dengan tim yang begitu kompak dan saling kerja sama membuat persiapan pemotretan lebih cepat.


"Jadi seorang model ternyata tidak seperti bayangan ku. Hari pertama aja, udah membuat pikiran ku hampir kacau.Huuhhh..." Menghela napas.


"Oke, semua tim sudah siap!?" Tanya ketua tim dengan semangat.


"Iya, mari kita mulai!" Jawab seorang fotografer.


"Dring,,,dring,,,dring,,,,"


Ponsel ketua tim tiba-tiba berdering, dan melihat panggilan dari sekretaris presdir. Dia segera menjawab panggilan itu, walaupun raut wajah yang sedikit kesal.


"Hei, apakah kalian bodoh?" Meneriaki dengan keras.


"Apa maksudmu?" Kesal.


"Bukankah aku menyuruh kalian melakukan pemotretan di alam liar, mengapa perginya ke taman?" Tanyanya.


"Bukankah kamu yang memberikan arahan ini? Jangan konyol, apa maksud mu?" Meneriaki kembali.


Semua tim kerja terbelahak melihat ketua timnya yang bicara dengan nada tinggi. Mereka segera menanyakan apa yang terjadi, dan saling menatap satu sama lain dengan panik.


"Jangan pikir aku dan tim ku akan mendegarakan mu!" Wajah yang semakin kesal.

__ADS_1


"Hohoho,,,santai ketua tim! Aku hanya tidak ingin menyulitkan mu dan semua anggota mu! Presdir bahkan mengatakan akan memecat semua tim pemotretan, jika salah bertindak!"


Ketua tim mengertakkan giginya dengan kesal, dan segera mengakhiri pembicaraan. Waktu semakin sedikit, dan tidak terasa sudah pukul 14:52 Pm. Bahakan mereka belum ada yang makan siang, dan istirahat sedikit pun sejak tadi pagi.


"Ada apa pak?" Tanya Lovisa kwatir.


"Kita salah melakukan tindakan pemotretan. Kita seharusnya melakuakn pemotretan di alam liar." Jawabnya dengan keadaan yang masih kesal.


"Hah!?" Guman semua anggota tim.


"Hey,,, you jangan bercanda! Ini sudah sore, bahkan kita belum makan." Guman Nisa.


"Apa yang terjadi? Sebelumnya kita tidak pernah mendapatkan perintah konyol seperti ini!" Guman Cika.


"Sudah-sudah tidak ada gunanya kita mempertanyakan hal itu sekarang. Lebih baik segera menuju gunung di desa C! Disana kita sudah sering melakukan pemotretan, ini tidak akan sulit juga. Kita makan sambil menuju kesana!" Pintah ketua timnya.


"No,,no,,,no. Aku gak akan mau. Ini seharusnya kita tanyakan dulu pada presdir. Mengapa bisa seperti ini?" Guman Nisa dengan kesal.


Lovisa yang belum berpengalaman itu tidak mengerti. Namun melihat semua tim yang begitu merasa lelah, kecewa dan kesal membuatnya penuh pertanyaan. Dia bertanya pada salah satu anggota tim, dan dia mendegar hal seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya.


🌺🌺🌺🌺🌺


Ruangan presdir


"Whahaahha,,,hahahahhah...."


"Aku pintar kan bos? Sekarang mereka pasti tidak bisa lagi berkata-kata dan putus asa begitu saja." Guman Rismon sembari terbahak-bahak.


"Aku belum mendapatkan hasilnya, untuk apa kamu terlalu bangga?" Aura dingin.


"Ehhh!? Tentu saja bos sudah berhasil. Tadi saat aku menelpon ketua tim, dia bahkan sanagat kesal." Jawabnya penuh keyakinan.


Arion tampak masih kwatir dengan hal tersebut. Dia belum pernah merasakan kegelisahan seperti itu sebelumnya, namun kali ini sangat berbeda.


1 jam berlalu.


"Tik,,tok,,,tik,,,tok,,,tik,,,tokkk"


2 jam berlalu.


"Tik,,,tok,, ,tik,,,tok ,,,tik,,,tok."


3 jam berlalu.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


"Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca karyaku, semoga suka dengan ceritanya iya!😊 Sebuah like, dan komentar dari kalian seribu makna dan kebahagian untukku."❀


__ADS_1


__ADS_2