Pelukan Hangat

Pelukan Hangat
Bab 42


__ADS_3


"Huh,,,untung kita bisa masih mengejar waktu." Guman ketua tim dengan lelah.


Semua tim terlihat kelelahan, dan wajah yang penuh keringat. Lovisa tersenyum kecil, melihat timnya yang bekerja keras itu.


Mereka tidak mengira akan menyelesaikan perkerjaan itu dengan cepat. Lovisa yang lahir dan tumbuh di pedesaan, sangat muda baginya untuk menyesuaikan posisi di alam liar.


Sebelum pemotretan semua tim begitu kacau, dan sudah menyerah. Mereka tidak tau apa yang dilakukan di alam liar, yang belum punya persiapan apa pun. Namun Lovisa punya ide tersendiri, dan menyuruh ketua tim untuk mencobanya.


"Oke, malam ini kita pergi merayakan ke berhasilan kali ini! Bagaimana menurut model cantik kita?" Tanya Nisa.


"A...aku gak bisa. Aku harus segera pulang." Jawabnya dengan gagab.


"What!? So you langsung pulang? No,,,no,,,no! Jika bukan karena kerja keras kamu dan semua tim kita nggak akan bisa berhasil. Jadi kamu harus ikut!" Nisa yang begitu berisi keras mengajak Lovisa.


"Iya! Dan malam ini kita harus mengundang sekretaris gila itu!" Guman ketua tim.


🌺🌺🌺🌺🌺


"Apa?" Panik.


"Maafkan kelalaian saya bos, tapi mungkin mereka juga sudah mengetahui rencana kita ini." Jawab Rismon dengan takut.


Arion yang mendegar keberhasilan model baru melakukan pemotretan itu, membuatnya tidak bisa percaya. Dia cukup bangga, dan terharu. Akan tetapi perasaanya campur aduk, dengan kegelisahan dan rasa kwatir.


"Dimana anak itu sekarang?" Tanya Arion.


"Me..mereka pergi merayakan ke berhasilan ini bos." Jawabnya dengan gagap.


"Bagus, kita juga harus pergi merayakannya bersama! Suruh semua karywan ikut!" Pintah Arion dengan tegas.


Arion berubah pikiran seketika di saat mengetahui model itu berhasil. Dia pun memutuskan untuk ikut berparitisipasi merayakan ke berhasilan itu, sekaligus ingin melihat modelnya.


"Mungkin perkiraanku yang terlalu bodoh. Fiuhhh,,,mendegar semua tim itu berhasil membuatku sebagai atasan ikut senang. Walaupun awalnya tidak bisa terima dengan pendapat bapak tua itu." Gumanya dalam hati.


Pukul 20.30 Pm


🌺🌺🌺🌺🌺


Semua tim yang asik menikmati makanan ringan dan juga ada yang minum. Mereka merasa lebih legah, dan tidak merasakan lelah setelah mendapat hasil kerja yang baik.

__ADS_1


"Ayo,,ayo! Kita akan merayakan hal ini sampai puas!" Guman seorang karywan.


"Iya benar. Lovisa, kenapa kamu tidak minum juga?" Tanya Nisa.


"Ahhh, maaf aku gak bisa minum. Whehehh" Jawabnya dengan lembut.


"Akhhh, model kita sepertinya sangat menjaga tubuh iya?" Guman ketua tim.


Mereka pun bersulang dengan gembira. Lovisa permisi ke toilet, karena merasa masih begitu canggung. Lovisa menghela napas, dan teringat akan kedua adiknya di rumah. Yang mungkin menunggunya untuk makan malam bersama.


Tidak lama setelah itu presdir datang ke tempat tersebut. Dengan raut wajah yang senang, dan malu dengan perbuatanya tadi.


"Hohohoo,,,karywan ku tampaknya sangat bersenang-senang iya?" Tanyanya.


"Buset,,,si laknat ini kenapa ada disini?" Guman ketua tim dalam hati.


Mereka begitu terkejut melihat kejadiran presdir, dan menyapanya dengan sopan. Mereka yang tadinya tersenyum, tertawa-tawa itu seketika berubah jadi diam.


"Pelayan!" Menaikkan tanganya ke atas memberi tanda.


Seorang pelayan datang dengan sebuah buku kecil dan pena di tangan. Semuanya masih terdiam, dan canggung. Arion duduk dan menyilangakan kakinya, dengan raut wajah serius, sembari melihat satu-persatu wajah mereka.


"Siapa model kita yang bekerja keras itu?" Tanyanya.


"Apakah kau?" Menujuk ke arah Nisa. "Kau?" Menujuk karywan lain. "Hah, kau kan?" Menunjuk ke arah Cika.


"Pfff...."


"Siapa yang, menyuruh mu tertawa?" Menatap ketua tim dengan tajam.


"Ma..maaf pak. Tapi model kita bukan salah satu dari mereka." Jawabnya dengan lembut.


"Siapa yang mencari ku?" Suara dari arah belakang.



Lovisa berjalan dengan anggun dan beriwibawa itu, mendekati tempat perkumpulan mereka. Rismon menoleh, dan tidak bisa berkata-kata melihat Lovisa yang begitu cantik.


"Duhh,,, gawat. Anak itu sepertinya akan membahas soal yang tadi. Ini harus di hentikan nih. klo nggak bisa-bisa atasan yang kurang waras ini membuatnya mati.


"Lovisa jangan bicara seperti itu!"

__ADS_1


Nisa segera menghampori Lovisa dan menyuruhnya untuk diam. Namun Lovisa begitu penasaran dengan siapa dia bicara, sehingga teman satu kerjanya terlihat gugup semua.


"Ohh,,, kenapa teman-teman jadi diam semua?" Tanyanya sembari mendekat.


"Duhhh,,,matilha. Wajah presdir sudah berubah seperti monster." Bisik ketua tim dalam hati.


Arion yang duduk dengan wajah penasaran ingin melihat model tersebut. Namun pandangan karywan melihat dia seperti monster yang memiliki mata merah dan wajah yang menyeramkan.


"Halo,,,ada apa? Apakah kamu atasan kami yang bodoh seperti monster itu?" Tanya Lovisa bercanda.


"Apa?" Berdiri dan menoleh.


"Krik,,,krik,,,krikk...."


Suasana menjadi sangat kacau, dan tidak ada yang bisa menatap apa yang akan terjadi. Lovisa terkejut ketika melihat orang yang berdiri di depanya itu Arion. Sekujur tubuhnya serasa menjadi kaku, dan darahnya mengalir dengan cepat.


"Di...di..dia? Mengapa dia ada disini?" Panik.


Arion terbelahak, di saat melihat Lovisa. Jantungnya berdegup sangat kencang. Dia membalikkan badanya dan duduk kembali, seperti bertemu dengan orang biasa.


"Oh, jadi dia model baru kita? Cepat duduk di tempat mu!" Guman Arion.


"Apa, dia benar-benar sudah tidak menyukai ku? ehh,,,bukan.Tapi dia kan ada di New York, sejak kapan dia di sini?" Bisik dalam hati dengan bingung.


Arion menuangkan minuman di ke gelas yang ada di depanya lalu menyodorkan pada ketua tim. Mereka bersulang untuk merayakan ke berhasilan tersebut. Lovisa tak berguman dan duduk seperti pantung hidup.


Pikiranya dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan tentang Arion. Dia tidak tau harus berbuat apa, di saat itu juga. Entah mengapa hatinya terasa sakit bagaikan di iris-iris melihat orang yang ada di depanya itu.


"Model kita juga harus ikut minum. Kenapa diam aja?" Guman Arion, sembari melihat Lovisa.


"Ahkk,,, dia nggak bisa minum kayaknya, bagaimana jika kita aja yang menikmatinya pak? Wheheheheh." Sahut ketua tim.


Lovisa menoleh ke arah Arion, dan mengangkat tanganya meminta pelayan untuk beberapa botol minuman. Seketika suasana canggung, dan karywan lain menoleh ke arah Lovisa.


"Bukankah kamu katakan tidak bisa minum?" Tanya Nisa.


"Bu,,bukan begitu kok. Aku tuh, bisa minum. Apalagi ada atasan kita di sini itu akan jadi lebih menarik bukan?" Gumanya dengan malu-malu.


"Hohoho,,,ternyata model baru kita orangnya tidak bisa di tindas iya? Baiklha gimana klo kita menghabiskan lima botol minuman untuk masing-masing?" Guman Arion.


Semua merasa senang, lalu Arion menyuruh Rismon untuk memesan beberapa botol minuman lagi.

__ADS_1


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


"Terima kasih telah meluangkan waktu untuk membaca karyaku, semoga suka dengan ceritanya iya!😊 Sebuah like, dan komentar dari kalian seribu makna dan kebahagian untukku."❀


__ADS_2