Pelukan Hangat

Pelukan Hangat
Bab 19


__ADS_3

Mereka pun bersenang-senang, dan menikmati acara sederhana tersebut. Egmont dan beberapa teman wanita membawa makanan dan minuman soda.


Lovisa ikut membantu mereka, dan meletakkannya di atas meja. Arion heran, dan bertanya pada Lovisa.


"Ada apa ini?" Bisik Arion pada Lovisa dengan kebingungan.


"Ayo kak Arion harus menikmatinya. Bukankah kemarin kak Arion ulang tahun? Jadi kita merayakannya sekarang oke!" Gumannya dan tersenyum.


"Wanita ini, kenapa terlihat lebih imut di saat tersenyum? Sepertinya aku belum pernah melihat dia tersenyum." Bisiknya dalam hati sembari memperhatikan Lovisa.


"Lovisa bantu Jiera mengangkat beberapa makanan lagi! Aku mau mengambil lunchpad dulu!" Guman Egmont sembari meletakkan beberapa makanan ringan di atas meja.


"Biar aku bantu!" Sahut Arion sembari menaikkan tangan switernya.


"Kak Arion bantu aku menghibur teman-teman aja!" Ajak Egmont.


Teman-teman yang di undang Egmont lumayan banyak juga. Mereka terlihat bersemangat dan mengucapkan selamat ulang tahun pada Arion. Teman satu kelas Arion tak menyangka bahwa Arion berulang tahun kemarin.


"Aku tak menyangka Arion sangat mempesona tanpa seragam sekolah." Guman seorang gadis satu kelas Arion.


"Aku juga berpikir begitu, bahkan senyumannya begitu memikat." Sahut yang lainnya.


"Tapi, siapa wanita itu iya?" Tanya seseorang gadis lagi.


"Dia adik kelas kita. Tapi kelihatanya mereka dekat deh." Sahutnya sembari menikmati sebotol soda.


Jiera dan Lovisa duduk setelah membawa makanan tersebut. Wajah Jiera memerah karena kecapean, dan merasa gerah.


"Aku kira nggak akan seperti ini." Guman Lovisa lalu bersandar ke sofa.


"Aku juga. Sejak aku tiba di sini aku langsung membantu bibi menyiapkan ini semua. Egmont hanya memainkan ponsel memberitahu teman-teman untuk datang." Menghela napas.


"Ahhh, tapi baguslha semua berjalan lancar."


"Ehh, Lovisa? Apa kamu dan kak Arion pacaran?" Bisik Jiera.


Lovisa terkejut, dan duduk "kamu sangat menjengkelkan. Mana mungkin aku dan kak Arion pacaran?" Jawabnya dengan tegas.


"Ohhh." Guman Jiera sembari berpikir, dan mengerutkan dahi.


"Oke teman-teman hari ini kita kan bersenang-senang. Tapi maaf iya, kita nggak meyediakan minuman keras! Bagaimana pun masa depan kita masih jauh lebih penting lho."Β  Sembari berdiri di panggung musik miliknya.


Egmont tersenyum pada semua temannya, dan menyuruh Arion untuk mengatakan sesuatu juga. Setelah beberapa menit, mereka memainkan musik bersamaan.


"Kak, Arion bantu aku untuk mengibur tamumu ini!" Bisiknya pada Arion.


Arion begitu senang, dan memainkan alat musik piano, sembari menyanyikan lagu "Save Me." Semua merasa senang dan meneriaki Arion.


Lovisa merasa lega, dan mengambil sebotol soda, dan beberapa makanan ringan. Dia memperhatikan Arion yang lihai memainkan piano tersebut.


Setelah beberapa lagu yang dia bawakan, Egmont pun memainkan musik djnya. Semua merasa senang da berjoget bersama. Tapi Lovisa hanya menikmati sodanya, sembari megetik-etik di layar ponselnya.

__ADS_1


Detakan jantung


🌸🌸🌸🌸🌸


Melirik seakan aku ingin memeluknya,


Tersenyum tanpa keraguan.


Dan berbisik pada hati sendiri.


Jangan membuatku bersalah,


Tetaplah mencintai dirimu,


Tanpa menyakiti, orang lain,


Hati yang tergerak, dan mulai mencari,


Apa aku harus berteriak?


Dan mengatakan pada dunia,


Aku telah melangkah kedepan,


Dan melihat keindahan yang tak pernah aku rasakan.


🌸"Impianku"🌸


1.Perasaan


Aku menoleh seakan ingin melihatnya lebih dekat. Kemudian dia melihatku, sembari tersenyum hangat. Jantungku tak berhenti berdetak dengan kecepatan dua kali lipat.


Akankah aku bisa meraihnya? Aku ingin membuatnya nyaman setiap saat bersamku. Aku tidak ingin membuatnya merasa kesepian, dan ingin menemaninya untuk sekian lama.


Hari ini, aku melihat segala sisi baik tentangnya. Tidak seharusnya seseorang yang arogant di hindari, aku belajar banyak hal tentangnya hari ini. Dia terlahir di keluarga yang terpandang, tetapi dia tidak terlahir di tengah keluarga yang penuh kasih sayang.


Bagaimana aku mempercayai setiap perkataan orang-orang yang mempunyai banyak uang, dan tidak berkekurangan? Aku telah salah, dan mengira dia hanya seorang yang memiliki tempramen buruk. Dia bersikap seperti itu hanya karena sebuah kasih sayang.


Aku akan berjanji pada diriku, ingin memberikanya kasih sayang yang sesunguhnya dan membawanya melihat dunia yang penuh dengan kehangatan.


Apa cuman aku gadis yang berpikir seperti ini? Aku sungguh bodoh, dan terlalu banyak berpikir. Aku juga menginggat di saat dia mulai bersikap hangat, dan membelikkan ponsel lalu mengajariku untuk menggunakanya. Aku akan berusaha untuk menujukkan apa yang sedang terjadi pada perasaanku.


Mengapa hatiku tiba-tiba terasa sesak di saat gadis lain tersenyum padanya. Dia juga menyapa mereka, membuatku semakin tak terkontrol. Aku ngak bisa mengerti apa yang terjadi, tapi aku yakin sesuatu telah terjadi dalam diriku.


Aku ragu akan perasaanku, aku berpikir untuk tidak melangkah lebih jauh, namun hatiku tidak bisa ditolak dan berusaha untuk tetap melangkah.


Aku sadar bahwa aku hanya lha seorang gadis yang miskin, dan nggak punya sesuatu yang di banggakan. Sedangkan dia seorang yang hidup tanpa kekurangan, bisa di katakan hidup yang sangat sempurna.


Tapi aku takut, aku tidak ingin memberitahunya bahwa aku telah jatuh hati. Dia mungkin akan merasa kesal, dan mengusirku dari hadapanya. Aku memilih untuk memendam, walaupun aku tau ini yang pertama kalinya untukku merasakan perasaan aneh ini.


Bersambung....🐰

__ADS_1


Pukul 20.34 Pm.


Acaranya selesai dengan penuh kebahagiaan. Semua merasa puas, dan bahagia merayakan acara sederhana tersebut. Egmont merapikan alat musiknya, dan menyuruh beberapa pelayan dari restaurant nya untuk membantu merapikan sisa makanan.


"Egmont, ini semua nggak mahal kan? Aku nggak punya banyak duit untuk membayar jika melebihi dari uang simpananku." Bisik Lovisa.


"Kamu hanya perlu membayar uang kuenya saja! Aku juga sangat senang bisa mengundang teman-teman ke sini." Gumanya sembari tersenyum.


Arion yang di belakang merapikan beberapa kursi mendegar pembicaraan mereka.


"Sungguh? Apa kamu tidak bercanda?" Merasa terkejut.


"Iya. Apa aku terlihat bercanda? Ahh, bagaimana dengan luka di kepalamu?"


"Itu hanya luka kecil, tidak ada yang serius. Wheheheh." Merapikan meja bekas tempat piring kotor.


Setelah beberapa menit kemudian Arion dan Lovisa berpamitan untuk pulang. Egmont mengantar mereka ke depan restaurant.


"Apa kak Arion merasa senang hari ini?" Tanya Lovisa sembari berjalan perlahan di samping Arion.


"Aku tidak bisa berkata-kata. Tapi aku bingung, mengapa mereka bisa tau?"


Ingin mencari tau.


"Ahhhh, mungkin karena mereka sudah tau juga, dan merencanakan hal baik untuk kak Arion.." Gumanya berusaha untuk tidak memberitahu yang sebenarnya.


"Lovisa?" Berhenti dan membalikkan badan melihat Lovisa.


"Ada apa?" Kebingungan, sembari menatap kembali.


"Terima kasih!" Tersenyum sembari merasa malu-malu.


"Kenapa berterima kasih?" Bingung


"Aku ingin berterima kasih untuk waktu hari ini." Memutar-mutarkan mata, dan berjalan kembali.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Catatan kecil :


"Permisi? Apakah disana ada orang?" Tanya author.


"Iya, ada apa?" Jawaban yang sombong.


"Victoria aku mau mengambil gambarmu. Silahakan berdadan terebih dahulu!"


"Baiklha, aku sudah berdandan nih, kamu bisa memotretku sekarang!"


"Cikreeekkkk." Terkagum.


__ADS_1


~**Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca karyaku. Semoga kalian suka dengan karyaku.😊


Salam hangatku😘**


__ADS_2