Pemanis Sendu

Pemanis Sendu
PS 1 - Hari yang Buruk


__ADS_3

Hari ini langit yang cerah kembali datang dengan gaya congkaknya sambil menikmati kopi di atas sana. Asapnya sesekali mengepul dan menggumpal menjadi gumpalan awan yang selalu bergerak jika diperhatikan dengan saksama. Gayanya yang santai membuatnya semakin rupawan juga congkak disatu waktu. Kini, ia kembali menyeruput kopinya dengan khidmat sambil menonton adegan manusia yang selalu memiliki gayanya masing-masing ketika berada di bumi.


Dan..


Ada satu kisah yang mulai menarik perhatiannya. Diam-diam dia mulai memusatkan padangannya ke bumi bagian sana tempat seorang gadis muda, cantik berambut awut-awutan sedang teriak-teriak di depan sebuah cafe yang cukup ramai didatangi pengunjung. Langitpun tersenyum geli lalu kembali menyaksikan.


Di sana. Di depan sebuah cafe bernuansa serba hitam putih, seorang gadis bar-bar tengah berdiri tepat di depan pintu masuk cafe. Dia berkoar-koar seperti orang gila, dia tidak memperdulikan rambut berantakannya apalagi poninya yang mulai menutupi wajah cantiknya.


Semua pasang mata kini mulai tertuju kepadanya. Bagaimana tidak? Dengan pakaian serba kuning, lengkap dengan sendal dan topi kuningnya dia terus berteriak, "Pak, tolong kasih tau saya. Kemaren pacar saya ke sini sama siapa? Saya butuh kejelasan!"


Satpam yang sedari tadi mendiaminya kini tak bisa lagi diam karena teriakan itu mulai mengganggu semua pelanggan yang datang dan tentunya sebagai petugas keamanan dirinya merasa wajib untuk mengusir wanita serba kuning itu.

__ADS_1


Seorang satpam itu menghampiri sang gadis yang mulai dianggap mengganggu ketertiban umum. Namun, bukannya takut dihampiri satpam berperawakan tinggi, besar, hitam, dilengkapi kumis tebal si gadis malah menatapnya garang. Baginya tak ada alasan untuk takut pada satpam tersebut. Karena yang dibutuhnya hanyalah penjelasan, dan kalau hari ini dia takut kepada satpam tersebut bisa-bisa dia gagal mendapatkan informasi yang sedang dicarinya lagi untuk kesekian kalinya.


"Mbak, tolong hentikan! Mbak sudah mengganggu ketertiban cafe!" ujar satpam tersebut ketika berada tepat di hadapan gadis.


"Saya tidak mau pergi sebelum bapak memberikan informasi kepada saya siapa perempuan yang pernah dibawa pacar saya ke sini!" seru gadis itu tanpa rasa takut sedikitpun mendapat tatapan intimidasi dari satpam.


"Ck, lihatlah bagaimana Mbak bersikap, pacar Mbak tentu tidak tahan dengan sikap Mbak." kata satpam.


"Kau mau pergi atau masuk kantor polisi, hah? Saya tentu memiliki banyak bukti kalau kau sudah mengganggu ketertiban umum." ancam satpam.


Kali ini dirinya menyerah. Dia merasa tidak ada gunanya berdebat dengan satpam. Dia tidak mau kalau dirinya harus berakhir di penjara. Tempat yang begitu menakutkan baginya.

__ADS_1


Meski nyalinya ciut, dirinya tetap memperlihatkan ketakutannya kepada satpam. Si gadis yang kesal langsung memberikan wajah tergarangnya lalu pergi meninggalkan cafe dengan kedongkolan luar biasa.


"Sial, menyebalkan sekali! Kata orang doa orang yang sedang teraniaya itu mudah di kabulkan oleh Allah SWT. Saat ini aku sedang merasa teraniaya, jadi ini waktu yang pas untuk aku mendoakan bapak, dan pacar saya. Semoga kalian berdua tidak pernah bahagia karena berani mengusir saya yang cuma minta penjelasan!" seru gadis itu lalu pergi begitu saja.


Satpam tak mau ambil pusing dengan semua yang dikatakan oleh gadis itu. Lalu dirinya kembali berjaga di depan cafe.


Dari sinilah kisah ini bermulai~


***


Halo semuanya, cerita ini akan aku up secara slow ya. Karena aku harus selesaikan Beyond Blessed dulu. Jadi, aku sarankan nanti saja bacanya kalau sudah beberapa part biar enak. Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa. Ditunggu vote, komen, dan likenya biar aku tambah semangat nulis. Terima kasih. ❤️

__ADS_1


__ADS_2