Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 10 : Tertangkap


__ADS_3

Saat Steven ingin membuka pintu kamarnya, dia merasa aneh. Pegangan kenop pintu kamarnya terasa berbeda. Dia memang sangat sensitif jika miliknya di sentuh orang lain. Untuk itu dia curiga jika ada seseorang yang masuk ke dalam kamarnya.


Steven membuka pintunya dan samar-samar dia mendengar suara pintu yang tertutup. Dia semakin yakin jika ada seseorang di kamarnya. Tapi dia pura-pura tidak tahu. Steven menyentuh kenop pintu kamar mandi dan rasanya masih sama. Lalu dia masuk ke wordrobe. Dia melihat kunci yang terpasang di lemari bajunya sedikit bergoyang. Steven menyeringai. Dia yakin pencuri itu bersembunyi di dalam sana. Dia akan berpura-pura tidak mengetahui keberadaan pencuri itu. Dia ingin tahu apa yang di inginkannya.


Steven membuka bajunya dan melemparnya asal. Dia membuka lemari dan mengambil salah satu bajunya. Ekor matanya menangkap sosok berbaju hitam yang tidak terlalu jelas dia laki-laki atau perempuan karena cahaya yang temaram ditambah pencuri itu tertutup baju yang menggantung. Tapi Steven tidak kehabisan akal. Dia sengaja melepas celananya di depan si pencuri. Lagi-lagi ekor mata Steven menangkap pergerakan si pencuri. Tebakan Steven, dia seorang wanita.


"Baiklah, sekarang ayo kita lihat!! apa yang kau inginkan?" batin Steven. Dia menjatuhkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan mata yang terpejam.


Cukup lama Steven berada di posisi itu Dia tidak menyangka jika si pencuri begitu waspada. Tapi Steven sudah tidak sabar. Tangannya sudah gatal ingin menghajar orang yang sudah berani masuk ke kamarnya.


Tak berapa lama, samar-samar Steven mendengar suara pintu terbuka. Steven membuka sedikit matanya. Melihat postur tubuhnya, Steven semakin yakin jika dia seorang wanita. Steven mengamati aksi Pencuri itu yang menggeledah semua laci di kamar Steven. Sebenarnya apa yang dia cari?


Tak mau menunggu lama, Steven bangun dan berdiri di belakang pencuri itu. Ck ck ck.... Sepertinya dia harus menarik kata-katanya. Pencuri ini tidak cukup waspada karena tidak menyadari keberadaannya. Dia hanya pencuri amatiran yang mengantarkan nyawanya.


"Apa yang kau cari?"


Deg


Tubuh Kate menegang seketika. Suara itu? Jangan-jangan.....


Kate membalikkan tubuhnya dan ternyata benar. Steven berdiri di belakangnya dengan melipat kedua tangannya di depan dada.


Glek

__ADS_1


"Sial.. !! Aku ketahuan." umpat Kate dalam hati. Dia melangkah mundur saat Steven mendekati nya. Tidak ada cara lain, dia harus melawan.


Kate mendorong Steven dengan keras hingga steven terhuyung ke belakang. Kate tidak menyia-nyiakan kesempatan. Dia berlari kearah pintu dan membukanya. Tapi sayangnya pintu itu terkunci.


"Sial..!!!"


"Kau mencari ini?" Steven menunjukkan kunci yang tergantung di jarinya.


Kate menatap Steven dengan waspada. Seperti nya dia harus melawan. Tidak perduli bagaimana hasilnya, yang terpenting dia harus mencobanya terlebih dahulu.


Kate menyerang Steven dan berusaha mengambil kunci di tangan Steven. Itu cukup sulit karena Steven sangat ahli menghindari serangannya. Dia pikir, Steven hanya orang yang bersembunyi di balik badan besar para bodyguard nya. Tapi ternyata dia salah.


Terjadi pertarungan cukup sengit antara keduanya. Tapi Kate tidak menyerah, Kate menendang titik vital milik Steven, tapi pria itu berhasil menghindar dan menangkap kakinya. Kate tidak kehabisan akal, dia mengangkat sebelah kakinya dan menendang dada Steven hingga kakinya terlepas dari tangan Steven.


Kate berlari kearah pintu dan membukanya. Berhasil!!!.Dia harus cepat keluar dari sana sebelum Steven mengejarnya.


Kate berlari di lorong yang dia lewati tadi. Sesampainya di tepi balkon, dia mengikatkan tali di pagar dan melilitkan tali tersebut di tubuhnya. Kate melihat kebelakang, Steven berlari kearahnya. Gawat, dia harus bergegas.


Kate melompati pagar balkon dan turun perlahan menggunakan tali tersebut. Dia menatap keatas, disana Steven yang melihatnya turun dengan nafas yang terengah-engah. Kate menyeringai. Akhirnya dia lolos. Dia harus segera pergi dari sana.


Kate melepas lilitan tali di tubuhnya. Dia bernafas lega karena berhasil lolos. Tapi saat dia membalikkan badannya ternyata......


****

__ADS_1


Brukh


Kate meringis pelan saat lutut nya terbentur keras di lantai. Sial!!! dia benar-benar sial!!! Dia pikir dia bisa lolos tapi ternyata para penjaga sudah mengepung nya. Mungkin hari ini adalah hari terakhirnya. Sayang sekali dia tidak bisa mengucapkan selamat tinggal pada keluarganya.


Steven berdiri di depan Kate. Dia memasukan kedua tangannya di dalam saku dan menatap Kate dengan tajam.


"Siapa kau? kenapa kau masuk ke dalam rumahku?" tanya Steven.


Kate enggan menjawab. Dia tidak mau Steven mencari tahu siapa yang menyuruh nya. Bukan karena dia ingin melindungi Robert, tapi Karena takut Jully akan terlibat. Jadi lebih baik dia diam.


"Tidak mau menjawab?" Steven jongkok di depan Kate dan mencengkram pipi Kate yang masih tertutup oleh penutup kepala.


"JAWAB!!! KENAPA KAU MASUK KE RUMAH KU? APA YANG KAU CARI, HAH??" teriak Steven.


Kate hanya tersenyum sinis dan berkata, "Jika aku mengatakannya apa kau akan melepaskan ku? tidak bukan? jadi untuk apa aku menjawabnya?" seru Kate.


Steven tersenyum sinis. Sungguh berani. Baru kali ini dia berhadapan dengan orang yang tidak punya rasa takut sama sekali. Tapi itu tidak akan lama. Steven punya banyak cara untuk membuat mangsanya gemetar ketakutan dan memohon ampun padanya.


"Apa kau tahu? aku bisa dengan mudah mencari tahu siapa dirimu, siapa keluarga mu apa kelemahan mu." Steven berdiri dan memerintahkan bodyguard nya untuk mencari tahu keluarga Kate dan menyeret mereka kehadapan nya.


Tentu saja hal itu membuat Kate takut. Dia takut ibunya terluka. "Ini urusan kita, kenapa kau membawa-bawa keluarga ku, hah? dasar pengecut."


Steven mengepalkan tangannya. Ini pertama kalinya dia dihina seperti ini. Steven sudah kehilangan kesabaran. Dia menarik kasar penutup kepala Kate dan......

__ADS_1


Deg


__ADS_2