Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 6 : Memulai Misi


__ADS_3

Kate tengah berkutat pada laptop nya. Dia membaca informasi tentang target baru yang Robert kirimkan padanya.


"Pengusaha nomor satu di dunia. Di nobatkan sebagai pengusaha muda yang sukses 5 tahun berturut-turut. Mempunyai bodyguard lebih dari seratus orang."


"Hah... Aku rasa ini sangat sulit. Aku tidak yakin bisa lolos kali ini." gumam Kate.


Dia menutup laptopnya dan berbaring. Dia sudah mempelajari informasi tentang pria bernama Steven yang menjadi targetnya. Bahkan dia juga membaca beberapa artikel tentang pria itu. Pria yang hebat. Tapi sayangnya dia terlalu lemah hanya karena putus cinta.


Di artikel yang dia baca, Steven berubah menjadi kejam karena di tolak oleh kekasihnya. Pria sempurna dengan kehidupan yang miris. Dia mempunyai segalanya kecuali cinta. Tapi menurutnya yang bodoh adalah kekasihnya. Kenapa dia meninggalkan pria hebat seperti Steven? Jika Kate menjadi wanita itu, dia tidak akan menyia-nyiakan pria itu. Bahkan dia akan memanfaatkan kekayaannya untuk kesenangannya. "Hah... kau bermimpi terlalu tinggi, Kate. Lebih baik kau tidur sekarang. Besok kau akan sibuk karena kau harus mengamati target mu sebelum menyusun strategi lebih lanjut." Kate memejamkan matanya. Dia tidak mau besok dia bangun dengan mata panda karena kurang tidur. Seberat apapun tugas yang diberikan Robert padanya, dia akan mencoba untuk tetap tenang dan tidak terlalu memikirkannya.


*****


Sementara itu di istana megah yang menjadi target Kate Berley, seorang pria tengah menenggak Wine mahal berjenis "Shipwrecked Heidsieck", Wine berumur 300 tahun yang dijual dengan harga fantastis sekitar 274 US Dollar.


Steven menenggak wine sambil memandang foto mantan kekasihnya. Dia tidak tahu kenapa dia masih melakukan hal bodoh seperti itu. Dia kaya, dia mempunyai segalanya. Apapun yang dia inginkan bisa dia dapatkan. Tapi hatinya tidak bisa berpaling dari satu wanita. Sungguh miris.

__ADS_1


"Kenapa kau tega meninggalkan ku demi karier mu, Jenni? Apa kurangnya diriku, hah?" Steven menenggak wine langsung dari botol nya dan melemparnya begitu saja.


Prang


Pyar


"Kau wanita bodoh karena melepas orang hebat seperti ku. Lihat saja!! Aku pastikan kau akan menyesal." Steven beranjak dan pergi ke kamarnya. Dia harus tidur karena besok ada meeting penting yang harus dia hadiri.


Sungguh pria kaya yang bodoh. Dia menjadi sangat menyedihkan hanya karena seorang wanita. Dan jangan lupa, dia baru saja melempar wine mahal yang baru dia minum beberapa teguk saja. Benar-benar pria kaya sejati.


*****


Hari ini dia akan mengikuti kemanapun targetnya pergi. Dia ingin tahu seperti apa targetnya, siapa saja yang berada di sekitarnya dan apa saja kebiasaan si target agar dia bisa memikirkan rencana selanjutnya. Dia tidak ingin berakhir dengan tertangkap atau mati konyol karena salah langkah. Dia tidak boleh ceroboh karena targetnya kali ini adalah orang besar. Yang pasti pria itu mempunyai keamanan yang sangat ketat.


"Oke Kate. Kau pasti bisa." Kate pergi melihat keadaan ibunya terlebih dahulu. Dia ingin memastikan jika ibunya sudah makan dan minum obat.

__ADS_1


"Kau mau kemana Kate? kenapa kau berpakaian rapi seperti itu." Jully melihat Kate yang menenteng tas nya . Dia yakin Kate akan memulai misinya lagi.


"Aku ada pekerjaan yang harus aku kerjakan, Mom. Aku berjanji akan segera kembali."


"Bisakah kau menolaknya sayang? Mommy tidak mau kau terluka. Mommy takut kau......


"Mom!! percaya padaku. Aku akan baik-baik saja. Kau cukup jaga kesehatan mu dan doakan putri mu ini."


"Mommy selalu mendoakanmu sayang." Jully mengusap wajah putrinya. Dia terus dihantui rasa bersalah pada putrinya. Andai dia tidak menerima lamaran Robert. Andai dia tidak menikah dengan Robert. Andai dia tidak sakit-sakitan. Kate tidak akan mengalami hal buruk seperti ini. Dia seorang perempuan tapi di tuntut menjadi pencuri kelas kakap. Bahkan Robert mengasah kemampuan Kate dengan menjadikan dirinya sebagai dorongan untuk Kate agar menjadi seperti yang Robert inginkan. Dia adalah kelemahan Kate. Harusnya dia mati saja agar Kate bisa melawan Robert dan menjalani hidup normal.


"Jangan menangis Mom!! Aku akan baik-baik saja jika Mommy baik-baik saja. Berjanjilah untuk sembuh!! setelah itu, aku akan membawa Mommy pergi dari sini." seru Kate.


Jully mengangguk. Ucapan Kate seolah menjadi kekuatan untuk Jully. Dia merasa lebih baik setiap Kate mengatakan akan membawanya pergi dari neraka ini.


"Berhati-hatilah dan cepat kembali!!"

__ADS_1


"Pasti Mom." Kate membantu Jully berbaring dan menyelimuti tubuh kurus ibunya. Tidak lupa kate memberikan kecupan di kedua pipi Jully sebelum pergi. Kate berdiri di ambang pintu dan menatap sekilas ibunya yang tidur. "Aku akan segera kembali, Mom." batinnya. Kate menutup pintu kamar Jully agar tidak ada yang mengganggu istirahatnya.


__ADS_2