
"Sial!! Aku tidak menyangka jika Steven akan datang. Dia pasti tahu jika Aku dan Jenny bersekongkol untuk menghancurkannya. Ini semua karena gelang sialan itu. Arrgghh...." Leo berteriak kesal karena rencananya gagal. Dan dia yakin jika Jennifer sudah tertangkap. Untuk itu, dia akan menyusun rencana untuk menyelamatkan Jennifer.
"Sekarang apa yang harus aku lakukan untuk menyelamatkan Jenny? Di mana dia sekarang saja aku tidak tahu. Sial!! harusnya aku curiga dari awal kenapa gelang itu hanya bisa di lepas oleh pemiliknya."
Leo terlihat berjalan kesana kemari mencari cara untuk menyelamatkan Jennifer dan juga membalas Steven. Dia terus berfikir keras hingga dia menemukan sebuah cara.
"Jack? Iya, Jack. Aku akan meminta bantuan Jack untuk menyelamatkan Jennifer." Leo mengendarai mobilnya ke laboratorium milik Jack. Dia akan meminta ramuan atau apapun hasil penemuan Jack untuk melawan Steven.
Tapi saat di tengah jalan, Leo tidak sengaja melihat pria yang dulu menabraknya dan menjatuhkan foto berlian Estrela Brilhante.
Leo menghentikan mobilnya dan memperhatikan pria itu dengan seksama.
"Bukankah itu pria yang menemui Jack dan meminta bantuan untuk melepaskan putrinya?" seru Leo. Dia masih mengawasi gerak-gerik pria itu, hingga tanpa sengaja dia mendengar ucapan pria itu yang membuat dia terkejut.
__ADS_1
"Sial!! lagi-lagi aku kalah. Sekarang uangku sudah habis dan aku tidak punya uang untuk membeli bir." racau pria yang tidak lain adalah Robert. Dia baru saja kalah berjudi dan hutangnya semakin menumpuk.
"Ini semua gara-gara Steven yang menahan tambang emas ku. Jika dia tidak menahan Kate, sekarang aku pasti mempunyai banyak uang untuk bersenang-senang. Hah.. Aku menyesal meminta Kate untuk mencuri berlian milik pria itu. Walaupun Kate di juluki Beautiful Diamond Thief, Tetap saja dia bisa tertangkap oleh pengusaha sialan itu."
deg
"A_apa dia bilang? Jadi benar jika wanita itu adalah pencuri yang selama ini Aku cari." Leo masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Dia menggenggam erat setir mobilnya karena kehilangan kesempatan mendapatkan kembali kekayaannya.
"Tunggu pembalasan ku, Steve." seringai Leo
...----------------...
Sementara itu, di sebuah kamar di hotel. Dua manusia berbeda gender masih terlelap dalam tidurnya. Mereka baru saja selesai memadu kasih tiga jam yang lalu setelah berjam-jam menghilangkan efek dari obat jahanam yang diminum oleh si wanita.
__ADS_1
Tapi tidur si Pria terganggu karena dering telepon dari ponselnya. Dia menggeliat dan meraba-raba nakas tapi tidak ada ponsel di sana. Terpaksa dia membuka mata dan mencari ponselnya yang ternyata tergeletak di lantai.
"Apa kau tau jika kau sudah mengganggu tidurku, James?" geram Steven
"Ma_maaf Tuan, bukan maksud ku mengganggumu. Tapi ini sudah malam. Apa Anda ingin menginap di hotel? Jika iya, Aku akan pulang. Dan besok aku akan menjemput Anda." seru James di seberang sana
Steven melihat Kate yang masih tertidur pulas. Dia tidak tega membangunkannya. Jadi lebih baik, mereka menginap saja di hotel. Anggap saja mereka sedang berbulan madu. Jadi mereka bisa bersenang-senang tanpa ada pengganggu.
"Pulanglah!! Besok aku akan menghubungimu." Steven memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Dia kembali berbaring di samping Kate. Dan menatap wajah Wanita itu dari dekat.
"Aku masih tidak percaya jika aku akan melakukannya dengan mu, Kitty. Padahal aku mempunyai prinsip untuk tidak melakukan sebelum menikah. Tapi karena dirimu, aku melanggar prinsip ku sendiri. Terimakasih sudah menjadikan ku pria pertama untuk mu. Aku berjanji setelah ini, kita akan menikah. I Love you, my Kitty." Steven mengecup bibir Kate sekilas dan kembali tidur memeluk Kate.
Steven kembali terlelap di samping Kate tanpa ia tahu jika Leo tengah mengincar orang yang akan dia jadikan umpan untuk mengalahkan keduanya.
__ADS_1