Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 28 : Dilema


__ADS_3

Setelah mendengar ucapan Steven tempo hari, Kate mulai menghindari Steven. Dia akan mengerjakan pekerjaannya saat Steven sudah berangkat ke kantor. Bahkan dia menyiapkan semua keperluan Steven saat pria itu belum bangun dari tidurnya. Jika Kate tidak sengaja berpapasan dengan Steven, dia akan bersikap seperti para maid yang lainnya. Membungkuk hormat tanpa sepatah katapun.


Tentu saja hal itu membuat Steven merasa aneh. Biasanya akan ada perdebatan diantara mereka. Tapi sekarang, jangankan berdebat, berbicara pun mereka jarang sekarang. Kate hanya akan diam dan jika di tanya, dia akan menjawab seperlunya. Sungguh hal itu membuat hati Steven menjadi hampa.


Kate akan diam jika bersamanya tapi dia akan berbicara panjang lebar jika dengan James. Bahkan mereka terlihat akrab sekarang. Sesekali, James akan membawa Kate ke arena latihan dan ikut berlatih menggunakan senjata dan lain sebagainya.


Seperti saat ini, Kate tengah berada di arena latihan. Dia menembak papan target tepat sasaran.


"Wah, kau sangat hebat Nona." seru James


"Terimakasih James. Tapi bisakah kau buang panggilan nona itu? Aku risih mendengarnya. Semua maid dan penjaga juga melakukan hal sama. Bukankah kita mempunyai posisi yang sama? Bahkan kedudukan mu lebih tinggi dari ku."


"Maaf nona. Kami hanya menjalankan perintah."


"Perintah dari siapa?"


"Apa kau sudah selesai, James?"


James dan Kate menoleh kearah sumber suara. Disana, Steven berjalan dengan memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya. Tatapan begitu mengintimidasi, hingga semua yang berada di sana tidak ada yang berani menegakkan kepalanya. Begitu juga dengan Kate. Dia juga menunduk. Bukan karena dia takut, tapi dia enggan melihat Steven.


"Maaf tuan, saya sedang melatih bodyguard dan nona Kate ikut bergabung. Jadi....


Steven mengangkat tangan nya yang membuat James berhenti bicara.


"Kalian semua boleh pergi." seru Steven


James membungkuk, dia dan bodyguard yang lain pergi dari arena latihan. Begitu juga dengan Kate. Tapi ucapan Steven membuat langkah Kate terhenti. "Kecuali Kate Berley."


Kini di arena latihan hanya ada Steven dan Kate. Mereka terdiam untuk beberapa saat hingga Steven memberanikan diri mendekat dan memeluk Kate dari belakang. Tentu saja hal itu membuat Kate terkejut.


"Apa yang anda lakukan Tuan? Tolong lepaskan!!" Kate mencoba melepaskan tangan Steven yang melingkar di perut nya. Tapi bukannya terlepas, justru pelukan itu semakin erat.


"Biar seperti ini dulu sebentar." Steven menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Kate. Dia bisa mencium harum tubuh Kate yang beraroma vanilla.

__ADS_1


Aneh, wanita seperti Kate kenapa mempunyai aroma tubuh yang memabukkan. Rasanya Steven tidak ingin beranjak.


"Ada apa sebenarnya?" tanya Kate


"Harusnya aku yang bertanya padamu. Sebenarnya kau kenapa? Kau seperti mendiamkanku." seru Steven. Dia mengurai pelukannya dan berdiri di depan Kate. "Apa aku melakukan kesalahan sampai-sampai kau bersikap seperti ini padaku? Aku lebih suka kau yang cerewet daripada kau yang pendiam."


Kate berdecak. Dia sudah mendengarkan baik-baik ucapan Steven tapi ujung-ujungnya dia mengatainya cerewet. Dasar menyebalkan.


Steven mengangkat dagu Kate hingga pandangan mereka bertemu. Perlahan Steven mendekatkan wajahnya dan menempelkan bibirnya di bibir Kate.


Tidak ada penolakan dari Kate karena dia sendiri juga merindukan ciuman itu. Lidah mereka saling membelit. Decapan dari ciuman mereka terdengar begitu nyaring di tempat sepi yang hanya ada mereka berdua.


Steven semakin brutal. Dia mendorong pelan Kate hingga tersudut di dinding. Mereka saling bertukar saliva dan memperdalam ciuman mereka. Seolah mereka sedang menyalurkan rasa rindu mereka berdua.


Steven melepaskan ciumannya. Nafas mereka saling memburu. Ini ciuman yang sudah mereka lakukan entah keberapa kalinya. Tapi kali ini terselip rasa rindu di antara keduanya.


Tapi pintu yang terbuka secara tiba-tiba membuat mereka terkejut dan kembali menjauh, seolah tidak terjadi apa-apa.


Brakh


"Ada apa James? Kenapa kau terburu-buru seperti itu?" tanya Steven


"Di_di luar Tuan. Di luar..."


"Bicara yang jelas!! ada apa di luar?" teriak Steven yang tidak sabar dan juga penasaran. Sebenarnya ada apa di luar? apa ada musuh yang menyerang mereka?


Karena tidak kunjung mendapat jawaban dari James, Steven keluar untuk melihat apa yang terjadi. Begitu juga dengan Kate. Dia penasaran ada apa di luar sana? Tapi James menahannya. Jika tadi James terlihat seperti khawatir, kini wajah James terlihat serius.


"Ada yang ingin aku bicarakan dengan anda, nona." seru James.


...****************...


Sementara itu, Steven berjalan ke ruang keluarga dimana semua maid berkumpul di sana. Mereka seolah menunduk menunggu perintah seseorang.

__ADS_1


"Ada apa ini? Kenapa kalian berkumpul di sini?" Steven menerobos barisan para maid dan melihat seorang wanita yang sangat ia kenal berdiri tidak jauh darinya.


"Jenny." lirih Steven


Bibir wanita itu mengembang kala melihat sang pujaan hati berdiri di depannya. Dia berlari dan menubruk dada bidang pria yang sangat ia rindukan. " Steven..!! Aku kembali. Aku merindukanmu, sayang."


Wanita yang tak lain adalah Jennifer, memeluk erat tubuh kekar Steven, pria yang sempat ia campakkan demi meraih cita-cita menjadi model internasional. Dan kini dia kembali karena kontrak nya sudah berakhir. Dia memutuskan untuk menemui Steven terlebih dahulu dan berharap jika pria itu masih mau menerima nya.


Steven terdiam. Dia tidak tahu harus berbuat apa. Bahkan bagaimana perasaannya sekarang, dia tidak tahu. Dia juga merindukan Jennifer selama ini. Bahkan dia masih mencintai wanita itu. Tapi setelah wanita itu berdiri di depannya, entah mengapa Steven merasa biasa saja.


Dari arah belakang, Kate datang bersama James yang berjalan di sampingnya. Dia melihat Steven berpelukan dengan seorang wanita yang cantik dan anggun. Tidak!! mereka tidak berpelukan, tetapi Wanita itu yang memeluk Steven. Tapi walaupun begitu entah mengapa ada rasa sakit di hatinya.


James melirik Kate dan memegang bahunya. Kate melihat James yang tersenyum tipis yang nyaris tidak terlihat. Ini pertama kalinya James seperti itu padanya. Sepertinya setelah ini mereka akan menjadi partner.


Merasa jengah dengan adegan memuakkan di hadapannya, Kate melepas sepatu nya dan melemparnya ke arah Steven.


Bugh


Tepat sasaran.


"Aw..." Steven mendorong Jennifer sehingga pelukan mereka terlepas. Dia menoleh dan mendapati sepatu di sana.


"Ada apa Steve?" tanya Jennifer


Steven tidak menjawab. Dia mengambil sepatu tersebut dan menatap para Maid yang berdiri di sana. Sepatu mereka masih lengkap. Lalu sepatu siapa ini?


Steven sedikit mendongak dan melihat James dan Kate yang berdiri agak jauh di belakang maid. Dia tersenyum smirk karena dia tahu milik siapa sepatu ini.


Steven ingin mendekat tapi lengannya di tahan oleh Jennifer. Sial.. dia lupa jika ada Jenny sekarang.


"Kau mau kemana Steve? Apa kau tidak suka aku kembali? kau masih marah padaku?" Jennifer menatap Steven penuh harap. Tersirat penyesalan di kedua mata wanita itu.


"Untuk apa kau kemari? bukankah kita sudah tidak mempunyai hubungan apapun? Kau sendiri yang memutuskan hubungan kita. Lalu apa lagi yang kau harapkan?"

__ADS_1


"Steve, plese!! maafkan aku sayang. Aku menyesal. Aku kembali karena kontrak ku sudah selesai. Dan aku ingin kita memulainya dari awal. Beri aku kesempatan untuk memperbaiki kesalahan ku, sayang." pinta Jennifer


Steven terdiam. Kini dia merasa dilema. Di satu sisi dia masih mencintai Jennifer tapi di sisi lain ada Kate yang bisa membuat nya bersemangat dan rasanya dia ingin terus berada di dekatnya.


__ADS_2