Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 52 : Jack Tertangkap


__ADS_3

Steven menyusul Kate di kamar. Dia melihat wanita itu yang duduk di tepi tempat tidur dengan hanya memakai wordrobe saja. Dan hal itu membuat Steven menyeringai. Dia mengira jika Kate ingin bermain lagi dengannya.


"Kenapa kau belum tidur, hm?" Steven duduk di samping wanita itu berada. Dia menjatuhkan kepalanya di bahu Kate dan menghirup aroma vanilla pada tubuh wanita itu. "Kau tahu, aku sangat suka dengan aroma tubuhmu." ucapnya lagi


"Ish...!!" Kate mendorong kepala Steven dan berdiri melipat kedua tangannya di depan dada. "Aku belum tidur karena menunggumu. Aku ti....


"Benarkah? Kau menungguku?" potong Steven


"Singkirkan pikiran kotor mu itu!! Aku ingin memakai bajuku. Tapi kau justru mengunciku di kamar mu. Kau pikir, aku bisa tidur dengan penampilan seperti ini?" sungut Kate


"Kenapa memangnya? Kau bahkan bisa tertidur pulas tanpa memakai apapun." ujar Steven santai


"Kau..." Ucapan Kate tertahan. Dia menghentakkan kakinya kesal dan memilih keluar dari kamar Steven. Tapi sayangnya pintu kamar tersebut lagi-lagi terkunci. "Steve!!!" teriak Kate


Steven terkekeh pelan. Dia mendekati Kate dan memeluknya dari belakang. "Malam ini tidurlah disini!! Aku tahu kau pasti khawatir dengan keadaan ibumu. Aku hanya ingin memastikan jika kau istirahat cukup malam ini karena waktu untuk istirahat sangat sedikit. Jadi, manfaatkan dengan baik."


"Tapi Steve...


"Ssttt. Kau ingin menyelamatkan ibumu, kan?" tanya Steven yang di jawab anggukan oleh Kate. "Jika begitu, patuhi perintahku!! Kau istirahat dan besok kita akan menyusun strategi untuk menyelamatkan Ibumu."


Kate melepaskan pelukan Steven dan memutar tubuhnya menghadap pria itu. "Kau mempunyai rencana?"


"Tentu saja. Aku mempunyai banyak rencana. Tapi sebelum itu, kita harus memangsa komplotan Leo terlebih dahulu untuk bisa menyusun strategi selanjutnya." seru Steven


Kate terdiam sesaat. Baru kemudian dia membelalakkan kedua matanya. "Jangan-jangan kau..."


"Yes, Baby. Kita mulai pemburuan kita." seringai Steven.


...****************...


James dan beberapa anak buahnya mengepung sebuah rumah tempat penelitian seorang ilmuwan. James memberi kode pada anak buahnya untuk mendobrak pintu tersebut.

__ADS_1


BRUAKH


James masuk dan langsung membidik ilmuwan tersebut tepat di kakinya.


Dor


"Akh..." teriak sang ilmuwan. "Si_siapa kau?"


"Kau yang bernama Jack?" tanya James yang mengarahkan senjata apinya pada Jack.


Jack terdiam tidak menjawab. Dia menekan luka di kakinya untuk menghentikan pendarahan dengan sebelah tangan. Sedangkan tangan yang lain, diam-diam meraih sesuatu yang ada di saku celananya.


Tapi James bergerak lebih cepat. Dia mengeluarkan senjata satunya dan langsung membidik tepat di kening Jack yang membuat pria itu tak sadarkan diri.


"Orang bilang kau pria yang mengerikan. Tapi bagiku, kau pria yang menjijikkan. Jika bukan karena Tuan Steven menyuruhku menangkap mu hidup-hidup, sudah pasti aku akan menghabisi mu sekarang juga." James memberi kode pada anak buah nya untuk membawa Jack ke mobil dan sebagian menggeledah tempat itu dan membawa sesuatu yang mencurigakan.


...****************...


"Arrgghh.." teriak Jack


"Diam lah!! Bukankah kau ilmuwan hebat, kenapa hanya terluka seperti itu saja kau sudah berteriak?" ledek James


Jack menatap tajam James yang terus menghinanya. Dia tidak tahu siapa James, tapi tiba-tiba dia datang dan langsung menembaknya. Apa dia salah satu keluarga yang menjadi korban penelitiannya?


Tap


Tap


Tap


Tap

__ADS_1


Jack mengalihkan pandangan nya pada seseorang yang baru saja datang. Dia terlihat lebih berkharisma dan sangat menyeramkan dengan wajah dingin tanpa ekspresi.


"Wah, wah wah.. Siapa ini? Apakah dia ilmuwan gila yang menciptakan sesuatu di luar nalar manusia? Ilmuwan yang ditakuti oleh semua orang terutama para pejabat tinggi?"


"Si_siapa kau?" tanya Jack terbata. Dia merasa jika nyawanya dalam bahaya. Aura orang yang sekarang berdiri di depannya sangat mengerikan. Bahkan lebih menyeramkan dibandingkan orang yang menangkapnya tadi.


"Kau yakin tidak tahu siapa aku, hm? Coba kau ingat-ingat lagi!! Mungkin aku salah satu targetmu. Atau seseorang datang meminta bantuan mu untuk menyingkirkan ku."


Deg


"S_steven dexon A_archilles?"


"Tepat sekali. Akhirnya kau mengingatku juga, Jack. Aku semakin yakin jika ada orang yang datang untuk meminta bantuan mu untuk menyingkirkan ku. Tapi sayangnya, aku bergerak lebih cepat." seru Steven


"A_apa mau mu? Ke_kenapa kau membawaku kemari?" teriak Jack


"Apa mauku? Apa kau benar-benar tidak tahu kemauan ku, Jack?"


Glek


Jack menelan kasar saliva nya. Dia menyesal karena membantu Leo. Kini dia berada di ambang kematian. Dia mencoba mencari senjata berupa jarum beracun yang selalu dia bawa di sakunya. Tapi jarum tersebut tidak ada.


"Apa kau mencari ini, hm?" James memperlihatkan beberapa jarum yang di simpan di plastik. Sebelum membawanya kemari, James sudah terlebih dahulu menggeledah Jack untuk berjaga-jaga jika saja Jack menyimpan benda berbahaya.


"Kau...


"Aku akan langsung ke intinya, Jack. Jadi bekerjasama lah jika kau masih sayang dengan nyawamu." potong Steven


"A_apa yang kau inginkan?"


"Cukup kau katakan padaku, apa yang Leo inginkan dari mu? Jika kau mengatakan yang sejujurnya, aku akan melepaskan mu. Tapi jika tidak? kucing peliharaan ku akan sangat senang jika kau mau bermain dengan mereka. Jadi, jangan sampai kau salah pilih." seringai Steven.

__ADS_1


__ADS_2