
Kate menggeliat dan membuka matanya kala merasa sesuatu menimpa perutnya. Dia melihat kesamping dan ternyata Steven tertidur pulas di sana.
Kate menghela nafas panjang dan menyingkirkan pelan tangan Steven Tapi yang terjadi justru pria itu mengeratkan pelukannya.
"Mau kemana, hm?" tanya Steven dengan suara khas bangun tidur.
"k_kau sudah bangun?" tanya Kate kaget
"Iya." Steven menarik Kate hingga membentur dada bidangnya.
"Maaf soal apa yang telah terjadi. Tapi terimakasih sudah menjadikan ku pria pertama untukmu." seru Steven
Kate terdiam. Mau marah pun percuma karena semua ini bukan salah Steven. Dan dia ingat betul apa yang dia ucapkan sebelum mereka melakukan hal itu.
"Kenapa kau diam, hm? Apa kau marah padaku, Kitty?"
"Semua sudah terjadi. Percuma juga aku marah. Lagipula tidak semua adalah kesalahanmu. Semua salahku. Maaf membuat mu harus melepas keperjakaan mu." sesal Kate
Steven merasa gemas dengan ucapan Kate. Dia tidak menyangka jika Kate masih ingat dengan ucapannya saat di mobil. Hah.. Rasanya dia ingin tenggelam di dasar laut. Seorang Steven baru melepas keperjakaan nya dan jika dunia tahu pasti mereka semua menertawakannya.
"Karena kau, aku harus melepas keperjakaan ku, jadi kau harus bertanggungjawab." seru Steven
"A_apa? bertanggungjawab?"
Steven mengangguk dan menggenggam tangan Kate. "Aku ingin kau menikahi ku."
"WHAT?" teriak Kate
"Ish.. Kenapa kau suka sekali berteriak, hah? Gendang telingaku rasanya mau pecah." gerutu Steven
__ADS_1
"Ma_maaf. Aku kaget mendengar kau meminta pertanggungjawaban ku. Harusnya kan Aku yang bilang seperti itu." gerutu Kate
"Tidak perduli siapa yang harus meminta pertanggungjawaban, yang terpenting kita akan menikah secepatnya. Jangan sampai dia hadir di sini sebelum kita menikah." Steven mengusap perut rata Kate. Tapi lama-kelamaan, tangan Steven turun ke bagian intim Kate dan....
Plak
Kate memukul tangan Steven dan duduk menjauh dari pria itu. "Berhenti berbuat mesum. Punya ku masih sakit."
"Jadi maksud mu, jika sudah tidak sakit, aku boleh melakukannya lagi?"
Kate melototkan matanya yang membuat Steven terkekeh. Dia memakai celananya dan turun dari tempat tidur. Dia mengambil ponselnya dan memesan makanan dan juga minuman untuk mereka berdua. Baru setelah itu dia kembali duduk di samping Kate yang masih melindungi tubuh polosnya menggunakan selimut.
"Maaf sudah membuatmu dalam bahaya. Aku tidak menyangka jika Leo bersekongkol dengan Jennifer. Dan kau justru jadi korbannya." ucap Steven
"Kau mengenal Leo?" tanya Kate
"Dia mantan sahabatku. Dulu dia menghancurkan perusahaan ku dengan cara licik. Tapi untungnya aku bisa bangkit. Dan aku tidak menyangka dia kembali dan lebih menyakitkan ternyata selama ini dia dan Jenny.....
"Sebenarnya aku juga mengenal Leo." Kate menatap Steven yang nampak bingung. Tapi kemudian dia kembali menceritakan pertemuannya dengan Leo.
"Dia adalah targetku 3 tahun yang lalu. Saat itu dia memenangkan pelelangan atas berlian The Heart Light. Dan Aku mencuri berlian itu darinya. Saat bersembunyi, aku melihat Leo bercumbu dengan seorang wanita. Dan sekarang aku ingat jika wanita itu adalah Annabelle, maksud ku Jennifer. Aku juga sempat mendengar jika mereka akan pergi ke Paris."
deg
"Jadi Jennifer pergi ke Paris bukan untuk menjadi model, tapi dia.....
"Hah... Aku tidak menyangka. Jadi sudah lama dia mengkhianati ku." ucap Steven
"Padahal malam itu aku menyiapkan kejutan mewah untuk melamarnya tapi dia menolak mentah-mentah. Bahkan Aku sampai di panggil pria gila oleh seorang wanita yang entah siapa. Dia mengira aku ingin bunuh diri karena putus cinta." lanjut Steven
__ADS_1
"Pria gila? putus cinta? Apa maksud mu kejadian itu terjadi tiga tahun yang di jembatan?" tanya Kate
"Darimana kau tahu?"
"Astaga... Jadi pria gila itu kau? Kau yang berniat melompat dari jembatan karena lamaran mu di tolak?" ejek Kate
"Jangan bilang wanita yang meneriaki ku waktu itu adalah kau?" seru Steven
Kate tertawa keras. Ya, itu memang dia. Dia tidak menyangka jika dunia begitu sempit. Dia di pertemuan kembali dengan orang-orang yang sudah pernah dia temui tiga tahun yang lalu.
"Jadi benar itu kau, Kitty?" tanya Steven
Kate mengangguk. Tapi kemudian dia teringat chip milik Leo yang terbawa olehnya. Saat ini pasti Leo mencari keberadaannya untuk mendapatkan kembali Chip tersebut.
"Ada apa? kenapa kau diam?" tanya Steven
"Saat Aku mencuri berlian itu, aku tidak sengaja membawa Chip milik Leo. Aku tidak tahu apa isinya, tapi aku yakin Chip itu menyimpan data penting miliknya." seru Kate
"Dimana Chip itu sekarang berada?" tanya Steven.
"Kalau soal itu....
Ucapan Kate terhenti kala terdengar suara dering dari ponsel Steven.
Steven mengambil ponselnya dan nampak keningnya berkerut karena nomor baru yang meneleponnya.
Steven mengabaikan panggilan telepon tersebut. Tapi lagi-lagi nomor yang sama menghubunginya. Karena penasaran, akhirnya Steven mengangkat sambungan telepon tersebut.
"Siapa ini?" tanya Steven
__ADS_1
"To_tolong."
deg