
"Ada apa kau memintaku kemari?" seorang wanita anggun dengan balutan gaun seksi yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, berjalan mendekati seorang pria yang duduk di kursi kebesarannya yang sedang menghisap cerutu.
"Sepertinya kau sangat menikmati peran baru mu sampai-sampai kau melupakanku." seru si Pria
"Hei.. Bukan begitu. Aku harus ekstra bersabar menghadapinya. Yah, ternyata hal itu tidak mudah. Dia sudah berubah sekarang." Si wanita duduk di pangkuan pria dan membuang cerutu yang ada di mulut si pria. "Jangan merokok saat bersamaku."
"Why?"
"Karena aku tidak bisa menciummu, honey." wanita itu menempelkan bibirnya pada bibir si pria. Ciuman yang awalnya hanya biasa saja, kini berubah menjadi ciuman yang panas dan agresif. Bahkan kedua tangan si pria sudah menjalankan tugasnya dengan memberi sentuhan pada tubuh si wanita.
"Aku menginginkanmu." seru wanita itu disela-sela ciumannya.
"Apa dia tidak bisa memuaskan mu, hm ?"
"Dia sangat kolot. Aku sudah tampil cantik dan seksi, tapi dia sama sekali tidak bernafsu. Mungkin dia pria lemah."
Pria itu tertawa keras. Dia mengangkat si wanita ala koala dan membawanya ke sofa. Mereka kembali melanjutkan aktivitas panas mereka dengan saling mengecap dan bertukar Saliva. Bahkan tangan si pria masuk ke gaun mini si wanita dan mengusap paha mulus si wanita.
Pria itu menegakkan tubuhnya dan mulai melucuti satu persatu bajunya. Begitu juga dengan si Wanita. Kini mereka sama-sama polos dan terjadilah aktivitas panas pagi itu di ruang kerja si pria.
*
*
*
*
*
"Berlian?" tanya si wanita. Setelah selesai menyalurkan hasrat keduanya, kini mereka tidur di sofa dengan tubuh polos mereka yang tidak terbalut kain sehelai pun.
"Kemarin, aku bertemu dengan seorang pria botak. Dia membawa foto gelang dan menemui Jack. Dia meminta bantuan Jack untuk menemukan kelemahan gelang itu karena saat ini gelang itu melingkar di pergelangan tangan seseorang. Dan sepertinya gelang itu di jadikan alat untuk menahan orang itu agar tidak melarikan diri."
__ADS_1
"Lalu apa hubungannya dengan berlian yang kau bicarakan?" tanya si wanita penasaran. Dia bisa menangkap jika pria ini menginginkan gelang itu. Tapi apa hubungan nya gelang itu dengan berlian yang mereka bicarakan? Dan apa maksud dari gelang menahan seseorang?
"Dengarkan Aku!!! Mungkin pria itu tidak sadar jika ada berlian di gelang itu karena berlian itu sangat kecil dengan jumlah yang banyak. Mungkin dia menganggapnya hanya imitasi. Jack saja tidak menyadarinya."
"Jadi kau ingin aku mengambil gelang itu?"
"Tepat sekali. Itu adalah berlian 'Estrela Brilhante', Berlian bintang yang bersinar yang berasal dari Portugis. Berlian itu mempunyai nilai jual mencapai US$70juta. Untuk itu aku ingin kau mendapatkan nya. Apalagi gelang itu di pakai oleh seorang wanita yang berada di sana."
Wanita itu terdiam sesaat. Banyak pertanyaan yang ada di benaknya. Kenapa gelang dengan berlian semahal itu bisa berada di tangan seorang wanita yang tinggal di sana? Apa wanita itu mempunyai hubungan dengan si pemilik? Lalu siapa wanita itu? Dan kenapa gelang itu di jadikan alat untuk menahan seseorang? Seperti nya dia harus segera kembali karena dia sangat penasaran sekarang.
Wanita itu segera bangun dan memakai gaunnya kembali. Dia akan kembali ke apartemen nya terlebih dahulu untuk mandi. Dia juga harus menyamarkan tanda bibir yang ada di tubuhnya. Jangan sampai pria incaran nya melihatnya, atau tujuannya tidak akan tercapai nantinya.
"Kau sudah mau kembali?" tanya si pria
"Lebih cepat lebih baik, bukan."
"Tapi aku masih merindukan mu, honey. Satu ronde rasanya masih kurang untuk ku." pria itu memeluk pinggang si wanita dan menenggelamkan wajahnya di belahan dada si wanita.
"Jangan begini!! Aku harus kembali."
Wanita itu tersenyum dan mengalungkan tangannya di leher si pria. "Baiklah, aku akan memberikan full servis nanti malam."
"Aku tunggu janjimu, sayang." pria itu mengecup bibir si wanita.
"Aku pergi dulu." seru si wanita yang mulai melangkah keluar dari ruang kerja kekasihnya. Dia sudah tidak sabar untuk kembali dan mencari siapa yang memakai gelang itu. Apa dia begitu istimewa sampai-sampai di beri gelang itu?
*
*
*
*
__ADS_1
Sementara itu di rumah Steven, seperti biasa Kate membersihkan kamar Steven. Dia masih memikirkan ucapan Robert tempo hari. Kate menatap gelang yang melingkar di pergelangan tangannya. Ini memang seperti berlian. Tapi dia tidak menyangka jika ini berlian asli dan mempunyai nilai jual yang tinggi.
"Hah..." Kate menghela nafas panjang. Dia merasa dilema sekarang. Dia ingin lepas dari gelang ini agar bisa lari dan Steven tidak bisa menemukannya. Tapi mendengar harga dari gelang yang dia pakai, entah mengapa dia merasa sangat sayang untuk melepas gelangnya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang? Kau gelang pengikat nyawa tapi kau mempunyai nilai jual yang tinggi. Sangat sayang jika aku melepas mu hanya untuk bisa kabur. Tapi jika kau terus melingkar di tanganku, aku tak bisa pergi dari sini." Kate mengusap gelang di tangannya. Mungkin dia harus mencari cara untuk melepasnya dan kemudian membawa gelang ini kabur dan menjualnya sebelum Steven menemukan nya. Tapi dia tidak yakin itu akan berhasil.
Sebenarnya ada apa dengan gelang ini? sistem keamanan apa yang tertanam di gelang ini? kenapa gelang ini bisa mencabut nyawanya jika dia memaksa untuk melepaskan nya?
Malas memikirkan hal membuatnya pusing, Kate memilih untuk keluar dari kamar Steven karena dia sudah selesai membersihkannya. Tapi saat dia keluar, dia bertemu dengan Annabelle.
"Apa yang kau lakukan di kamar Steven?"tanya Jennifer
"Kau tidak buta kan? kau bisa lihat apa yang aku bawa dan kau masih bertanya apa yang aku lakukan?"
Jennifer mendengus. Baru kali ini ada Maid yang berani padanya. Apa dia tidak tahu siapa dia? Heh.. Sepertinya dia harus memberitahu Maid satu ini siapa dia sebenarnya.
"Kau hanya pelayan disini. Jangan berani melawanku. Apa kau tidak tahu siapa aku, hah?" teriak Jennifer.
"Tentu saja aku tahu. Kau seorang model terkenal dengan nama lain Annabelle." Kate memilih pergi karena malas berdebat dengan mahluk tidak jelas seperti Jennifer. Sedangkan Jennifer, jangan di tanya. Dia melotot tidak percaya ada yang berani melawannya. Dan apa yang maid itu tadi bilang? Annabelle? Ini tidak bisa di biarkan.
Jennifer menyusul Kate dan menarik rambut Kate dari belakang.
"Akh..." teriak Kate kesakitan.
"Beraninya kau memanggil ku Annabelle. Aku akan membuat perhitungan dengan mu, sialan." Jennifer menarik rambut Kate dan menghempaskan nya begitu saja hingga tubuh Kate tersungkur.
Jennifer mendekati Kate dengan wajah merah menahan amarah. Tapi Kate tidak takut. Dia menendang kaki Jennifer hingga wanita itu juga tersungkur.
Kate berdiri di depan Jennifer. Dia melipat kedua tangannya di depan dada. "Apa kau pikir aku takut padamu, hah? Kau tidak pantas menyandang seorang model. Kau lebih pantas di sebut jalan9 dengan baju yang kau pakai. Apa aku perlu meminta Steven untuk memberimu uang untuk membeli baju?"
"Kau...
Ucapan Jennifer tertahan saat seseorang tiba-tiba datang.
__ADS_1
"Ada apa ini?"
Deg