Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 19 : Syukurlah Kau Masih Hidup


__ADS_3

Kate baru saja selesai mengerjakan pekerjaannya. Dia merasa senang karena tidak ada Steven yang mengawasinya saat bekerja. Tadi pagi, Steven pergi ke perusahaan dengan James. Mungkin ada pekerjaan penting yang harus mereka tangani. Entahlah, Kate tidak mau terlalu memikirkannya. Yang terpenting sekarang dia bisa bersantai dan merasa bebas karena tidak ada yang mengganggunya.


"Hah... Akhirnya aku bisa bersantai. Tapi lama-lama bosan juga. Setiap hari hanya itu-itu saja yang aku lakukan. Aku ingin pergi ke suatu tempat. Tapi... " Kate memandang gelang yang melingkar di pergelangan tangannya. "Ck... Kau terlihat cantik tapi sebenarnya kau adalah iblis yang mengikat nyawaku. Dasar gelang sialan." gerutunya


Karena bosan, akhirnya Kate memilih jalan-jalan. Dia sudah berkali-kali melihat isi rumah Steven. Bahkan dia sudah hafal ada berapa ruang di dalam sana. Untuk itu, dia memilih pergi ke taman.


"Wah... Ternyata halaman nya luas juga. Dan sangat indah." Kate terpesona dengan keindahan taman milik Steven. Walau pria itu terlihat dingin dan menyeramkan, tapi ternyata dia juga menyukai keindahan.


Kate terus berjalan menikmati udara di taman. Tapi ekor matanya menangkap sesuatu yang aneh. Dia merasa di ikuti. Karena penasaran, Kate melambatkan langkahnya untuk membuktikan apakah benar ada yang mengikuti nya atau hanya perasaannya saja. Apakah itu penjaga yang di perintahkan Steven untuk mengikuti nya? Sepertinya Steven takut jika dia kabur. Lalu apa gunanya gelang ini? pikirnya


Kate mempercepat langkahnya. Dan benar saja, orang itu juga mempercepat langkahnya. Sudah pasti dia mengikuti Kate.


Dengan gerakan cepat, kate memutar tubuhnya dengan mengayunkan kakinya menendang orang tersebut hingga tersungkur.


Bugh


Brukh


"Auh... Punggungku." rintih pria itu.


Kate mendekati pria itu. Dia menyipitkan matanya karena merasa tidak asing dengan wajah pria itu.


"Oh my God.. Bolam lampu!!" pekiknya. Dia membantu pria itu berdiri.


"Apa yang kau lakukan disini? Kenapa kau menyamar, Robert?" tanya Kate.

__ADS_1


Ya, Yang mengikuti Kate adalah Robert. Setelah berhasil menyamar menjadi penjaga, Robert bertingkah seolah sedang berpatroli. Dia mencari kesempatan untuk masuk ke dalam rumah Steven. Tapi dia mengurungkan niatnya saat melihat seorang maid yang mirip dengan Kate. Akhirnya dia memilih mengikutinya. Tapi siapa sangka dia malah terkena jurus tendangan bebas dari Kate.


"Aku kemari untuk mencarimu, bodoh!! Oh my... punggung ku!!!" keluh Robert.


"Maaf kan Aku. Aku refleks melakukannya. Aku kira kau orang yang di perintahkan untuk mengawasiku agar aku tidak kabur."


"Mengawasi?" Robert melihat penampilan Kate. Tunggu dulu!! Kenapa Kate bisa memakai baju maid? Apa dia sedang menyamar?


"K_kau masih hidup. Tapi kenapa kau...."


"Tentu saja aku masih hidup. Apa kau berharap aku mati? Ah... Tapi itu tidak mungkin, jika aku mati, kau tidak akan mendapatkan penghasilan." seru Kate.


Robert berdecak. Walaupun benar apa yang di katakan Kate, tapi rasanya dia tidak terima dengan kenyataan itu. Tapi untunglah Kate masih hidup. Dengan begitu dia bisa tidur dengan nyenyak malam ini.


"Ada apa? Apa kau tidak mau pergi dari sini? Kau tidak mau bertemu dengan Jully?"


"Bukan begitu, Aku sangat ingin pergi dari sini. Tapi aku tidak bisa. Dia mengancam akan membunuh Mommy. Lagipula, percuma aku pergi, Karena kemanapun aku bersembunyi, dia bisa dengan cepat menemukan ku."


"Apa maksudmu?"


Kate menunjukkan gelang di tangannya. Dia menjelaskan secara detail tentang gelang tersebut. Dia juga menceritakan apa yang terjadi malam itu dan kenapa dia bisa memakai Seragam Maid. "Jika bukan karena gelang ini, aku sudah pergi dari kemarin-kemarin." sungut Kate.


"Astaga...!!" Robert mengusap wajahnya kasar. Dia sudah sampai di sini dan berhasil menemukan Kate. Tapi justru Kate tidak bisa pergi dari sana. Robert akui, Steven memang hebat.


"Aku tidak bisa pergi denganmu. Tapi aku minta kau cari cara agar aku bisa melepaskan gelang ini tanpa kehilangan nyawaku." seru Kate

__ADS_1


"Baiklah. Aku akan mencari cara untuk membantu mu. Tapi sebelum itu, bisakah kau menghubungi Jully? Dia selalu menanyakan mu dan aku sudah sangat bingung harus menjawab apa."


"Disini tidak ada telepon rumah. Bahkan tidak ada yang mau meminjamkan ponselnya padaku." gerutu Kate.


Robert menghela nafas berat. Kenapa semua jadi rumit seperti ini? Hanya untuk menghubungi Jully saja Kate tidak bisa. Sebenernya dia membawa Ponsel tapi akan terlihat aneh jika Kate menghubungi Jully menggunakan ponselnya kan.


Tidak ada pilihan lain. Robert meminta Kate untuk menulis surat untuk Jully. Dan jika ada kesempatan, Robert berpesan untuk segera menghubungi Jully.


Kate setuju. Dia menulis surat singkat untuk Jully yang bisa meyakinkan jika dia baik-baik saja. Dia juga meminta Robert untuk mengambil gambar gelangnya untuk mempermudah Robert mencari tahu tentang gelang itu. Walau sudah di rancang secara khusus dan hanya bisa di lepas dengan sidik jari Steven, tapi Kate yakin jika gelang itu memiliki melemahan.


"Baiklah kalau begitu. Aku pergi dulu. Aku senang kau masih hidup Kate. Jaga diri mu!! Jangan sampai kau kehilangan nyawa mu untuk kesekian kalinya." ujar Robert


Kate tersenyum sinis. Robert mengkhawatirkannya karena dia adalah tambang emas untuk Robert. Dan apa dia bilang? Jangan sampai kehilangan nyawa lagi? Apa dia tidak sadar jika selama ini dia yang sudah mengirim nya ke tepi jurang neraka?


Ingin sekali Kate memukul kepala plontos pria di depannya itu. Tapi saat ini dia membutuhkan bantuannya. Dan lagi, hanya Robert yang bisa dia percaya untuk menjaga Jully saat dia tidak ada.


"Aku harus segera pergi sebelum mereka menyadari keberadaan ku."


Lagi-lagi Kate tersenyum sinis. "Kau terlambat. Mereka sudah menyadari keberadaan mu, Robert." ucap Kate


"Apa maksudmu?"


Kate tersenyum dan menunjuk ke arah cctv yang tidak jauh dari tempat mereka berada.


"****..!!!". Robert berlari tunggang langgang sebelum anak buah Steven mengejarnya. Sedangkan Kate tertawa keras karena kebodohan Robert. Pantas saja Robert pernah tertangkap polisi. Karena selain ceroboh, Robert pencuri amatiran yang tidak mempunyai rencana dan strategi yang matang. Sungguh menggelikan.

__ADS_1


__ADS_2