
"Bolehkah Aku melakukannya?"
Glek
Kate menelan ludah nya kasar. Dia bisa melihat kilatan gairah di mata Steven. Ini tidak bisa dibiarkan. Mereka tidak mempunyai hubungan apa-apa. Jadi jika dia mengijinkan nya, bagaimana jika Steven tiba-tiba meninggalkan nya atau mungkin hanya menjadikannya pelarian saja. Karena bagaimanapun, dia bisa melihat jika Steven masih mencintai Si Annabelle.
"Kitty, kau mendengar ku kan?" Kedua tangan Steven masih aktif memijat kedua benda kenyalnya. Dan hal itu membuat Kate tidak bisa berfikir jernih.
"Come on, Kate!! Jangan tergoda olehnya." batin Kate. Niatnya ingin membuat Steven bertekuk lutut, tapi justru dia yang terjebak dalam permainan Steven.
Steven semakin berani. Dia membuka kancing seragam Kate dan mengeluarkan Dua benda kenyal dari dalam wadahnya.
Glek
"Apa seperti ini bentuknya? indah sekali!!" batin Steven berbinar. Dia pernah melakukannya saat memberi hukuman pada Kate. Tapi karena tertutup oleh naf**, dia tidak begitu memperhatikan bentuk dari benda kenyal tersebut.
"A_apa yang kau lakukan?" Kate menyilangkan kedua tangan nya menutupi dadanya. Dia sangat malu. Karena ini pertama kali dia dilihat seorang pria dalam keadaan seperti itu.
Steven menyingkirkan tangan Kate. Dia kembali menatap binar dua bukit yang begitu indah yang ada di depan matanya. Dan dengan cepat, Steven melahap keduanya membuat Kate mengerang.
"Akh...
Satu lenguhan keluar dari bibir Kate. Dia menekan kepala Steven dan menikmati setiap permainan daging tidak bertulang milik Steven yang bermain di pucuk bukit nya.
__ADS_1
Tangan Steven kembali berani melakukan hal lain dengan menaikkan Gaun bawah milik Kate dan mengusap paha mulus wanita itu.
Kate semakin menggila, dia merasakan sensasi aneh yang menjalar di dalam tubuhnya. Seolah dia menginginkan lebih. Tapi saat tangan Steven mencoba menerobos benda segitiga milik Kate, tiba-tiba....
Tok Tok Tok
Kate membuka matanya dan mendorong kepala Steven yang ada di dadanya.
"Ada apa Kitty? Aku belum puas." gerutu Steven di tengah-tengah gairah nya
"Ada yang mengetuk pintu.''
"Abaikan." Steven ingin kembali menyesap benda favoritnya. Tapi ditahan oleh Kate.
Steven mendengus dan beranjak dari tubuh Kate. Dia sangat marah karena ada yang mengganggu kesenangan nya. Lihat saja jika tidak ada hal yang penting, maka dia akan menembak mati orang itu.
Steven menoleh kearah Kate yang sudah selesai merapikan bajunya. Baru kemudian dia membuka pintu tersebut.
"James..!!!!" ucapnya geram
Glek
"Apa aku membuat kesalahan? Kenapa dia menatapku seperti mau membunuh ku?" batin James
__ADS_1
"Permisi, saya mau kembali bekerja." Kate keluar dari kamar melewati kedua pria itu.
Steven hanya menatap Kate yang melewati nya dan beralih menatap James.
"Gawat!! Seperti nya aku datang di saat yang tidak tepat." batin James. Dia merutuki kebodohannya karena tidak melihat keadaan. Harusnya dia tahu jika Bosnya akan memberikan hukuman yang berbeda pada Kate. Dengan begitu dia akan mengajak Ibu Kate jalan-jalan terlebih dahulu untuk memberi waktu pada mereka. Tapi terlalu lama bersama ibu Kate membuat James merasa pusing. Untuk itu dia langsung mengantar nya pulang setelah semua selesai. Tapi tidak di sangka sekarang dia harus menghadapi yang lebih mengerikan.
"Ada apa? Jika yang kau katakan tidak penting, maka bersiaplah mendapatkan hukuman mu, James." seru Steven
"Be_begini Tuan. Ki_kita harus segera ke perusahaan karena ada meeting sebentar lagi."
"Apa kau tidak bisa menghandle terlebih dahulu, James? dasar pengganggu. Gara-gara kau datang, aku gagal bereksperimen." gerutu Steven
James mengerutkan keningnya. Bereksperimen? Oke seperti nya dia tahu apa yang di maksud Bos nya. Hanya saja itu istilah buatannya sendiri. Tapi jika sudah sejauh itu, artinya Steven menyukai Kate kan? Mungkin ini saatnya dia bertanya pada Steven tentang perasaan nya pada Kate. Dengan begitu dia bisa lebih cepat menghempaskan Annabelle.
"Maaf Tuan jika aku mengganggu eksperimen mu. Tapi aku sarankan untuk tidak gegabah." ucap James
"Apa maksud mu?"
"Dari informasi yang aku dapatkan, nona Kate belum pernah berpacaran atau dengan dengan pria manapun. Itu artinya Anda orang pertama yang dekat dengan nya dan berani melakukan hal itu padanya. Apa jadinya jika Tuan melakukan nya tanpa perasaan atau hubungan apapun dengan nona Kate? maksud ku wanita membutuhkan kepastian tuan. Sedangkan Tuan masih ada Anna... ma_maksud ku, nona Jennifer. Apa yang akan nona Kate pikirkan nantinya." terang James
Steven terdiam. Yang di katakan James benar. Pantas saja Kate selalu menolaknya dan mengatakan jika mereka bukan siapa-siapa. Jadi wanita itu memberinya kode untuk memberikan kepastian padanya.
"CK.. Kenapa kau bodoh sekali Steve?" batin Steven. Seperti nya setelah ini dia harus memastikan perasaannya. Apakah dia menyukai Kate, atau hanya sekedar naf** saja. Dan untuk Jennifer, dia akan mengurusnya nanti.
__ADS_1