Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 9 : Menjalankan Misi


__ADS_3

Malam kian larut. Jam dinding sudah menunjukkan pukul 12 malam. Sekarang saatnya Kate menjalankan misi nya. Dia membawa peralatan yang sudah dia siapkan sebelumnya. Malam ini, dia akan mengambil berlian yang diinginkan Robert. Dan dia berharap, kali ini dia berhasil. Jadi, dia tidak perlu mencuri untuk beberapa bulan kedepan. Dan bagiannya juga bisa dia gunakan untuk berobat Ibunya.


Kate sudah siap. Dia melihat keadaan Jully sebelum berangkat. Dia ingin memastikan jika Jully sudah tidur. Jully tidak tahu jika malam ini dia akan mencuri lagi. Oleh karena itu, dia berharap saat Jully bangun nanti, dia sudah berada di rumah.


"Mimpi indah, Mom." Kate mencium kening Jully dan keluar dari kamar wanita itu. Tidak lupa dia menutup pintu kamar dan pergi menemui Robert.


"Aku akan beraksi malam ini. Aku harap kau bersiap di posisi mu." seru Kate.


"Kenapa kau tidak yakin, Kate? Apa kau takut tertangkap?"


Kate menatap penuh benci ayah tirinya itu. Apa dia tidak tahu bagaimana pertahanan dan keamanan orang nomor satu di dunia? Apa dia tidak membaca artikel tentang targetnya? kenapa dia masih bertanya se santai itu?


"Aku tidak yakin bisa lolos. Jadi, jika terjadi sesuatu padaku, kau harus menjaga Mommy." Kate masuk ke dalam mobil pinjaman dari Robert. Entah itu mobil siapa? Kate tidak peduli. Yang sekarang harus dia pikirkan adalah cara masuk ke istana megah milik Steven. Walau dia sudah mempunyai rencana tapi bisa saja semua itu gagal. Jadi dia hanya bisa berharap Dewi Fortuna berpihak padanya malam ini


Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, Kate menghentikan mobilnya tidak jauh dari rumah Steven. Dia melihat jam yang melingkar di tangannya dan sudah hampir jam 1 dini hari. Semoga mereka sudah terlelap.


Kate mengendap-endap dan mencari sudut yang aman untuk memanjat tembok yang menjadi pagar tinggi mengelilingi istana steven. Setelah menemukannya, Kate memakai sarung tangan dan penutup kepala. Dia tidak mau orang lain tahu siapa dia. Yah setidaknya jika dia tidak tertangkap malam ini. "Semoga beruntung Kate." gumamnya. Dia mengunyah permen karet untuk menghilangkan rasa gugupnya. "Huft..." terdengar suara helaan nafas panjang dari Kate. Dia mengeluarkan Grappling hook launcher dan menembakkannya ke tembok. Keluarlah tali berjangkar yang langsung menancap di tembok tinggi milik Steven.


Kate naik menggunakan tali tersebut dan meloncat turun tanpa menimbulkan suara. Dia berjalan dengan menempelkan tubuhnya di tembok pagar karena di atas sana ada Cctv. Jadi dia tidak akan tertangkap kamera cctv karena berjalan menempel di tembok

__ADS_1


"Baru masuk tapi aku sudah jantungan. Apalagi jika aku sudah di dalam sana?" gerutunya dalam hati. Kate segera lari setelah lolos dari satu cctv. Dia berencana akan naik ke lantai atas untuk masuk ke rumah mewah tersebut. Dia yakin di atas sana tidak ada penjaga, karena saat dia masuk ke rumah itu siang tadi, dia tidak melihat satupun penjaga di sana. Dan dia yakin kamar Steven juga ada di lantai atas. Siapa yang mau di ganggu privasinya oleh orang lain, walaupun itu demi keamanan. Cukup mereka berjaga di lantai dasar dan luar rumah kan.


Kate memasang magnet di kedua telapak tangannya. Dia bersiap untuk memanjat dinding yang menjulang tinggi tersebut. Tapi belum sempat ia melakukannya, penjaga datang untuk patroli. "Sial!!" umpat Kate. Dia bersembunyi di balik pilar. Tapi penjaga itu berhenti karena merasa ada seseorang di sana. Penjaga itu mendekati pilar yang menjadi tempat persembunyian Kate. "Tidak ada pilihan lain." gumam Kate dalam hati. Kate bergerak cepat menangkap leher penjaga dan menyuntikkan jarum bius ke leher penjaga.


Brukh


Penjaga itu pingsan. Kate menarik penjaga itu ke semak-semak dan kembali ke rencana awal.


Dia mulai memanjat dinding rumah Steven. Tapi saat dia hampir sampai di lantai atas, penjaga lain terlihat berjalan berpatroli di sana. Kate yang masih bergelantungan di dinding mengeluarkan sumpitan atau tabung bambu yang berisi jarum beracun. Dia meniupkan nya kearah penjaga. Dan....


Syuutt


Jleb


Brukh


"Ini sangat menyusahkan. Lama-lama aku bisa tertangkap." gerutu Kate dalam hati.


Tidak mau menunggu lama, Kate kembali mengendap-endap masuk ke istana Steven. Dia memanjat dinding menggunakan magnet di tangannya dan menutup layar cctv menggunakan permen karetnya. Dia terus melakukan hal itu setiap bertemu dengan kamera cctv. Sungguh gila!!! lorong tempat nya berjalan saja, dia sudah menemukan 7 Cctv. Apalagi di tempat lain? pikir Kate.

__ADS_1


Kate mencari kamar steven. Dia yakin jika pria itu menyimpan berliannya di kamar. Kate melihat pintu besar yang dia duga adalah kamar utama. Dan itu pasti kamar Steven.


Kate masuk perlahan agar tidak menimbulkan suara. Dia melihat isi kamar yang begitu mewah. " Benar-benar pria kaya sejati." Kate berdecak kagum. Tapi kenapa kamar nya kosong? kemana si pemiliknya berada?


Tidak mau ambil pusing, Kate mulai mencari barang yang dia inginkan. Selagi si pemilik tidak ada, dia harus bergerak cepat. Jangan sampai Steven datang dan memergokinya.


Dan benar saja, saat ini Steven berjalan menuju kamarnya. Dia baru saja dari ruang kerjanya. Bukan untuk mengerjakan pekerjaan, tapi seperti biasa, dia memandangi foto mantan kekasihnya. Dasar pria bodoh.


Steven memijat pelipisnya yang sedikit pusing. Dia baru saja menikmati salah satu koleksi wine miliknya. Tapi walaupun begitu, dia tidak mabuk. Mungkin karena masalah pekerjaan, dia jadi seperti itu.


Steven sudah sampai di depan kamarnya. Dia memegang kenop pintu dan bersiap untuk membukanya. Sementara itu di dalam kamar, Kate yang mendengar suara kenop pintu dibuka, langsung bergegas bersembunyi di wordrobe.


"Sial!!!" umpat Kate. Dia berharap Steven langsung tidur dan tidak masuk kesini untuk berganti pakaian. Tapi sayangnya, Steven sekarang berada di depan lemari tempat Kate bersembunyi. Dia melepas baju nya dan melemparnya asal. Dia membuka lemari dan mengambil satu baju.


Jantung Kate berdetak kencang. Dia sangat takut ketahuan. Untungnya ruangan itu cukup temaram dan baju Kate yang berwarna hitam juga tidak terlalu mencolok. "Oh my God." gumamnya dalam hati. Dia melebarkan kedua matanya saat Steven melepas celananya dan menyisakan celana kolor berwarna hitam. Kate menutup matanya dan membekap mulutnya. Jangan sampai dia berteriak. Dirinya terus mengumpat di dalam hati karena mata sucinya harus melihat benda yang menonjol di balik kolor hitam itu.


Steven menutup pintu lemari. Dia kembali ke kamar dan langsung menjatuhkan dirinya di atas tempat tidur.


Kate menghela nafas lega. Dia akan berdiam sejenak di dalam lemari sampai Steven benar-benar terlelap. Setelah cukup lama, Kate keluar dari lemari dan kembali mencari berlian yang diinginkan nya.

__ADS_1


"Apa yang kau cari?"


Deg


__ADS_2