Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 20 : Hukuman


__ADS_3

DeXaR Company


Saat ini di perusahaan DeXaR Company tengah di adakan rapat bulanan. Suasana terasa hening dan mencekam. Apalagi dengan ekor mata Steven yang tajam menatap semua yang hadir dalam rapat tersebut.


Mereka baru saja melakukan presentasi grafik pendapatan dan pengeluaran perusahaan. Ada juga yang mempresentasikan strategi pemasaran produk untuk bulan depan. Tapi ada yang membuat Steven tidak puas karena pendapatan perusahaan 3 bulan terakhir terus mengalami penurunan. Hal itu membuat semua ketakutan karena sudah pasti mereka menjadi sasaran amarah seorang Steven.


"Bisa kalian jelaskan kenapa perusahaan bisa mengalami penurunan 3 bulan berturut-turut?" tanya Steven penuh penekanan


"JAWAB!!!"


Semua karyawan tersentak mendengar teriakkan Steven. Mereka tidak ada yang berani berbicara karena itu sama saja mengantarkan nyawa mereka. Tapi jika mereka diam saja, mereka akan terus mendapat tekanan dari bos mereka dan itu membuat mental mereka menciut.


"Jadi kalian tidak ada yang mau bicara?"


"Ma_maaf Tuan. Perusahaan mengalami penurunan karena adanya persaingan produk dari perusahaan lain. Mereka meluncurkan produk yang hampir sama dengan produk kita dan harga yang mereka keluarkan lebih terjangkau. Jadi....


BRAKH


"Lalu kenapa tidak ada yang melaporkan padaku, Hah?" Steven menggebrak meja dengan keras hingga semua gemetar ketakutan. Jika masalah perusahaan, Steven tidak akan memberi ampun. Saat itu juga mereka akan di pecat karena di anggap tidak bisa membantu mengembangkan perusahaan.


"Apa masih ada alasan lain?"


Semua kembali menunduk. Tapi salah satu dari mereka melaporkan tentang kejanggalan laporan keuangan di bulan kedua. Tapi sayangnya dia tidak bisa menemukan penyebab terjadinya penurunan pada bulan tersebut.


"Berikan padaku laporan 3 bulan terakhir!! Rapat hari ini cukup sampai di sini. Kalian boleh pergi." seru Steven.


Semua mulai lari terbirit-birit meninggalkan ruang rapat yang serasa bagaikan neraka. Mungkin kali ini mereka lolos tapi tidak untuk rapat berikut nya. Apalagi Bos mereka akan mencari tahu sendiri penyebab masalah perusahaan.


Steven memijat pangkal hidungnya. Dia merasa karyawan nya tidak bisa di andalkan. Masalah seperti ini saja dia juga yang harus mencari tahu. Belum lagi masalah yang ada di rumah. Gara-gara tendangan maut Kate, dia nyaris tidak bisa mempunyai keturunan.


Sebenarnya dia masih ingin beristirahat di rumah karena rasa ngilu di bagian bawahnya. Semalam, Kate memegangnya begitu keras yang membuat miliknya berdenyut sakit.


Tapi James menghubunginya jika ada rapat bulanan yang diadakan setiap akhir bulan. Dan dia tidak ingin melewatkan nya. Apalagi James bilang jika terjadi penurunan di perusahaan. Jadi mau tidak mau Steven berangkat ke perusahaan untuk mengurusnya.


"Ini laporan keuangan tiga bulan terakhir, Tuan." James menyerahkan tiga map berisi berkas laporan keuangan pada Steven


Steven memeriksa satu persatu berkas tersebut. Tapi suara dering ponsel James membuatnya kehilangan konsentrasi dan menatap tajam kearah James.


"Maaf Tuan." James menjauh untuk menerima sambungan telepon


"Awasi dia !!" ucapnya pada seseorang di seberang sana. Setelah nya dia menutup sambungan telepon dan kembali ke tempat Steven berada.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Steven


"Penjaga melaporkan jika ada penyusup. Dia terekam sedang berbicara dengan Kate, Tuan."


Steven mengerutkan keningnya menatap James. " Kate?"


"Ya tuan. Sepertinya dia komplotan Kate dan ingin menyelamatkan Kate. Tapi sepertinya Kate tidak ikut dengannya."


Steven terdiam. Dia segera membuka laptopnya dan melihat rekaman cctv rumahnya yang terhubung langsung pada laptop nya.


Dan benar, ada seseorang yang berbicara dengan Kate dan orang itu memakai seragam penjaganya. Sial .. Lagi-lagi dia kecolongan. Sebenarnya bagaimana cara kerja mereka? kenapa rumah yang di jaga begitu banyak penjaga masih bisa di masuki penyusup.


Steven mengamati Kate dan pria itu. Awalnya Kate menendang pria itu hingga tersungkur. Mungkin dia mengira pria itu orang lain. Hah.. lagi-lagi Kate mengeluarkan tendangan nya. Seperti nya dia harus berhati-hati pada kaki wanita itu.


Steven menaikkan volume untuk mendengar percakapan mereka. Tapi sayangnya pembicaraan mereka tidak bisa di dengar Steven. Sebenarnya apa yang mereka bicarakan? Apa Kate meminta bantuan temannya untuk membebaskannya? Tapi itu tidak akan berhasil Karena dia mempunyai Jully untuk mengancam Kate. Dan jangan lupa gelang yang di pakai Kate. Jadi dia yakin Kate tidak akan macam-macam.


"Kita pulang sekarang." Steven menutup kasar laptopnya dan berjalan terlebih dahulu. Dia sangat penasaran dengan apa yang Kate bicarakan dengan pria itu. Jika benar dia merencanakan untuk kabur maka dia akan membunuh Jully saat itu juga.


James menelepon sopir untuk menyiapkan mobil karena tuan mereka akan pulang saat itu juga.


Mobil sudah terparkir di depan perusahaan. Sopir membukakan pintu untuk Steven . Dan James duduk di samping kemudi.


Atmosfer di dalam mobil tiba-tiba berubah menyeramkan. Sepertinya ada yang membuat Tuan nya marah. pikir si sopir.


Dengan langkah lebarnya, Steven bergegas masuk dan mencari Kate Berley.


"KATE BERLEY!!!" teriak Steven. Tapi wanita itu tidak juga muncul. Akhirnya Steven meminta James untuk mencari Kate.


"Seret dia di hadapan ku!!" Steven melonggarkan dasinya dan melangkah pergi ke kamarnya. Masalah di kantor di tambah adanya penyusup membuat dirinya panas. Dia akan berendam lebih dulu sebelum memberi hukuman pada Kate.


Sementara wanita yang saat ini di cari Steven tengah bersantai di taman belakang. Dia bermain ayunan dan sesekali memakan buah yang dia bawa dari dapur. Dia belum sadar jika ada masalah besar menantinya.


"Di mana Kate Berley?" tanya James pada Maid.


"Nona ada di taman belakang Tuan." jawab Maid


James langsung mencari Kate di halaman belakang. Dan tanpa aba-aba, James langsung menarik baju Kate dari belakang


"Hei..!!!!" pekik Kate hampir terjatuh. Dia menoleh melihat siapa yang berani menarik nya.


"James??? Apa yang kau lakukan, hah? Lepaskan aku!!!" Kate memberontak dan mencoba melepaskan tangan James yang menarik bajunya

__ADS_1


"Tuan ingin kau menemuinya."


"Apa? Dia sudah pulang? Kenapa cepat sekali?"


"Ck... Kau terlalu banyak bicara. Cepat temui Tuan di kamarnya!!" James mendorong Kate hingga tersungkur di depan pintu kamar Steven.


Kate mendengus kesal.Dia mengacungkan jari tengahnya dan masuk ke kamar Steven.


"Sungguh berani." gumam James. Dia memilih pergi ke ruang kerja Steven untuk mengerjakan pekerjaannya.


Sementara itu, Kate yang sudah masuk ke kamar Steven terlihat celingak-celinguk mencari manusia laknat yang sudah membuatnya menderita selama ini.


"Dia dimana?" gumamnya.


"Kate Berley!!"


Kate tersentak mendengar suara berat yang memanggilnya. Dia menoleh dan melebarkan kedua matanya melihat Steven yang hanya menggunakan handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya


"Kyaaa ...!!" Kate menutup kedua matanya menggunakan tangannya. "Cepat pakai bajumu, Sialan!!!" teriak Kate


Tapi Steven tidak menghiraukannya. Dia mendekati Kate dan berdiri tepat di depannya. "Katakan!!! Apa yang kau rencanakan, Kate Berley?"


"A_apa maksud mu? Aku tidak mengerti."


"Masih berpura-pura tidak tahu? Apa aku harus memerintahkan anak buah ku untuk....


"Cukup!! " Kate menatap tajam Steven. " Kenapa kau suka sekali mengancamku? Jika kau mau, kau bunuh saja Aku. Ini tidak ada hubungannya dengan Mommy."


Steven terdiam menatap lekat wajah Kate. Tatapannya seolah sedang menelanjangi Kate dengan tatapan tajamnya. Tapi pandangan nya terhenti tepat di bibir Kate yang sedikit terbuka seolah mengundang diri nya untuk menciumnya.


"Kenapa kau diam saja?" tanya Kate


Steven tidak mendengarkan ucapan Kate. Dia langsung menyambar bibir Kate dan menciumnya dengan Rakus.


Kate melebarkan kedua matanya. Dia mendorong Steven. Tapi kekuatan pria itu lebih besar. Steven mendorong Kate hingga terjatuh di tempat tidur.


Kate tidak tinggal diam. Dia kembali melayang tendangan mautnya. Tapi sayang, kali ini trik Kate terbaca oleh Steven. Dia mengunci pergerakan Kate di bawah Kungkungan nya.


"Kau mau menghancurkan masa depan ku lagi? Tidak akan bisa, Kate Berley."


Kate mendengus kesal dan mendorong Steven hingga terguling ke samping. Dia bergegas berdiri dan menatap Steven dengan tatapan penuh kebencian.

__ADS_1


"Kau adalah pria mesum yang pernah aku temui. Dasar menyebalkan." Kate keluar dari kamar Steven. Dia mengeluarkan sumpah serapah nya yang masih terdengar oleh Steven.


Sedangkan pria itu hanya menyeringai mengusap bibirnya. "Tidak buruk."


__ADS_2