Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 16 : Tanggung Jawab


__ADS_3

Tiga hari berlalu, Tapi belum ada kabar dari Kate. Robert menghubungi semua rekan-rekannya yang biasa mencari informasi yang dia butuhkan. Tapi tidak ada yang bisa menemukan Kate. Sepertinya wanita itu benar-benar lenyap dari muka bumi.


Robert mengusap wajahnya kasar. Lalu bagaimana sekarang dia harus menjelaskan pada jully? Dia tidak mungkin terus berbohong. Dia terus saja menanyakan kabar Kate padanya. Sial..!!! Dia menyesal meminta Kate untuk mencuri berlian yang dulu pernah membuat Kate hampir kehilangan nyawanya. Dan sekarang, Kate benar-benar kehilangan nyawanya. Sepertinya berlian tersebut sudah di kutuk.


"Aku harus bagaimana sekarang? Apa aku harus masuk ke rumah pria itu dan mencari tahu tentang keberadaan Kate? Tapi sama saja Aku mengantar nyawaku. Aku harus mencari cara untuk bisa masuk ke sana."


Robert menjalankan mobilnya. Selama tiga hari ini, pria plontos itu terus mengawasi rumah Steven dari jarak jauh. Dia berharap bisa menemukan petunjuk. Tapi sayangnya semua itu tidak mudah. Jika dia ingin tahu, dia harus masuk ke sana. Dan sepertinya setelah ini dia akan kembali meminta bantuan temannya untuk membantu nya masuk ke rumah Steven.


Sementara itu, wanita yang di cari Robert tengah membersihkan kamar Steven seperti biasa. Hanya saja bedanya, dia bekerja dengan di awasi langsung oleh si pemilik kamar. Hal itu membuat nya was-was. Jangan sampai pria itu mengambil kesempatan melakukan hal yang tidak-tidak padanya.


Tempat tidur sudah rapi, lantai juga sudah selesai dia pel. Perabotan juga sudah bersih. Dia menatap Steven yang dari tadi duduk mengawasi nya.


"Aku sudah selesai." seru Kate


Pria itu diam tak bergeming. Dia menatap Kate dengan tatapan yang sulit di artikan. Dia masih tidak percaya dengan informasi yang di berikan James dua hari yang lalu.


Informasi tentang wanita yang saat ini berdiri di depannya. Hah... Ini sungguh di luar dugaan. Dia, wanita yang berdiri di sana adalah seorang pencuri profesional yang saat ini menjadi buronan semua orang. Pencuri yang mendapat gelar dari para penggemarnya. 'Beautiful Diamond Thief'. Sulit di percaya. Dia jadi penasaran, kenapa Kate mau menjadi pencuri? Dan kemana hasil dari curiannya selama ini? Dengan sepak terjangnya selama menjadi pencuri berlian, seharusnya saat ini Kate sudah menjadi millionaire . Tapi kenapa dia masih saja mencuri? Apa itu adalah hobinya?


"Ada apa? Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Kate yang melihat Steven tidak berkedip menatapnya. Dia mulai waspada. Apalagi saat ini Steven melangkah mendekatinya.


"Kenapa kau menjadi pencuri?"


Kate menaikan kedua alisnya. Pertanyaan yang sama yang pernah pria itu tanyakan. Kenapa dia jadi penasaran seperti ini? Apakah itu penting? Kate tidak mau ambil pusing. Dia memilih keluar dari kamar Steven karena tugasnya sudah selesai. Tapi langkahnya terhenti karena Steven menahan lengannya.


"Jawab!!" seru Steven.


"Maaf tuan Steven yang terhormat. Tapi itu bukan urusan anda." Kate menghempaskan tangan Steven. Tapi di luar dugaan, Steven justru menarik tangan Kate hingga wanita itu kehilangan keseimbangan dan jatuh di atas tempat tidur dengan Steven yang berada di atasnya.


"Apa yang kau lakukan, sialan?" teriak Kate.


Steven tersenyum evil. Dia mencekal kedua tangan Kate keatas kepala wanita itu. "Walaupun kau seorang pencuri profesional, tapi kau tetap saja terlihat lemah di mataku." Steven menatap wajah Kate yang sangat dekat dengannya. "Cantik." gumamnya dalam hati. Steven menatap bibir warna ceri milik Kate dan perlahan mendekatkan wajahnya.


Kate mulai waspada. "Sial!!! Apa yang akan pria gila ini lakukan?" umpat Kate dalam hati.


Wajah Steven kini hanya berjarak lima centi, semakin lama semakin mendekat. Tapi...

__ADS_1


Dugh


"Akh...!!!" Steven menggulingkan tubuhnya ke samping sambil memegang aset berharganya. " Kau...!!! Apa yang kau lakukan Sialan?" teriak Steven kesakitan.


"Itu akibatnya karena kau sudah berani macam-macam padaku." Kate keluar dari kamar Steven. Dia meninggalkan pria yang merintih kesakitan dan terus mengumpat dirinya.


****


"Untuk sementara benda ini tidak bisa digunakan. Pukulan yang didapatkan membuatnya tidak bisa berdiri untuk sementara waktu." seru Jordan, dokter pribadi Steven. James memanggilnya setelah mendapati Steven kesakitan meringkuk memegang benda keramatnya.


"Tidak masalah dok. Tuan kami juga tidak pernah menggunakan nya." seru James yang langsung mendapatkan pelototan mematikan dari Steven. Tapi James tidak perduli. Karena yang dia katakan memang benar. Steven belum pernah mengasah benda keramat nya. Beruntung wanita yang nantinya akan merasakan pertama kali benda langka tersebut.


"Benarkah? Wow.. Kau benar-benar hebat Steve. Tapi aku sarankan mulai sekarang kau harus mengasahnya. Aku takut dia tidak bisa berfungsi setelah mendapatkan pukulan itu."


"Jangan bercanda!!! Apa maksudmu berkata seperti itu? Apa kau pikir aku impoten?" sungut Steven.


"Bukan begitu. Tapi kau belum pernah memakainya di tambah sekarang dia tidak bisa berdiri. Kau harus memberikan rangsangan agar dia kembali normal. Jika dalam seminggu dia tidak bisa berdiri maka.....


"Apa?"


Steven melebarkan kedua matanya. Tidak mempunyai keturunan? Tidak!!! ini tidak boleh terjadi. Semua ini gara-gara wanita itu. Steven menatap James dan memintanya menyeret Kate ke hadapannya.


"Bawa wanita itu kemari!!" titahnya


"Baik!!" James keluar dari kamar Steven mencari wanita yang di maksud Tuannya. Siapa lagi jika bukan Kate. Dia adalah wanita pertama yang berani melukai harga diri Tuannya. Tidak hanya menghancurkan masa depan steven, tapi wanita itu juga berhasil membuat Steven tidak bisa memiliki keturunan. James yakin, sebentar lagi nyawa wanita itu akan melayang.


Sementara itu, Kate yang tidak tahu jika dia dalam masalah besar malah terlihat bersantai di dapur menikmati makanannya. Membersihkan kamar Steven membuatnya lapar. Dia tidak mau merepotkan maid yang lain untuk itu dia membuat sendiri makanan untuk nya.


"Ah... Enaknya. Rasanya aku sudah lama tidak makan makanan seenak ini."


"Kate Berley!!!"


"Uhuk uhuk..." teriakan James membuat Kate tersedak. Dia meraih gelas di sampingnya dan melemparkannya pada James. Beruntung pria itu mempunyai refleks yang bagus.


"Kenapa kau berteriak, hah? Apa kau tidak tahu aku sedang makan? Astaga.." Kate mengambil air minum di kulkas dan meminumnya.

__ADS_1


"Tuan Steven mencarimu."


"Untuk apa dia mencari ku? Pekerjaanku sudah selesai dan Aku ingin istirahat." Kate tidak menghiraukan James dan memilih pergi. Kedatangan James membuat seleranya hilang.


Tapi James tidak kehilangan akal. Dia menghadang langkah Kate dan menyeret wanita itu menghadap Steven. Tentu saja Kate memberontak. Bahkan terjadi pertarungan kecil antara mereka. Tapi James berhasil mengunci pergerakan Kate dengan cepat.


"Kali ini kau tidak bisa lolos. Dan sebentar lagi aku pastikan kau kan pergi ke neraka." seringai James.


Deg


James membawa Kate ke kamar Steven. Dia mendorong Kate hingga tersungkur di depan Steven.


"Apa dia pelakunya?" tanya Jordan.


Steven menganggukkan kepalanya malas. Dia merasa terhina dengan pertanyaan Jordan.


"Jelaskan padanya apa akibat dari perbuatannya!!!" titah Steven


Jordan membantu Kate berdiri dan menjelaskan pada wanita itu tentang apa yang terjadi pada Steven akibat perbuatannya.


Bukannya bersimpati ataupun merasa bersalah, Kate justru tertawa keras. "Itulah akibatnya jika kau berbuat mesum pada ku. Enak bukan?"


James dan Jordan di buat menganga tidak percaya. Sungguh wanita yang langka. Dia tidak takut sama sekali pada Steven tapi justru berani menertawakan nya. Benar-benar wanita pemberani


"Tertawalah terus selama kau masih bisa tertawa, Kate Berley. Karena setelah ini kau tidak akan bisa tertawa lagi."


Glek


Kate yang mendapat ancaman, tapi Jordan dan James yang terlihat tegang. Mereka yakin kali ini nyawa wanita itu tidak bisa terselamatkan. Dia akan berakhir tragis karena berani pada Steven.


"Mulai sekarang, kau harus mempertanggung jawabkan perbuatan mu. Bantu aku membuat nya berdiri. Jika tidak, nyawa ibumu taruhannya."


"APA?" Kate melebarkan kedua matanya. Dia pikir Steven akan menembaknya saat itu juga. Tapi ternyata...


James dan Jordan di buat cengo dengan permintaan Steven. Ini benar-benar kejadian langka. Jika itu orang lain, pasti Steven sudah meminta James untuk melempar orang itu ke kandang hewan buas peliharaan steven. Tapi Steven tidak melakukan nya. Sepertinya Kate mempunyai posisi penting di hati Steven.

__ADS_1


__ADS_2