
Berita tentang Steven yang mempunyai kekasih baru, telah menyebar ke seluruh penjuru. Bahkan awak media mulai berkerumun di depan perusahaan DeXaR Company untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Ini adalah berita besar. Siapa yang tidak tahu Steven Dexon Archilles? Pengusaha muda yang sangat sukses. Beberapa tahun yang lalu, dia dikabarkan putus dengan kekasihnya. Dan selama itu, Steven tidak pernah di kabarkan dekat dengan wanita manapun. Dan sekarang kabar gembira itu akhirnya datang juga.
Semua wartawan dan juru kamera sudah bersiap. Mereka menunggu kedatangan Steven dan berharap mendapatkan berita yang mereka inginkan. Karena berita ini sudah menjadi trending topik di sosial media manapun.
Sementara itu, Steven yang saat ini berada dalam perjalanan menuju perusahaan mendapat telepon jika banyak wartawan di depan perusahaan. Dia memutuskan untuk kembali karena malas berurusan dengan awak media.
Setelah mendapatkan pengalaman buruk dengan penolakan dari Jennifer, Steven menjadi pribadi yang tertutup. Dia enggan di wawancara jika menyangkut masalah pribadi nya.
"Apa Tuan yakin ingin kembali?" tanya James
"Kau tahu sendiri jika aku paling malas bertemu dengan mereka. Lagipula dapat dari mana mereka tentang berita itu. Konyol sekali."
'"Apa kau lupa dengan apa yang kau lakukan kemarin, Tuan?" batin James kesal. Mereka sudah setengah jalan tapi Steven seenaknya meminta untuk putar balik hanya karena tidak mau bertemu dengan wartawan. Padahal dulu Steven sangat welcome dengan para awak media. Dia sangat senang bisa berbagi cerita dan pengalaman. Tapi sekarang? Jangan kan melakukan wawancara, bertemu dengan wartawan saja seolah Steven alergi.
Mobil mereka masuk ke pekarangan rumah mewah milik Steven dan terparkir sempurna. James keluar lebih dulu dan membukakan pintu untuk Steven.
"Urus wartawan-wartawan itu. Redam berita konyol tentang diriku. Dan cari siapa yang sudah menyebarkan berita itu." Steven melonggarkan dasinya dan melangkah masuk. Sepertinya dia harus membuat perhitungan dengan wanita yang sudah membuat berita besar ini.
James kembali masuk ke mobil dan pergi ke perusahaan. Dia akan masuk melewati pintu belakang saja untuk menghindari awak media. Dia akan memulai mencari tahu siapa yang sudah menyebar berita tentang Tuannya. Dan dia yakin pelakunya adalah orang dalam.
"KATE BERLEY!!" teriak Steven.
Kate yang saat itu sedang membersihkan kamar Steven seketika menoleh. Dia melebarkan kedua matanya saat melihat Steven masuk ke kamar dengan wajah yang menahan amarah.
"A_ada apa?" tanya Kate terbata
__ADS_1
"Kau tahu apa kesalahan mu, hah?" teriak Steven.
Kate memejamkan matanya mendengar teriakkan Steven yang berdiri tepat di depannya. Memangnya apa yang sudah dia lakukan? pikir Kate
"Tidak usah berteriak. Memangnya kau kira aku tuli, hah? Dasar menyebalkan."
"Kau....
"Apa? Dari tadi kau berteriak tidak jelas. Memangnya apa yang sudah aku perbuat? Aku sudah melakukan semua tugas ku dengan baik."
Steven menghela nafas kasar. Dia yakin Kate belum melihat berita besar hasil dari perbuatannya kemarin. Steven meraih remote dan menyalakan televisi.
"Pemirsa, saat ini kami berada di depan perusahaan DeXar Company. Kami sedang menunggu kedatangan dari Tuan Steven untuk meminta penjelasan tentang rumor yang beredar dan sudah menjadi trending topik di sosial media. Apakah benar Tuan Steven sudah menemukan pengganti nona Jennifer? Siapakah wanita yang beruntung itu?" Steven mematikan televisi dan melempar remote begitu saja. "Sekarang kau sudah tahu apa kesalahan mu?"
Glek
Kate menelan salivanya kasar. Gawat!! Kenapa berita itu bisa menyebar dan menjadi trending topik? Sepertinya dia sudah melakukan kesalahan besar. Tapi semua itu bukan kesalahan Dia sepenuhnya karena Steven juga menciumnya waktu itu.
"Aku bukan pengecut. Aku tidak akan kabur jika memang benar aku melakukan kesalahan. Tapi itu semua tidak sepenuhnya salah ku. Ingat!! Kau juga menciumku waktu itu. Bahkan kau menggendongku ke ruanganmu dan...." ucapan Kate terhenti. "Sial.. kenapa aku jadi ingat ciuman itu." batin Kate. Dia menggigit bibir bawahnya karena teringat ciuman panasnya dengan Steven. Dia jadi penasaran bagaimana perasaan Steven saat itu? Steven menikmatinya karena sudah biasa atau karena dia sedang ingin.
"Jadi kau menyalahkan ku?" Steven berjalan mendekat dan hal itu membuat Kate mau tidak mau melangkah mundur karena Steven terlalu dekat. Hingga Kate jatuh terduduk karena kakinya menabrak tepi ranjang.
Steven berdiri di depan Kate dan mencondongkan tubuhnya hingga Kate memundurkan badannya. "A_apa yang kau lakukan?" tanya Kate
"Bukankah kau menyalahkan ku karena aku menciummu, hm. Jadi aku akan melakukannya lagi agar kau tahu hal itu tidak berarti buatku."
Deg
__ADS_1
Kate menatap tajam Steven. Hatinya merasa aneh mendengar ucapan Steven. Jadi benar jika pria ini tidak menganggap ciuman itu. Hah.. harusnya Kate sadar dan tidak mengharapkan lebih.
"Kenapa kau menatapku seperti itu, hm?" tanya Steven
"Tidak ada. Hanya saja aku baru ingat jika air dan minyak tidak akan pernah bisa bersatu." Kate mendorong tubuh Steven yang berada diatasnya. Dia berdiri dan kembali berkata, "Tenang saja. Aku ingat posisiku. Aku hanya seorang pelayan disini. Keahlian ku hanya mencuri berlian dan bukan mencuri hatimu. Hah.. kalaupun aku bisa mencuri nya, aku tidak akan melakukannya karena hati ku sudah ada yang memiliki." Kate mengambil peralatan yang ia gunakan untuk membersihkan kamar Steven dan membawanya keluar meninggalkan Steven yang diam mematung.
"Apa yang sudah aku lakukan?" gumam Steven. Dia mengusap wajahnya kasar. Dia mengambil ponselnya dan menghubungi James.
"Semua sudah beres Tuan." ucap James di seberang sana.
"Good." Steven mematikan sambungan telepon secara sepihak dan melempar ponselnya ke tempat tidur. Entah mengapa hatinya merasa ada sesuatu yang sakit yang ia rasakan saat melihat tatapan Kate. Apa wanita itu kecewa dengan ucapannya?
Jika boleh jujur hati Steven berdebar jika berada di dekat Kate. Saat Kate menciumnya, dia seolah merasakan kupu-kupu beterbangan di perutnya. Dia sangat senang. Rasanya dia ingin mengulanginya lagi dan lagi. Tapi Steven enggan mengakuinya. Mungkin dia masih trauma. Dia takut Kate akan meninggalkan nya seperti Jennifer.
Tapi apa benar jika hati Kate sudah ada pemiliknya?
"AARRGGHH....!!!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di salah satu apartemen mewah di kota New York, seorang wanita tengah mengamuk menghancurkan apapun yang ada di dekatnya. Dia tidak terima dengan berita yang baru saja dia lihat di sosial media. Walaupun beberapa menit kemudian berita itu sudah menghilang, tapi hal itu masih teringat jelas di kepalanya.
"Arrgghh...!!"
Prang
Pyarr
__ADS_1
"Tidak mungkin? Steven tidak mungkin mempunyai kekasih. Tidak ada yang bisa menggantikan posisi ku di hati Steven. Sampai kapanpun, dia hanya milikku." teriak wanita itu. Dia mengambil bingkai foto Steven dan mengusapnya.
"Steven, Aku kembali untuk mu. Besok aku akan menemuimu sayang. Jadi tunggulah aku!!"