
Sementara itu di tempat yang tidak jauh dari Istana Steven, Robert berdiri di depan mobil sambil menghisap rokok nya. Dia akan ikut andil dalam misi yang Kate lakukan jika wanita itu merasa target nya sangat sulit di dekati atau mempunyai sistem keamanan yang ketat.
Seperti setahun yang lalu saat Kate mendapat misi untuk mencuri berlian 'Heaven's Light'. Saat itu, Kate tertangkap dan hampir saja mati tertembak jika saja Robert tidak datang tepat waktu. Robert menekan alarm kebakaran yang membuat semua orang panik dan berhamburan keluar. Dan Kate memanfaatkan kesempatan itu untuk kabur dengan berbaur dengan yang lainnya.
Dengan tubuhnya yang terluka cukup parah, Kate berhasil keluar dan naik ke mobil Robert saat pria plontos itu memarkirkan mobilnya tepat di hadapan Kate.
Dan sekarang, Robert kembali mendapatkan tugas untuk membantu Kate. Dia melihat jam tangannya yang sudah menunjukan pukul 3 dini hari. Sudah tiga jam Kate pergi tapi belum ada tanda-tanda wanita itu kembali. Apa terjadi sesuatu pada wanita itu?
Robert berdecak. Dia punya firasat buruk. Seperti nya dia harus mendekat dan melihat situasi nya. Jika memungkinkan dia akan masuk dan menolong Kate jika memang dia tertangkap.
Rokok yang belum habis, dia buang. Dia menginjak rokok tersebut dan masuk ke mobilnya. Dia harus bergegas. Jangan sampai dia kehilangan Kate, karena baginya Kate sangat berharga. Wanita itu bisa menghasilkan banyak uang untuk nya. Jadi dia akan melakukan apapun untuk menolongnya.
Robert adalah mantan pencuri. Tapi dia tidak sehebat Kate. Dia pernah tertangkap dan mendapat perlakuan tidak menyenangkan di dalam penjara. Untuk itu dia berhenti mencuri. Sampai dia mengenal Jully dan menikah dengannya. Robert melihat Kate mempunyai potensi untuk meneruskan profesi nya. Untuk itu saat Kate berusia 15 tahun, Robert mengajari nya tehnik bela diri, penggunaan senjata dan penggunaan alat-alat untuk mencuri. Dan seperti yang dia harapkan, Kate sangat berbakat. Bahkan dia mendapatkan julukan 'Beautiful diamond thief'. Sungguh julukan yang indah bukan?
Tidak butuh waktu lama, mobil Robert terparkir sempurna di dekat mobil Kate. Dia turun dari mobil dan melihat keadaan rumah Steven menggunakan teropong kecil.
"Ck, sial!!! kenapa tidak terlihat apapun? dimana Kate? apa dia tertangkap?" Robert mencari sudut yang pas untuk kembali mengintai rumah Steven menggunakan teropongnya. Tapi sayang, dia sama sekali tidak bisa melihat kedalam.
"Apa aku harus masuk? tapi Kate tidak memberitahu ku sistem keamanan yang di miliki pria itu." Robert menimbang-nimbang apakah dia harus masuk atau tidak. Tapi belum sempat dia mengambil keputusan, tiba-tiba terdengar suara tembakan di dalam rumah Steven.
Robert tersentak. "Sial!!! kenapa ada suara tembakan?" Robert mendekat ke tembok pagar rumah Steven. Dia melihat jangkar bertali yang masih menancap di tembok. Itu pasti ulah Kate. pikir Robert.
Pria plontos itu naik menggunakan tali tersebut, tapi belum sempat dia sampai di atas, penjaga memergokinya. Dan mau tidak mau Robert kembali turun dan pergi dari sana.
"Sial!!!" umpat Robert. Seperti nya benar Kate tertangkap. Dan untuk suara tembakan itu, dia berharap itu bukan Kate.
Penjaga mengejar Robert dan mengeluarkan tembakan. Tapi sayang, Robert berhasil kabur menggunakan mobilnya. "Arrghh... Sial!! kenapa jadi seperti ini? Dua kali wanita itu gagal mencuri berlian 'Heaven's Light'. Dan sekarang aku tidak tahu bagaimana keadaannya." Robert mengusap wajahnya kasar. Sekarang apa yang harus dia lakukan? bagaimana dia menjelaskan pada Jully nantinya?
__ADS_1
"Aku harap tembakan itu tidak membunuh mu Kate." gumam Robert.
****
Steven menatap dalam kedua mata Kate. Wajah ini, sama persis dengan orang yang dia cintai. "Jenny?" gumam Steven nyaris tak terdengar. Dia kembali jongkok di depan Kate dan menelisik wajah wanita itu.
Tidak, wanita ini bukan Jennifer. Dia tidak mungkin berada di hadapan nya dalam keadaan tertangkap basah tengah mencuri di rumahnya. Jennifer sekarang berada di Paris dan baru saja anak buahnya melaporkan kegiatan wanita itu. Jadi tidak mungkin wanita di hadapannya ini adalah Jennifer.
"Katakan!!! Siapa kau?" tanya Steven.
Kate menaikkan kedua alisnya. Kenapa pria itu menanyakan siapa dirinya? apa dia mempunyai kebiasaan mengetahui nama korbannya sebelum membunuhnya? Oh.. atau mungkin dia ingin menambah daftar nama orang yang sudah di bunuh nya.
"Jawab!!! Siapa kau?" bentak Steven.
Kate tidak bergeming. Dia memilih menutup mulutnya. Dia enggan menjawab pertanyaan Steven.
"Bos bertanya padamu, sialan!!!" teriak anak buah steven sambil mendorong kepala Kate menggunakan moncong senjata yang diarahkan padanya.
Dor
Steven menembak anak buahnya yang membentak Kate hingga tewas.
"Siapa kau berani membentaknya, Hah?" teriak Steven.
Anak buah Steven saling pandang. Ada apa dengan bos mereka? tidak biasanya bos mereka bersikap seperti ini.
Steven kembali menatap Kate. "Jika kau tidak mau mengatakan siapa dirimu, maka jangan salahkan aku jika malam ini juga aku menghabisi semua keluarga mu."
__ADS_1
Deg
Kate menatap tajam Steven. Sebenarnya apa mau pria ini?
"Masih tidak mau bicara? baiklah!!! Cari tahu keluarga wanita ini dan habisi mereka. Bawa mayat mereka kehadapan ku." titah Steven.
"Baik!!"
"Tunggu!!!" teriak Kate. Dia menghela nafas panjang dan kembali berkata, "Nama ku Kate, Kate Berley. Aku ke sini untuk mengambil berlian milikmu." seru Kate.
"Mengambil berlianku? Ah... maksud mu berlian Heaven's Light?"
Kate mengangguk kan kepalanya. Biarlah dia di bunuh karena berusaha mencuri berlian Steven. Yang terpenting Ibu nya tidak terlibat. Dia sudah pasrah karena dia tahu seperti apa kekejaman pria di hadapannya ini.
"Kenapa kau menginginkan berlian itu?" tanya Steven.
"Apa kau bodoh? siapa yang tidak menginginkan berlian itu? berlian yang tidak ternilai harganya. Jika aku berhasil mendapatkan nya, aku bisa kaya. Untuk itu aku ingin mencuri nya.
Steven terdiam. Bukan karena pengakuan Kate, tapi karena keberanian dan tatapan mata Kate yang tajam membuatnya yakin jika dia orang yang berbeda. Dia bukan Jennifer. Tapi kenapa wajah mereka terlihat mirip? Apa mereka kembar yang terpisah?
Tidak!!! Itu tidak mungkin. Di dunia ini ada yang namanya Fenomena doppelganger. Penampakan seseorang yang memiliki fisik yang kembar meski bukan saudara kandung. Bahkan ada yang bilang jika manusia memiliki setidaknya tujuh orang kembar yang hidup di dunia ini. Jadi mungkin ini hanya kebetulan saja. Tapi entah kenapa melihat Kate, jantung Steven berdetak kencang. Tidak mungkin dia mempunyai penyakit jantung secara mendadak kan?
"Aku sudah menjawab semua pertanyaan mu. Jadi aku harap kau tidak melibatkan keluarga ku." sambung Kate.
Steven menatap Kate dengan seringai di wajahnya. Sepertinya dia harus menghukum pencuri ini, karena bagaimanapun dia tetap bersalah.
"Aku tidak akan melibatkan keluarga mu, tapi dengan satu syarat."
__ADS_1
"Apa kau ingin meminta syarat pada orang yang akan kau bunuh?"
"Membunuh mu?" Steven tertawa keras. Ya, dia akan membunuh siapapun yang melakukan kesalahan. Tapi tidak untuk sekarang. Dia akan memberikan hukuman yang pastinya akan membuat Kate jera.