Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 38 : Bebas??


__ADS_3

Waktu terus berlalu dan Steven belum juga mengetahui arti dari perasaan yang dia rasakan pada Kate. Dia ingin memastikan perasaan nya jika yang dia rasakan adalah cinta dan bukan nafsu saja. Tapi jangankan memastikan, berdekatan saja mereka merasa canggung.


Kate sangat malu dengan apa yang mereka lakukan terakhir kali. Bahkan dia selalu gelisah karena teringat perlakuan lembut Steven padanya. Rasanya dia ingin mengulangi nya lagi, tapi dia sadar diri jika mereka bukan siapa-siapa.


Sedangkan Steven, Dia tidak jauh berbeda dengan Kate. Hanya saja masih ada Jennifer. Jika boleh jujur sebenarnya Steven sudah malas dengan Jennifer, tapi dia tidak bisa mengabaikan Jennifer begitu saja.


Seperti saat ini, Jennifer datang lagi ke rumah Steven dan terus bergelayut manja di sampingnya. Dia ingin mengusirnya, tapi entah mengapa dia tidak bisa melakukan itu.


"Steve, apa kau masih mencintai ku?" tanya Jennifer


"Entahlah. Kau meninggalkanku begitu saja. Kau bahkan meminta ku untuk tidak menunggu mu. Jadi apa menurutmu aku masih mempunyai perasaan padamu?"


"Aku yakin kau masih mencintaiku." Jennifer memeluk Steven. Bahkan dia berani mengusap dada Steven yang terhalang kemejanya.


Steven merasa risih. Dia menahan tangan Jennifer agar tidak melakukannya lagi.


"Kenapa Steve? Apa kau tidak menginginkan ku?" Jennifer mencoba mencium bibir Steven, tapi pria itu segera berdiri dan kembali ke kursi kebesarannya.


"Aku sibuk, Jen. Kau boleh pulang sekarang."


"Tapi Steve," Jennifer mendekati Steven dan duduk di pangkuan pria itu. "Aku merindukanmu sayang. Tidak bisakah kita seperti dulu lagi?"


"Tolong menyingkir lah, aku masih harus mengerjakan pekerjaanku yang menumpuk." Steven mendorong pelan tubuh Jennifer agar turun dari pangkuannya. Tapi wanita itu sangat keras kepala. Bahkan Jennifer berani mencium bibir Steven.

__ADS_1


Jennifer begitu agresif tapi Steven sama sekali tidak membalasnya, hingga tiba-tiba...


Cklek


Deg


Steven mendorong tubuh Jennifer hingga menyingkir dari pangkuannya. Dia menoleh kearah pintu. " Kitty!!" lirih Steven


"Ma_maafkan saya, Tuan. Saya sudah lancang masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu." Kate bersikap seolah dia baik-baik saja. Dia mendekat dan meletakan kopi di depan Steven. "Ini kopi pesanan anda, Tuan." Kate tidak berani menatap Steven. Hatinya begitu sakit melihat pria itu berciuman dengan wanita lain. Dia semakin yakin jika selama ini apa yang Steven lakukan padanya hanyalah sebagai pelarian saja.


"Saya permisi dulu." ucap Kate.


"Tunggu!!" Jennifer berdiri di depan Kate. Dia meraih tangan Kate dan menunjukkan pada Steven.


"Apa benar kau memberikan gelang ini pada pelayan ini, Steve?" tanya Jennifer


"Steven!!" panggil Jennifer


Steven tersadar dan menatap Jennifer, "Ada apa Jen?"


"Aku bertanya, apa benar kau memberikan gelang ini pada pelayan ini?"


Steven menatap gelang yang melingkar di pergelangan tangan Kate dan mengangguk pelan.

__ADS_1


"Jadi benar kau memberikannya pada wanita ini. Aku juga ingin Steve. Bolehkah gelang ini untuk ku saja?" pinta Jennifer. Dia yakin Steven tidak akan menolak. Jika dia bisa memiliki gelang ini, dia akan kaya.Bagaimanapun berlian Estrela Brilhante memiliki nilai jual yang tinggi.


"Steve!!" panggil nya karena dari tadi Steven hanya terdiam.


Dia sangat ingin menolak permintaan Jennifer. Gelang itu sudah dia rancang khusus hanya untuk seseorang yang spesial untuk nya. Dan memang benar awalnya gelang itu akan dia berikan pada Jennifer. Tapi ada rasa tidak rela jika Gelang itu berpindah tangan. Apalagi dia sudah memasang alat pelacak di dalam gelang tersebut. Bagaimana jika Kate kabur nanti?


Steven menghela nafas panjang. Dia berdiri dan melepas gelang tersebut dari tangan Kate. Dari awal memang itu untuk Jennifer. Jadi biar saja gelang ini di ambil nya. Dia bisa memberikan yang lain yang lebih mewah untuk Kate nantinya.


Bukankah Kate menginginkan Heaven's Light, mungkin dia bisa memberikannya untuk Kate nanti.


Steven meraih tangan Jennifer dan memakaikan gelang tersebut di pergelangan tangan Jennifer. Tentu saja Jennifer sangat senang. Akhirnya dia bisa memiliki gelang ini.


"Terimakasih honey." Jennifer mencium pipi Steven dan kembali memperhatikan gelangnya.


"Kalau begitu saya permisi dulu." Kate keluar meninggalkan Steven yang mematung menatapnya. Dia tidak mau mengganggu kesenangan mereka berdua.


Steven mengepalkan kedua tangannya. Dia ingin mengejar Kate. Tapi entah mengapa kedua kakinya sulit untuk di gerakkan.


"Maaf Kitty, tapi aku berjanji akan memberikan yang lebih bagus dari gelang itu. Aku harap kau tidak sedih." batin Steven.


Sementara itu, Kate buru-buru kembali ke kamarnya. Dia masuk dan mengunci pintunya. Dia bersandar pada pintu dan menghela nafas beberapa kali. Ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Rasanya dia ingin berteriak, dan Kate benar-benar melakukannya.


"YEY ...YES YES YES...AKU BEBAS!!!" teriak Kate. Dia tidak menyangka jika hari ini telah tiba. Dia terbebas dari gelang pengikat nyawa dan juga sudah menepati janjinya pada James.

__ADS_1


Walau ada rasa tidak rela, tapi dia lebih memilih menyingkirkan gelang tersebut. Dan untungnya Annabelle langsung memakai gelang tersebut. Dengan begitu, Steven akan tahu kemana saja selama ini Annabelle pergi. Jika benar yang di katakan James tentang Annabelle, gelang itu bisa menjadi petunjuk untuk Steven.


Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui. Dia bebas dan tugasnya selesai. Setelah ini dia akan mengatakan hal itu pada James. Dan Sekarang yang harus dia pikirkan adalah cara untuk kabur dari rumah neraka ini.


__ADS_2