Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 39 : Leo Abraham


__ADS_3

"Aku sudah mendapatkan gelangnya." ucap Jennifer menunjukkan gelang yang melingkar di pergelangan tangannya.


"Wow.. Kau sangat hebat. Lalu apa lagi rencanamu."


"Tentu saja menghabisi wanita itu. Dia bisa menjadi penghalang kita untuk menguasai harta Steven, Leo. Dan setelah itu, kita juga harus menyingkirkan asistennya." ucap Jennifer


"Kau benar sayang." Pria yang bernama Leo menarik Jennifer hingga duduk di pangkuan nya. Dia senang satu persatu rencananya berhasil untuk mengalah sekali lagi mantan sahabatnya.


Leo Abraham adalah sahabat kecil Steven. Mereka tumbuh bersama tapi dia tidak suka dengan Steven karena selalu berada di atasnya. Untuk itu setelah dewasa Leo menghancurkan perusahaan Steven dan juga merebut kekasihnya. Tapi siapa sangka sekarang perusahaan Steven semakin maju.


Dia juga mempunyai perusahaan tapi tidak sebesar milik Steven. Jadi dia juga terjun ke dunia hitam untuk merintis usahanya dan berkembang cukup pesat. Dia bahkan mendapatkan peta tempat penyimpanan harta dan menyimpannya kedalam Chip. Tidak hanya itu, dia juga menyimpan data penting milik nya di dalam Chip tersebut.


Tapi sayangnya seseorang berhasil mencuri Chip miliknya. Hal itu membuatnya sangat marah. Dia terus mencari pencuri itu tapi sayangnya sampai sekarang dia belum mengetahui siapa dia. Akibatnya dia harus memutar otak. Dia pergi ke Paris dengan Jennifer dan melakukan bisnis gelapnya di sana.


Awalnya semua berjalan lancar. Bahkan bisnisnya kembali berkembang. Tapi akhir-akhir ini dia rugi karena trik nya di ketahui oleh pembeli. Dan mau tidak mau mereka memilih kembali ke New York. Dan berencana mengambil berlian milik Steven.


Saat dia kembali, dia menemui sahabat lamanya yang bernama Jack. Dan tanpa sengaja, pria berkepala plontos menabraknya dan menjatuhkan foto gelang dengan berlian Estrela Brilhante yang menghiasi gelang tersebut.


Lagi-lagi berlian yang dia cari berada di tangan Steven. Dan sekarang dia sudah mendapatkannya. Tinggal beberapa langkah lagi semua keinginannya akan tercapai.


"Aku akan menyuruhnya keluar untuk membeli sesuatu nantinya dan setelah itu kau bisa menghabisi nya." ucap Jennifer.

__ADS_1


"Baiklah. Apapun untuk mu , Honey." Leo mengecup singkat bibir Jennifer. Tapi kemudian dia kembali mencium bibir wanita itu dengan sangat lembut tapi menuntut untuk melakukan lebih.


"Uhh.." satu lenguhan Jennifer keluar di sela-sela ciuman mereka.


Leo mengangkat tubuh Jennifer dan membawanya ke sofa tanpa melepas ciuman mereka. Kini Leo bisa leluasa menikmati lagi keindahan tubuh Jennifer. Tapi sejenak dia memikirkan wanita yang harus dia singkirkan. Jika Steven bisa tertarik dengan seorang pelayan, berarti pelayan itu mempunyai kelebihan. Dan sepertinya tidak ada salahnya bermain-main sebentar dengan wanita itu.


Dia akan merekam adegan panasnya dengan wanita itu dan mengirimkan nya pada Steven. Dia yakin, Steven akan kembali terpuruk karena dikhianati oleh orang yang dia cintai untuk kedua kalinya. Dan setelah itu, dia akan mengambil kesempatan untuk menghancurkan Steven. Ide yang bagus bukan.


...****************...


"Apa maksud Nona?" tanya James. Dia sedang berada di ruang pelatihan dengan Kate


"Lalu Kau akan kabur bukan?"


"A_apa? Te_tentu saja tidak. Aku mana berani kabur. Walaupun aku sudah tidak memakai gelang itu, tapi kalian masih mengawasi mommy kan?"


James terdiam. Sebenarnya soal ancaman itu, Steven hanya menggertak saja agar Kate mau menuruti perintahnya. Dan sekarang gelang yang sudah dipasang alat pelacak sudah berpindah tangan. Jika Kate tahu, pasti wanita itu akan langsung kabur saat ini juga. Atau mungkin dia sedang mencari celah untuk kabur? entahlah. Tapi dia berharap Kate tidak melakukan hal bodoh.


Memang dengan gelang yang saat ini di pakai Jennifer, mereka bisa tahu kemana saja Jennifer pergi. Tapi tetap saja, dia yakin Steven lebih memikirkan cara agar Kate tidak kabur darinya.


"Aku sudah menepati janji ku, jadi kau juga harus menepati janjimu." ucap Kate

__ADS_1


James berdecak. Walaupun Kate tidak mengingatkannya pun dia sudah menepati kesepakatan mereka. Dia bahkan sudah memegang jadwal cek up Ibu Kate.


"Aku jadi penasaran, kira-kira kemana Annabelle sekarang? Apa kau bisa melacaknya? Kau pasti juga penasaran kan." ucap Kate


"Aku bukan orang yang suka ikut campur urusan orang atau ingin tahu urusan orang lain."


"Ck... Tapi ini juga demi Bos mu kan. Jika kita bisa tau di mana Annabelle sekarang, kita bisa memberitahu Steven."


James membenarkan ucapan Kate. Jadi tidak ada salahnya jika dia tahu kemana Jennifer sekarang. Jika saat di Paris dia biasa melayani pria kaya di sana, bisa jadi sekarang dia juga melakukan hal yang sama. Tapi yang lebih membuat dia penasaran adalah siapa pria yang di lihat anak buahnya bersama dengan wanita itu?


Tidak mau berfikir panjang, James membuka laptopnya. Dia mulai melacak keberadaan Jennifer.


Terlihat satu titik merah di layar laptop. Dan mereka yakin jika itu adalah titik keberadaan Jennifer. James memperbesar layar dan terlihat alamat di mana Jennifer berada.


Kate mengerutkan keningnya karena merasa tidak asing dengan alamat itu. Dia seperti pernah kesana tapi Kate lupa itu rumah siapa.


James mencari tahu tentang alamat tersebut. Mudah baginya untuk mencari siapa pemilik rumah tersebut. Dan beberapa menit kemudian, muncul identitas pemilik rumah itu beserta foto nya.


"Leo Abraham." gumam James


Deg

__ADS_1


__ADS_2