
Steven, Kate dan yang lainnya dalam perjalanan menuju tempat Leo menyandera Ibu Kate. Mereka memastikan kembali peralatan yang mereka bawa. Karena bagaimanapun anak buah Leo tidak sedikit. Jadi mereka berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengorbankan banyak nyawa.
"Apa masih jauh, James?" tanya Kate
"Sebentar lagi, Nona." James menghentikan mobilnya. Dia turun terlebih dahulu dan di ikuti oleh yang lain.
"Ada apa James? Kenapa kita berhenti?" tanya Steven
"Di Sana tuan. Di gedung itu Leo menyandera ibu nona Kate." James menunjuk gedung yang terletak tidak jauh dari tempat mereka memarkirkan mobil.
"Apa kau yakin?"
"Iya Tuan. Setelah melacak keberadaan Leo, Saya mengutus salah satu anak buah kita untuk memastikannya. Dan ternyata benar, Leo ada di sana." terang James.
"Tunggu apa lagi? Ayo kita serang mereka!!" seru Kate
"Sudah aku bilang, jangan bertindak nekad, Kitty. Kita sudah merancang strategi untuk menyelamatkan ibumu . Jadi, kita tetap akan melakukannya." seru Steven
Kate menghela nafas panjang dan mengangguk. Bagaimanapun dia tidak boleh egois. Bisa saja karena dirinya, banyak orang yang mati sia-sia. Tapi tangannya sudah sangat gatal ingin menghajar pria yang berani menangkap ibunya.
"Kita serang mereka dari dua titik. Aku, Kate dan beberapa bodyguard akan menyerang dari belakang. Kau dan yang lain menyerang dari depan. Buat mereka sibuk. Aku dan Kate akan masuk dan mencari Ibu Kate. Ingat untuk selalu berhati-hati!!" seru Steven
__ADS_1
Mereka mulai bergerak. Steven, Kate dan beberapa bodyguard berlari kearah belakang gedung tersebut. Mereka bergerak secara hati-hati agar tidak ketahuan oleh anak buah Leo. Setidaknya sebelum James dan yang lain menyerang dari bagian depan.
Sedangkan James dan yang lain, mulai bergerak untuk menyerang Leo dari depan. Dia meminta beberapa sniper untuk mencari posisi yang tepat untuk membidik musuh. Tidak lupa mereka menyiapkan senapan otomatis untuk melakukan pemburuan secara brutal.
"Apa kalian sudah siap?" tanya James
"Kami siap, Tuan." seru bodyguard serempak.
"Oke, ayo kita mulai berburu." James berada di barisan paling depan memimpin pasukannya. Dia mengawali serangan dengan tembakan pada anak buah Leo yang sedang berjaga.
Dor
Dor
Dor
"Kita di serang!!!"
...****************...
Sementara itu, Leo sedang menimang-nimang rencana yang akan ia lakukan. Pertama dia akan menghubungi Steven dan menawarkan penukaran suami istri yang dia tangkap dengan Jennifer dan chipset miliknya. Tapi sebelum itu, dia harus menyiapkan jebakan untuk menyambut kedatangan Steven dan yang lain.
__ADS_1
Walaupun dia memiliki anak buah yang banyak, tapi tidak menutup kemungkinan dia bisa kalah. Karena itu, dia tidak boleh gegabah.
Leo menemui Jully dan juga Robert yang masih tergeletak pingsan. Dia meminta anak buahnya untuk memasang bom waktu pada tubuh keduanya. Baru setengah itu, dia akan menyiapkan ranjau tanam di sekitar gedung untuk menyambut kedatangan Steven dan yang lain. Ide yang bagus bukan?
Tapi sayangnya, semua itu hanya angan-angannya saja. Karena saat ini, Steven sudah mulai bergerak. Bahkan James sudah melepas tembakan untuk menyerang anak buahnya.
Dor
Dor
Dor
"Kita diserang!!!!"
Deg
Leo tersentak. Dia melihat keluar jendela dan mengumpat. "Sial!! Kenapa mereka bisa tahu tempat ini." Leo merasa kecolongan. Dia mengangkat senjata dan memerintahkan anak buahnya untuk menyerang.
Dia menatap kedua tawanannya yang masih pingsan dan menggenggam erat pemicu bom yang terpasang di kedua tubuh suami istri itu.
"Kau sangat licik, Steve. Tapi aku tidak akan kalah. Akan aku buat kalian menderita." seringai Leo
__ADS_1