
James mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia melirik kaca spion dan melihat Kate yang tidak baik-baik saja. Sepertinya wanita itu dalam pengaruh obat perangsang.
"Steve, aku menginginkanmu. Tolong bantu aku! Rasanya sungguh tidak nyaman." Kate terus mengendus leher Steven. Bahkan tangan nakalnya berani meraba-raba tubuh Steven.
"Stop Kitty!! Jangan lakukan ini!!" Steven mencekal tangan Kate yang menerobos masuk kedalam bajunya. Dia pria normal. Mendapatkan sentuhan seperti itu tentu saja benda keramatnya bereaksi.
"Cepat James!!" ucap Steven.
"Ba_baik Tuan." James menambah kecepatan mobilnya. Dan hal itu membuat tubuh Kate terhuyung dan menempel pada tubuh Steven.
"Ah.. Aku menginginkanmu, Steve." ujar Kate
"Aku juga menginginkan mu, Kitty. tapi aku tidak mungkin melepas keperjakaan ku di dalam mobil."
James menahan tawanya mendengar penuturan Steven. Dia yakin setelah ini, tuannya akan mengasah benda keramatnya yang sudah lama tertidur.
"Jaga matamu, James." teriak Steven saat memergoki pria itu mengintip dari kaca spion. Saat ini keadaan Kate sangat berantakan. Bahkan wanita itu membuka beberapa kancing bajunya. Dan Steven tidak suka pria lain melihat aset miliknya.
"Ba_baik Tuan." James memakai kacamata hitam dan menyumpal kedua telinga nya dengan earphone. Bagaimanapun dia juga pria normal. Tapi dia memilih mencari aman.
"Steve..." Kate naik ke pangkuan Steven dan mencium brutal bibir pria itu.
Mendapatkan serangan fajar, tentu Steven tidak menolaknya. Dia membalas setiap permainan lidah yang dilakukan Kate.
"Aku menginginkanmu sayang." bisik Kate. Dia mencium dan menggigit telinga Steven. Bahkan tangannya meremas sesuatu yang menonjol di balik celana pria itu.
"Bersabarlah sayang!! Kita akan melakukannya tapi tidak disini." Steven sangat frustasi dengan apa yang dilakukan Kate. Sungguh dia sangat tersiksa. Jika sekarang mereka berada di kamar, mungkin dia tidak akan melepaskan Kate begitu saja.
"Sial!!. Sepertinya aku tidak bisa menundanya lebih lama." batin Steven
__ADS_1
"James!!!" teriak Steven
"Baik Tuan." James yang tahu apa yang diinginkan tuannya segera membanting setir dan mencari hotel terdekat.
Mobil terparkir sempurna di depan hotel. James keluar terlebih dahulu dan melakukan check in untuk Tuannya. setelah mendapatkan kunci kamar, James kembali ke mobil dan memberikan kunci tersebut pada Steven.
"Thanks James." seru Steven. Dia mengendong Kate ala bridal dan masuk ke hotel.
James mengikuti Steven dari belakang. Dia akan menunggu di lobby atau restoran di hotel itu sampai tuannya selesai bereksperimen.
Banyak mata yang menatap Steven saat membawa wanita masuk kedalam lift. Mereka bertanya-tanya siapa wanita yang berada di gendongan Presdir tampan tersebut.
Tapi tidak sedikit pula orang yang mulai mengaktifkan kamera ponselnya untuk mengambil foto dan video Steven. Ini akan menjadi berita besar karena selama ini Steven tidak pernah dekat dengan wanita manapun setelah putus dengan kekasihnya. Dan sekarang, dia muncul dan langsung Check In dengan seorang wanita di hotel.
Tapi sayangnya keinginan mereka harus kandas karena senjata James berbicara lebih cepat.
Dor
Ini memang berita besar tapi sepertinya mereka masih sayang dengan nyawa mereka.
...****************...
Sementara itu, Steven membawa Kate ke kamar yang sudah dipesan oleh James. Dia masuk dan langsung membawa Kate ke tempat tidur. Dia kembali menutup pintu kamar dan menguncinya.
Hari ini dia akan melepas keperjakaan pada orang yang dia cintai. Dan dia ingin hal itu mereka lakukan dengan penuh nikmat agar meninggalkan kesan indah untuk mereka.
"Steve...!!!" Kate memeluk Steven dari belakang. Kini wanita itu sudah tidak memakai sehelai benang pun. Tentu saja hal itu membuat Steven semakin menegang. Untuk pertama kali dia melihat tubuh polos seorang wanita.
Kate berinisiatif mencium Steven terlebih dahulu dengan tangan nakalnya yang mulai melucuti satu persatu baju Steven.
__ADS_1
Pria itu tidak mau kalah. Steven membalas ciuman Kate lebih ganas dan menuntunnya ke tempat tidur tanpa melepas tautan mereka.
Kini Kate berada di bawah Kungkungan Steven. Dia melepas ciuman mereka dan saling menatap satu sama lain.
"Tolong aku!!" ucap Kate
"Jika aku melakukannya, apa kau akan membenciku? Aku mencintaimu, Kitty tapi aku tidak mau kau membenciku karena hal ini."
Kate menggeleng dan menarik tengkuk Steven. Dia mengecup mesra bibir pria itu dan bergumam jika dia menginginkan pria itu.
"Aku menginginkanmu, Steve. Aku mencintaimu."
Deg
Steven melepas ciuman mereka. Dia menatap kedua mata Kate untuk memastikan jika Kate bersungguh-sungguh mengatakan hal itu.
"Katakan sekali lagi!! Katakan jika kau mencintaiku, Kitty ." pinta Steven.
"Aku mencintaimu, Steve. Tolong aku, aku sudah tidak tahan." rengek Kate
Steven menyeringai. Dia menegakkan tubuhnya dan melucuti sisa pakaian yang masih menempel di tubuhnya. Kini mereka sama-sama polos dan dengan mengikuti naluri, Steven mulai memberikan sentuhan di setiap jengkal tubuh Kate.
Ini sungguh luar biasa. Baru pertama kali Steven merasakan getaran aneh yang menjalar di tubuhnya. Ada sensasi yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Apalagi saat benda keramatnya mulai mencari kehangatan di dalam lubang kenikmatan milik Kate. Sungguh Steven merasakan desiran nikmat di dalam tubuhnya.
"Ah..." Satu lenguhan lolos dari bibir Kate setelah mereka berhasil melakukan penyatuan. Air mata Kate menetes merasakan perih yang teramat sangat di bagian intimnya.
"Aku yang pertama?" ucap Steven tidak percaya. Dia menatap Kate yang berada di bawah kendalinya.
Kate mengangguk pelan. Dia menggigit bibir bawahnya saat Steven mulai menggerakkan pinggulnya.
__ADS_1
"Terimakasih Kitty. Aku mencintaimu." Steven mencium mesra bibir Kate dengan terus menghujam bagian bawah wanita itu.
Ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah mereka lupakan. Bukti cinta mereka yang akan berlanjut kejenjang pernikahan. Tapi sebelum itu mereka harus menyingkirkan hama terlebih dahulu. Karena saat ini hama tersebut tengah merencanakan sesuatu untuk membalas Steven dan Kate.