Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 49 : Rencana Penyelamatan


__ADS_3

James mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Baru saja dia ingin mengarungi mimpi, tiba-tiba Steven menghubunginya dan memintanya untuk mengantar mereka ke rumah Kate. Dia melirik Kate dari kaca spion. Dan wanita itu terlihat sangat khawatir. Sepertinya telah terjadi sesuatu pada Ibu Kate.


Mobil James terparkir sempurna di depan rumah Kate. Steven dan Kate bergegas keluar dari mobil tanpa menunggu James membukakan pintu.


"Mommy!!" Kate berteriak saat melihat pintu rumahnya yang hancur. Dengan langkah yang tertatih dia masuk kedalam rumah dan melihat seisinya yang porak-poranda.


"Mommy!!" Kate mencari ibunya di kamar, tapi wanita paruh baya tersebut tidak ada di sana.


Steven dan James ikut memeriksa rumah tersebut. Tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan di sana.


"Tuan!!" James menemukan darah yang hampir mengering di lantai dekat pintu. Steven yang melihat itu, mendekati James dan jongkok di dekat darah tersebut.


"Sepertinya ini belum lama." seru Steven.


"Apa kalian...." Ucapan Kate terhenti kala melihat darah di dekat pintu.


deg


"Ti_tidak mungkin, i_ini tidak mungkin. Mom_mommy....


"Kitty, tenanglah!!" Steven memeluk Kate yang terlihat syok melihat darah. Pasti wanita itu berfikir jika darah itu adalah darah ibunya.


"Belum tentu itu darah ibumu, Kitty." lanjut Steven


"Ta_tapi Steve..." tangis Kate tidak bisa di bendung lagi. Dia menangis keras mengingat Ibunya.


Steven terus memeluk dan menenangkan Kate. Dia meyakinkan jika Ibu Kate baik-baik saja dan akan membantu menolong Ibu Kate.


Setelah Kate tanang, Steven meminta James untuk memeriksa cctv di jalanan dekat rumah Kate. James seorang hacker, pasti hal itu mudah untuknya.


"Kita akan segera tahu di mana ibumu. Dan aku akan membantumu menyelamatkannya. Jadi tenang saja, oke!!" seru Steven

__ADS_1


Kate mengangguk dalam pelukan Steven. Dia teringat ucapan Steven yang mengatakan jika Leo menginginkan dirinya.


"Kau bilang, Leo menginginkan ku bukan?" ucap Kate


"Jangan berbuat nekad, aku tidak mengijinkan mu untuk menemuinya. Maksudku, kita harus merancang strategi untuk menyelamatkan ibumu. Dia ingin melakukan penukaran dengan mu dan Jenny. Aku bisa paham dengan Jenny. Tapi Kau? Kenapa dia menginginkan dirimu? Jika ingin melakukan penukaran, cukup dengan Jenny saja kan? Dan kenapa Leo menangkap ibumu untuk di jadikan sandera?" seru Steven.


Kate terdiam. Memang apa yang dikatakan Steven ada benarnya. Kecuali jika Leo ingin meneruskan keinginannya untuk bercinta dengannya. Tapi itu tidak mungkin.


Kate berfikir keras. Semua tidak mungkin sesederhana itu. Hingga dia mengingat ucapan Leo mengenai Chip yang dia ambil.


"Dia menginginkan Chip itu." seru Kate


"Chip? "


Kate berjalan dengan tertatih ke kamarnya di ikuti Steven. Dia mencari ponselnya yang sudah lama tidak dia gunakan. Dan sepertinya Robert merawat ponselnya dengan baik. Terbukti walau ponsel itu dia tinggal di rumah, tapi sampai sekarang ponsel tersebut masih menyala.


Kate melihat panggilan tidak terjawab dari nomor yang tidak dikenal di layar ponselnya beberapa jam yang lalu. Dan dia yakin itu adalah nomor Leo. Tapi hal itu tidak penting untuk sekarang. Tetapi sesuatu yang tersimpan di dalam ponselnya yang lebih penting.


"Apa itu?" tanya Steven


"Ini Chipset yang tidak sengaja aku ambil saat mencuri berlian Leo. Dan aku yakin dia menginginkan benda ini sekarang." seru Kate


Steven mengambil benda itu dari tangan Kate. Dia meneliti dengan seksama Chip tersebut. Sepertinya dia harus memeriksanya terlebih dahulu. Dia penasaran dengan isi dari Chip tersebut.


"Apa kau tidak keberatan jika aku memeriksanya terlebih dahulu, Kitty? Aku penasaran dengan isi dari benda ini. Kita bisa menyalin data dari benda ini dan menggunakannya sebagai senjata untuk melawan Leo." seru Steven


"Tapi mommy....


"Hanya sebentar, sayang. Lagipula kita masih harus menunggu kabar dari Leo. Kita juga harus menyusun strategi untuk menyelamatkan ibumu. Jangan sampai kita kalah olehnya."


"Iya, kau benar Steve."

__ADS_1


Steven kembali memeluk Kate dan meyakinkan wanita itu jika semua akan baik-baik saja.


"Tuan, aku sudah mendapatkan rekaman cctv yang terpasang di jalan utama menuju rumah ini." ucap James di depan pintu dengan laptop di tangannya. Dia masuk ke kamar Kate dan mulai mengotak-atik kembali laptopnya untuk memperlihatkan rekaman yang dia dapatkan


Steven dan Kate melihat dengan serius rekaman yang diputar di laptop James. Terlihat dua mobil masuk ke gang menuju rumah Kate. Dan mereka yakin, itu adalah Leo. Beberapa saat kemudian, mobil itu terlihat keluar dari gang.


James terus memutar rekaman yang dia dapatkan. Dan terlihat jika kedua mobil tersebut nampak terpisah di persimpangan. Satu mobil pergi kearah kanan. Sedangkan mobil satunya ke arah kiri.


"Aku bingung harus mengikuti yang mana." seru James


"Aku rasa kau harus mengikuti mobil berbelok ke kanan. Dan aku yakin jika di dalam mobil itu ada ibu Kate." seru Steven


"Tidak!! Ikuti mobil yang berbelok ke sebelah kiri." pinta Kate


Steven dan James nampak melirik kearah Kate. Sebenarnya James mempunyai pemikiran yang sama dengan Steven. Dia yakin jika Ibu Kate ada di dalam mobil yang berbelok ke kanan karena arah mobil tersebut jelas ke kota. Tapi kenapa Kate ingin dia mengikuti mobil yang berbelok ke kiri?


"Aku punya firasat buruk. Jadi ikuti mobil yang belok ke kiri." seru Kate.


James menuruti keinginan Kate untuk mengikuti mobil tersebut. Dan terlihat mobil itu berhenti di depan gang..Dan si empunya keluar dari mobilnya.


"Leo." gumam Steven yang masih terdengar oleh James dan juga Kate. Walaupun orang yang keluar dari mobil memakai topi dan juga masker, tapi Steven tidak akan salah mengenali jika pria itu adalah mantan sahabatnya.


"Jika dia Leo, berarti benar, Ibu Nona ada di mobil yang satunya. Tapi kenapa kau ingin aku mengikuti mobil ini?" tanya James


"Jack." seru Kate. Dia menatap Steven dan James bergantian dan kembali berkata, "mobil itu menuju tempat Jack. Ilmuan gila yang menciptakan sesuatu di luar nalar manusia. Dia pernah menciptakan racun mematikan yang tidak bisa diidentifikasi oleh tim forensik."


"Wow.. Jika benar begitu, bukankah ini sangat gawat." seru Steven


"Aku serius Steve."


"Dan aku juga tidak bercanda, Kitty. Jadi lebih baik sekarang kita kembali dan memeriksa Chip ini. Baru kita akan merancang strategi untuk menyelamatkan ibumu." seru Steven

__ADS_1


__ADS_2