Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 7 : Penyamaran


__ADS_3

Kate berdiri tidak jauh dari gedung DeXaR company. Dia mengamati setiap orang yang berlalu lalang di sana. Sepertinya akan sulit masuk kesana, karena setiap orang di haruskan menunjukkan id card mereka sebagai karyawan. Dan untuk bisa masuk, Kate membutuhkan korban.


Saat mengamati perusahaan besar itu, tak berapa lama masuk iringan mobil mewah. Dan dia yakin mobil itu adalah pemilik perusahaan. Steven Dexon Archilles.


Kate melihat mengunakan teropong kecilnya. Ada beberapa orang berpakaian hitam mengawal pria tampan yang baru saja keluar dari mobil tersebut. Mungkin dia harus menjadi salah satu bodyguard pria itu agar bisa tahu apa saja yang biasa pria itu lakukan. Tapi bagaimana caranya? Belum sempat dia menginjakkan kakinya di perusahaan itu, Dia pasti sudah di seret keluar oleh penjaga.


Sepertinya dia harus mencari informasi dari pemilik cafe di depan sana. Siapa tahu si pemilik cafe tahu kebiasaan-kebiasaan Steven.


Kate berjalan menuju Cafe. Dia masuk dan langsung memesan minuman. Dia berlagak seolah sedang mencari pekerjaan.


"Apa kau sedang mencari pekerjaan, Nona?" tanya si pemilik Cafe.


"Iya aunty. Tapi ternyata mencari pekerjaan sekarang sangat susah. Aku berencana mencoba melamar di perusahaan besar depan sana." ujarnya menunjuk DeXaR Company.


"Wow.. Keinginan yang hebat. Tapi aku sarankan kau mundur saja. Karena aku yakin sebelum wawancara, kau sudah ditendang lebih dulu."


"Hei aunty..!! Harusnya kau mendukungku, kenapa malah menakut-nakuti ku." gerutu Kate.


Si pemilik cafe menarik kursi dan duduk di depan Kate. "Aku tidak menakut-nakuti mu. Tapi aku bicara kenyataan. Apa kau tidak tahu rumor dari si pemilik perusahaan?"


Kate menggelengkan kepalanya. Dia memang tidak tahu rumor tentang targetnya. Dia hanya tahu jika dia pria yang kejam setelah di tolak oleh kekasihnya.

__ADS_1


"Dia tidak suka dengan orang yang berkualitas rendah. Jika kau ingin masuk ke sana, kau harus menaikan level otak mu dulu."


Kate menghela nafas berat. Oke..!! Berhenti bicara tentang otak!! Kate yakin dia memiliki otak diatas rata-rata karena berhasil mencuri berlian dan lolos dari maut. Jika di bandingkan dengan mereka yang duduk dengan kertas di tangan mereka, Kate yakin pekerjaannya lebih memeras otak daripada mereka.


"Apa mereka akan terus di dalam sampai pekerjaan mereka selesai?" tanya Kate. Jika dia tidak bisa masuk untuk mencari korban, dia harus menunggu korban itu datang mengantar nyawanya.


"Sebenarnya di jam istirahat ada beberapa yang keluar untuk mencari makan. Mereka tidak suka makan makanan di kantin kantor karena harganya yang mahal."


Kate menyeringai. Ini kesempatan bagus. Informasi ini cukup membantu. Dia akan menunggu sampai jam istirahat dan mulai mencari mangsa. Dia berharap kali ini akan berjalan lancar. Karena dia masih harus mengatur strategi untuk masuk ke istana mewah milik Steven.


Kate melihat jam yang melingkar di tangannya. Masih ada beberapa jam menuju jam istirahat. Jadi lebih baik dia pergi dari sana dan merubah penampilannya. Jangan sampai si pemilik cafe curiga karena dia terus berada di sana.


Kate keluar dari Cafe dan pergi ke toilet umum. Dia merubah penampilannya dan tatanan rambutnya. Dia yakin tidak akan ada yang mengenalinya termasuk si pemilik Cafe. Setelah siap, dia keluar dari toilet tersebut dan menunggu korbannya datang.


"Akhirnya kalian keluar juga." Kate mengikuti gerombolan para OG yang masuk ke cafe. Dia memilih duduk tidak jauh dari mereka. Si pemilik Cafe tidak menaruh curiga dan melayani mereka seperti biasa. Dan di saat salah satu dari mereka pergi ke toilet, Kate melancarkan aksinya. Dia mengikuti OG tersebut dan di saat ada kesempatan, Kate membekap mulut OG tersebut hingga pingsan.


"I'm sorry, I had to do it. Aku harap kau tidak menaruh dendam padaku saat sadar nanti." Kate membawa OG tersebut ke dalam toilet. Dia melucuti satu persatu bajunya dan mengganti dengan baju si OG. Dia juga merubah tatanan rambutnya dan memakai sedikit make up yang menyerupai wajah si OG. Dan untungnya itu tidak sulit. Apalagi dia menggunakan kacamata milik si OG.


Perfect!!! Dia benar-benar mirip dengan korbannya. Seperti nya Kate mempunyai bakat tersembunyi dengan penyamaran yang sempurna.


Setelah selesai, Kate membereskan Si OG yang pingsan. Dia mengikat kedua tangan dan kakinya. Tidak lupa dia menutup mulut wanita itu dengan lakban. Dan terakhir, Kate menempelkan kertas jika toilet sedang rusak. Done.

__ADS_1


Kate keluar dan bergabung dengan teman-teman nya. Tidak lupa dia memakai id card milik wanita itu. Kini dia tinggal bersikap seperti pekerja pada umumnya. Dan setelah selesai mengisi perut mereka, mereka kembali ke perusahaan. Mereka di minta menunjukkan id card mereka. Dan yah, Kate bisa masuk dengan mudah. Sekarang Kate harus memikirkan cara agar bisa di dekat Steven. Bagaimana caranya? tentu saja menyamar menjadi bodyguard pria itu. Semua itu mudah bagi Kate. Tapi sebelum itu, dia harus mencari korban kedua.


Kate mengambil peralatan kebersihan dengan yang lain. Dia dan salah satu temennya di tugaskan membersihkan ruang meeting karena sebentar lagi ruangan itu akan di gunakan.


Kate mencari celah. Ada dua bodyguard yang mengawasi mereka. Tapi Kate tetap mengerjakan tugas nya. Dan saat satu bodyguard itu pergi, Kate mendekati bodyguard yang masih mengawasi nya.


"Hei, apa yang kau lakukan? cepat pergi dari sini!! sebentar lagi Presdir akan kesini." seru OG yang bersama Kate.


"Kau duluan saja. Aku masih ada urusan dengan pria itu." ujar Kate menunjuk bodyguard yang berdiri mengawasi mereka.


"Jangan bodoh!!"


"Hanya sebentar."


Temannya melengos pergi. Biarlah, yang penting dia sudah memperingatkan nya. Pikir OG itu.


Kate mendekati bodyguard dan membisikkan sesuatu yang membuat bodyguard tercengang. Entah apa yang Kate bisikkan, tapi tidak lama kemudian, bodyguard itu lari ke toilet. Dan saat itu pula Kate mengikuti bodyguard itu dan menjalankan aksinya.


Dia membekap bodyguard dari belakang dengan menggunakan sapu tangan yang sudah dia beri obat bius. Ini adalah cara yang efektif melumpuhkan musuh tanpa perlawanan.


Tidak mau menunggu terlalu lama, Kate melepas bajunya dan menyisakan baju karet yang sudah dia pakai sebelumnya. Dia meniup karet tersebut hingga mengembang membentuk badan yang kekar. Dia melepas semua baju yang di pakai Bodyguard dan memakainya. Tidak lupa dia menambah alas sepatu yang dipakai bodyguard agar dia terlihat tinggi. Jangan lupakan rambut palsu yang sudah dia siapkan. Kate menghapus riasannya dan memakai make up sedikit gelap untuk menyerupai wajah bodyguard yang sekarang pingsan di depannya.

__ADS_1


"Perfect. Seperti nya sebentar lagi kau akan di nobatkan menjadi ratu seribu wajah, Kate." Kate menyeringai. Dia menyeret bodyguard ke dalam toilet dan melakukan hal yang sama dengan apa yang dia lakukan pada korban sebelumnya.


Sekarang dia sudah siap bergabung dengan bodyguard yang lain. Dan dia berharap dia bisa masuk ke istana Steven dan memikirkan rencana selanjutnya.


__ADS_2