
"Apa begitu menyenangkan berkeliaran di luar sana, hm?"
Kate menelan Saliva nya kasar. Aura Steven benar-benar berbeda dengan sebelumnya. Dia terlihat berwibawa, tegas dan begitu menyeramkan. Bahkan Kate yang biasa melawanpun kini menunduk karena tidak berani menatap mata Steven.
Steven berdecak karena Kate hanya diam saja. Kemana Kate yang berani, yang suka membantah bahkan berani melawan nya? Yang dia lihat sekarang hanyalah Kate yang seperti seekor itik yang sedang ketakutan karena di tinggal induknya.
"Buatkan Aku kopi!!!" titah Steven
"Ba_baik." tanpa penolakan, Kate segera keluar dari ruangan Steven untuk membuatkan pesanan pria itu.
"Apa dia tahu di mana pantry nya?" gumam Steven
*****
Kate memang tidak membantah tapi setelah keluar dari ruangan Steven, Kate tak henti-hentinya menggerutu karena Dia di suruh ke perusahaan hanya untuk membuatkan kopi. Kate memang pelayan pribadi nya, tapi apa itu berlaku di perusahaan? Biasanya Presdir akan di buat kan minum oleh sekretaris nya kan?
Hah .. Kate menyesal ikut ke perusahaan. Seharusnya dia meminta James untuk mengantar nya pulang terlebih dahulu. Tapi sepertinya, Steven sengaja ingin dia kemari.
Kate sampai di Pantry, Dia segera mengambil cangkir dan bubuk kopi untuk membuat pesanan Steven. Bukan hal sulit untuk menemukan tempat itu karena sebelumnya Kate pernah bersantai di pantry saat menjadi OG.
Kate memasukkan dua sendok kopi hitam dan sedikit gula di dalam cangkir. Lalu dia mengisi cangkir tersebut dengan air panas. Tapi saat Kate mengisi cangkir dengan air panas, tiba-tiba dari arah belakang seseorang sengaja menyenggol lengannya hingga cangkirnya terguling dan tumpah.
"**!!*..!!" umpat Kate dalam hati. Dia memejamkan matanya sejenak dan menghela nafas panjang. Dia tahu siapa pelaku yang sengaja membuat kopinya tumpah. Sehari menjadi OG tidak hanya membuat Kate hafal setiap sudut ruangan tapi juga karakter dari orang-orang yang bekerja di sana terutama rekan kerjanya sesama OG.
Kate membalikkan badannya dengan menahan kesal. Tepat sesuai dugaan. Si pelaku adalah Betty and the gank.
"Apa? Kenapa kau menatapku seperti itu, hah? Kau berani dengan ku?" teriak Betty
Kate melipat kedua tangannya di depan dada. Untuk apa dia takut pada gank Betty la fea. Bahkan jika dia mau, dengan sekali pukul, Kate sudah bisa membuat mereka berlutut meminta ampun.
"Wah.. Seperti nya dia tidak takut pada mu, Betty." Bella, salah satu anggota Betty mencoba memperkeruh suasana. Dan seperti yang di harapkan, Betty menatap Kate penuh kebencian.
"Kau..!!!" Betty menunjuk tepat di depan wajah Kate. "Kau jalan9 yang dibawa oleh Tuan James, kan?"
Kate melebarkan kedua matanya. "What??" teriak Kate
"Ish.. Jangan berteriak di depanku, jalan9. Walaupun kau kemari bersama Tuan James, tapi bagiku kau hanya wanita rendahan."
__ADS_1
Kate menghela nafas panjang. Kini kesabaran nya tengah di uji. Ingin rasanya Kate memukul wajah Betty la fea yang sok berkuasa saat itu juga. Tapi sayangnya ini di perusahaan. Dan Kate tidak mau mendapat masalah tambahan. Bisa-bisa, si Betty and the gank akan memutar balikkan fakta yang menyudutkan nya.
"Apa mau mu?" tanya Kate
Betty dan kawan-kawannya tersenyum sinis. Mereka berdiri mengelilingi Kate. Walau bertiga, tapi tidak membuat Kate takut. Justru Kate ingin membuat mereka jera dengan caranya sendiri. Sudah cukup mereka menindas OG yang lain. Bahkan Ibu kepala tidak berani menghentikan mereka. Sebenarnya apa yang mereka takutkan dari Betty and the gank ini?
"Katakan!! Berapa mereka membayar mu?" Betty mengangkat dagu Kate menggunakan jari nya. Tatapan nya mengintimidasi. Tapi Kate sama sekali tidak gentar.
"Membayar? Oh .. Apa maksud mu, berapa Steven membayar ku?"
Mata Betty membola sempurna. Apa dia tidak salah dengar? Steven? Seperti nya wanita rendahan di depannya ini harus di beri pelajaran agar dia tahu siapa yang baru saja dia panggil Steven.
Betty menggulung lengan bajunya. Dia mencengkeram kerah baju Kate dengan mata melotot. "Hei.. apa kau tidak tahu siapa yang kau panggil Steven itu, hah??" teriaknya
Kate menyunggingkan senyum devilnya, mungkin mengerjai si Betty la fea sedikit tidak apa-apa.
"Tentu saja Aku tahu. Karena apa? Karena steven adalah kekasih ku."
Ucapan Kate membuat ketiga OG itu melebarkan mata mereka. Tapi sedetik kemudian, mereka tertawa keras. Ingin menipu mereka dengan cara mengaku sebagai kekasih Tuan Steven? Tidak akan bisa.
"Hei wanita murahan!!! Jangan mengada-ada. Mana mungkin Tuan Steven mau dengan mu? Jangankan kekasih, menjadi pelayannya saja kau tidak pantas." seru Betty yang mendapat dukungan dari kedua temannya.
Kate mendengus kesal. Niatnya ingin membuat mereka takut, tapi kini dia justru menjadi bahan ejekan. Jika dia pergi begitu saja, sama saja dia kalah. Tapi jika dia diam disana, dia kan semakin mendapat cercaan dari Betty dan antek-anteknya.
"Aku sangat ingin memukulnya. Apa boleh?" batin Kate. Tangannya mengepal siap melayangkan pukulan. Tapi belum sempat tangan Kate terangkat, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang sangat dia kenal.
"Ada apa ini?"
Deg
Karyawan yang berkerumun mulai menyingkir setelah mendengar suara tuan mereka.
Ya, itu adalah Steven. Terlalu lama dia menunggu kopi pesanannya, akhirnya Steven menyusul Kate ke Pantry. Tapi sesampainya di sana, dia justru melihat semua karyawannya berkumpul di sana.
"Apa kalian tidak mempunyai pekerjaan sampai-sampai berkumpul di sini?" teriak Steven
Tidak ada yang berani menjawab. Mereka menunduk takut karena ketahuan melakukan kesalahan.
__ADS_1
"BUBAR!!!"
Satu kata mampu membuat semua orang lari terbirit-birit meninggalkan pantry. Dan kini di sana hanya tinggal Kate, Betty and the gank, Steven dan James.
"Katakan!!! Apa yang terjadi? Apa Kalian tahu, kalian sudah membuat keributan yang mengganggu pekerjaan karyawan lain, hah?"
Betty dan yang lain menunduk takut. Berbeda dengan Kate yang terlihat biasa saja. Sepertinya sikap percaya diri nya sudah kembali. Dia hanya memainkan kuku jari nya seolah tidak perduli dengan ocehan Steven.
"Kau!!!!" Steven menunjuk Kate. "Kenapa kau lama sekali? Apa membuat secangkir kopi saja kau tidak bisa?"
Kate ingin menjawab, tapi dengan lancang Betty mendahuluinya dan menuduh Kate melakukan hal yang tidak dia lakukan.
"Tuan, Wanita ini dari tadi hanya duduk di sini saja. Aku sudah mengingatkan nya tapi dia justru membentak ku dan mengatakan jika dia adalah kekasih anda." seru Betty. Kedua anggota nya saling pandang dan menyungging kan seringainya.
"A_apa? Aku tidak berkata seperti itu. Dia bohong."
"Bohong bagaimana? Kau sendiri yang bilang jika Tuan Steven itu kekasihmu. Bahkan semua karyawan juga mendengarnya." Kali ini si Bella yang bersuara seolah membenarkan ucapan Betty
Kate menghela nafas panjang. Kini kesabarannya sudah habis. Dia melipat kedua tangannya di depan dada dan berkata, " Dengar aku baik-baik Betty la fea dan kalian berdua. Aku tidak melakukan hal yang kalian katakan tadi. Aku membuat kopi untuk Steven dan kalian mengganggu ku."
Steven, James dan Betty and the gank di buat terkejut dengan Kate yang berani menyebut nama Steven tanpa embel-embel Tuan. Bahkan di depan orangnya langsung.
"Jaga mulutmu!!!" teriak Betty
"Hei..!!" Kate menatap tajam Betty yang membuat wanita itu diam seketika. "kau yang harus menjaga mulut busuk mu itu. Dan asalkan kau tahu. Aku tidak pernah berbohong. Aku memang kekasih Steven. Mau bukti?"
Kate menatap Steven yang diam mematung. Mungkin dia terkejut dengan ucapan Kate. Tapi biarlah. Nasi sudah menjadi bubur. Biar saja hancur sekalian. Nanti setelah ini dia akan bersujud di kaki Steven agar dia mengampuninya.
Kate berjalan mendekati Steven. Dia berdiri di depan Steven dan menarik tengkuk pria itu.
Semua melototkan matanya melihat apa yang dilakukan Kate. Terutama Betty dan James. Mereka yakin, setelah ini, Kate akan kehilangan nyawanya. Kenapa begitu? Karena setelah Steven putus dengan mantan kekasihnya, dia sama sekali tidak suka dengan wanita yang menggodanya.
Satu menit
Dua menit
Tiga menit
__ADS_1
Ciuman itu belum terlepas. Hingga menit kelima, Kate melepaskan ciumannya. Tapi Steven justru menarik kembali tengkuk Kate hingga bibir mereka kembali bertemu.
"Oh My God." pekik semua orang. Kini mereka percaya jika Kate memang kekasih Steven. Dan untuk Betty, sepertinya dia harus bersiap mendapatkan hukuman karena telah berani mengganggu kekasih tuan mereka.