Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 41 : Ungkapan Perasaan


__ADS_3

Steven menjatuhkan kepalanya di bahu Kate. Hatinya terasa bergemuruh. Nafasnya memburu mencoba menahan amarah nya. Bukan karena cemburu, tapi dia tidak menyangka jika dia harus berhadapan lagi dengan mantan sahabatnya.


Hanya karena iri, Leo mengkhianati persahabatan mereka. Leo menghancurkan perusahaannya dengan cara yang licik. Dan sekarang, dia mendapati jika Jennifer dekat dengan Leo. Sudah di pastikan mereka mempunyai hubungan. Mungkin setelah ini dia harus mencari tahu ada hubungan apa di antara keduanya. Dia tidak mau kecolongan. Jangan sampai mereka merencanakan sesuatu untuk menghancurkan nya lagi.


Kini dia menyesal karena tidak menghabisi Leo sesaat setelah dia tahu jika pelaku yang menghancurkan perusahan nya adalah sahabatnya sendiri. Dia justru memberikan kesempatan kedua untuk Leo. Dan sekarang dia kembali.


Jika sampai Leo menyinggungnya lagi, maka tidak ada lagi kehidupan untuk pria itu di dunia ini.


"Apa kau menangis?" tanya Kate. Dia merasa iba dengan Steven. Tapi hatinya juga merasa sesak. Jika Steven patah hati karena pengkhianat yang dilakukan Annabelle, itu artinya Steven masih mempunyai perasaan terhadap Annabelle bukan?


Tapi sayangnya Kate tidak tahu hubungan Steven dan Leo. Dia hanya merasa pernah mendengar nama Leo Abraham. Entahlah, dia merasa tidak asing dengan nama itu. Apalagi saat melihat alamat yang di datangi Jennifer. Dia seolah de Javu dengan tempat itu.


"Aku tidak menangis, Kitty. Aku sedang menikmati aroma tubuhmu yang bisa membuatku tenang."


Kate melotot kan matanya. Dia mendorong Steven agar menyingkir dari nya. Tapi Steven justru merengkuh tubuh Kate dalam pelukannya.


"Please.. Jangan pergi!! Jangan tinggalkan aku!" seru Steven

__ADS_1


"A_apa maksudmu? Siapa yang meninggalkanmu?" Kate mencoba melepaskan pelukan Steven. Tapi pria itu justru semakin erat memeluknya


"Steve, jangan seperti ini." pinta Kate


"Apa kau percaya, Kitty. Jika aku mencintaimu."


deg


Steven menatap kedua mata Kate dan kembali berkata, "Awalnya aku memang hanya ingin bermain-main dengan mu. Karena mengerjai mu sangat menyenangkan. Aku jadi merasa bersemangat. Tapi lama kelamaan, ada getaran aneh dalam diriku. Aku tidak tahu apa itu. Dan kau adalah orang pertama yang membuatku begitu bergairah."


Steven mengusap pelan bibir Kate dan mengecupnya singkat. "Aku mencoba menepis perasaan itu karena hatiku masih ada Jennifer. Tapi setelah wanita itu kembali, aku merasa aneh dengan perasaanku. Raga ku bersama Jennifer, tapi jiwa dan hatiku tertuju padamu. Aku bingung Kitty. Apalagi dengan apa yang sudah kita lakukan selama ini."


Steven menggeleng. Dia memang mabuk tapi dia sangat sadar dengan apa yang dia ucapkan.


"Aku serius Kitty. Aku mencintaimu. Aku takut kau pergi dariku. Untuk itu aku memakaikan gelang itu karena aku takut, kau pergi meninggalkanku." Steven memeluk erat tubuh Kate. Dia merasa lega karena bisa mengungkapkan apa yang dia rasakan saat ini. Dan kali ini tidak ada keraguan dalam dirinya.


"Istirahatlah, Steve. Aku a....

__ADS_1


Brukh


"Steve..." pekik Kate. Dia terkejut karena tiba-tiba Steven mendorong tubuhnya dan sekarang posisi mereka sangat intim.


"Aku mencintaimu, Kitty. Tidak bisakah kau membalas cintaku?" ujar Steven


"Ki_kita bicarakan besok saat kau sudah sadar. Sekarang menyingkir lah." Kate mendorong tubuh Steven, tapi tubuhnya sama sekali tidak bergeming.


"Aku sangat sadar dengan apa yang aku ucapkan, Kitty. Dan aku menginginkan mu sekarang." Steven mendekatkan wajahnya. Tapi tiba-tiba....


Bugh


Brukh


Kate memukul tengkuk Steven hingga pingsan. Dia mendorong Steven agar menyingkir dari atas tubuhnya.


"Maafkan Aku, Steve. Kau sedang tidak baik-baik saja sekarang. Jadi lebih baik kau istirahat." Kate membenarkan posisi Steven di tempat tidur dan menyelimuti tubuh pria itu.

__ADS_1


Kate mengusap pelan wajah Steven dan mengecup singkat bibir pria itu. Dia akui, dia sangat senang saat Steven mengatakan jika pria itu mencintainya. Tapi sayangnya Steven mengatakan hal itu saat mabuk. Dan dia yakin saat dia sadar nanti, dia akan melupakan apa yang sudah dia katakan padanya.


"Terimakasih sudah mencintaiku. Selamat malam." lagi-lagi Kate mencium singkat bibir Steven dan keluar dari kamar pria tersebut


__ADS_2