
Kini Steven, Kate dan juga James berada di ruang kerja Steven. Mereka memeriksa Chipset milik Leo yang Kate dapatkan tiga tahun yang lalu.
Jika Leo lebih menginginkan Chip ini daripada berlian yang di curi Kate, itu artinya Chip ini menyimpan sesuatu yang sangat penting.
"Bagaimana James? Apa kau menemukan sesuatu?" tanya Steven.
"Sebentar lagi, Tuan." James terlihat mengotak-atik laptopnya dan memasukkan sandi. Hal itu terlihat rumit dimata Kate. Bahkan wanita itu terlihat memijat pangkal hidungnya berkali-kali.
Steven terkekeh melihat Kate yang bingung. Tapi dia yakin jika wanita itu sebenarnya lelah dan mengantuk.
"Jika kau lelah, istirahatlah!! Nanti aku akan memberitahu mu jika James sudah bisa membuka Chip ini." seru Steven.
"Aku tidak lelah, Steve. Aku akan menunggunya."
Steven merengkuh pinggang Kate dan berkata, "Apa aku harus melakukannya lagi agar kau lelah dan mau istirahat, honey."
Kate tersenyum. Dia melingkarkan kedua tangannya dileher Steven. Dia melirik James dan mulai mencium bibir Steven dengan mesra.
James melirik dan mendengus kesal. Dia mempercepat pencariannya dan...
"Done." seru James.
Steven dan Kate saling pandang dan tersenyum. Ternyata mudah untuk membuat James bekerja lebih cepat. Steven akan mencobanya lagi lain waktu.
Steven dan Kate melihat ke layar laptop James. Ada sebuah peta dan dapat beberapa titik pada peta tersebut. Steven menyipitkan matanya karena merasa tidak asing dengan peta tersebut. Tapi dia tidak yakin akan hal itu.
"Apa kalian tahu maksud dari gambar tersebut? Itu terlihat seperti peta, tapi titik apa itu?" tanya Kate
"Aku juga tidak tahu, tapi sepertinya aku merasa tidak asing dengan peta ini. Bagaimana menurutmu, James." seru Steven
"Kita bisa bertanya langsung pada orang yang bersangkutan, Tuan." Steven dan Kate saling pandang melihat seringai aneh dari wajah James.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Lepaskan aku, sialan!!" teriak Jennifer. Dia di sekap di ruangan yang minim cahaya dengan kedua tangannya yang di ikat merentang. Dia terus memberontak mencoba melepaskan ikatan dari kedua tangannya. Tapi sayangnya semua usahanya sia-sia.
"Siapapun, cepat lepaskan aku!! Apa kalian dengar, hah?? Aku ini adalah calon istri tuan kalian. Jika dia tahu kalian memperlakukan aku seperti ini, maka habislah kalian. Kalian dengar itu?" teriak Jennifer.
Tap
Tap
Tap
Tap
Terdengar langkah kaki seseorang yang mendekat. Jeniffer menyipitkan kedua matanya dan berharap itu adalah Steven. Dia akan memohon pada pria itu agar mau melepaskannya.
"Steve, kau kah itu? Aku mohon lepaskan aku, honey. Aku minta maaf karena mengusir jalan9 itu. Tapi kau harus tahu jika aku melakukannya karena aku mencintaimu, sayang." seru Jennifer memohon.
"Apa benar kau masih mencintaiku?" tanya Steven. Dia memang datang tapi bukan untuk melepaskan Jennifer.
"Begitu ya, kalau begitu jawab aku!! Ada hubungan apa kau dengan Leo?" tanya Steven
deg
"A_apa maksud mu, Steve? Le_leo siapa?" tanya Jennifer terbata.
"Apa kau tahu Jen, Leo meneleponku untuk melepaskan mu dan dia juga menginginkan Chip yang sekarang ada di tanganku." Steven menunjukkan Chipset yang ada di tangannya. Bahkan dia memasukkan Chip tersebut ke laptop yang di bawa oleh James. Dia mengotak-atik laptop tersebut dan muncullah peta di layar laptop tersebut.
"Aku akan melepaskan mu jika kau mau bekerjasama dengan ku. Katakan!! Peta apa ini?" tanya Steven.
glek
__ADS_1
Jennifer menelan Saliva nya kasar. Bagaimana bisa Chipset tersebut berada di tangan Steven? Bukankah Leo pernah bilang jika Chip tersebut di curi oleh seorang wanita. Apa jangan-jangan wanita itu anak buah Steven?
Begitu banyak pertanyaan di kepala Jennifer. Tapi semua itu tidak penting sekarang. Yang terpenting adalah apa yang harus dia katakan pada Steven? Dia memang tahu tentang peta tersebut karena Leo pernah mengatakannya padanya. Karena hal itu pula dia mau dengan Leo di bandingkan dengan Steven yang saat itu belum kaya seperti sekarang.
"Kenapa kau diam saja, Jenny? Aku yakin kau tahu peta apa ini. Jadi katakan pada ku jika kau masih sayang dengan nyawamu." ancam Steven
"A_aku tidak tahu." jawab Jennifer terbata
"Begitu ya, baiklah!! sepertinya kau lebih suka jika pisauku yang berbicara." Steven memainkan pisau lipat di tangannya dan dengan sekali lempar, pisau itu tertancap sempurna di atas kepala Jennifer.
"Kyaaa .." teriak Jennifer
"Ck... sayang sekali, aku meleset. Bisa kau ambilkan aku pisau lebih banyak, James." pinta Steven
"Dengan senang hati, Tuan." James beranjak dan mengambilkan begitu banyak pisau kecil. Dan hal itu berhasil membuat Jennifer gemetar ketakutan.
"Steve, aku mohon jangan lakukan hal itu padaku !! Ingat, kita pernah saling mencintai." seru Jennifer
"Dan kau juga harus ingat, jika kau juga mengkhianati ku, Jen. Jadi kau memilih untuk mengatakan padaku peta apa itu, atau berakhir menjadi papan dart untuk pisau-pisau ku ini."
Lagi-lagi Jennifer menelan saliva nya kasar. Sepertinya Steven tidak main-main. Bahkan pria itu sudah melempar dua pisau dan untungnya semua meleset dan mengenai samping kepalanya.
"Kenapa kau diam, Jenny? Apa kau benar-benar ingin mati di tangan ku, hm? Baiklah, aku akan....
"STOP!!!" teriak Jennifer ." Ba_ baiklah, aku akan mengatakannya. Tapi aku mohon, jangan bunuh aku." pinta Jennifer
Steven menyeringai. Dia mendekati Jennifer dan berkata, " Aku selalu menepati janjiku, honey. Jadi sekarang katakan padaku!! Peta apa itu?"
"Le_leo pernah berkata padaku jika itu adalah peta harta Karun. Peta tempat penyimpanan harta dan juga senjata milik seorang mafia. Tapi milik siapa, aku juga tidak tahu. Hanya itu yang aku tahu. Jadi sekarang, cepat lepaskan aku!!"
"Tidak semudah itu."
__ADS_1
Bugh
Steven memukul Jennifer hingga membuat wanita itu tidak sadarkan diri. Kini dia tahu peta apa yang tersimpan di Chipset tersebut. Pantas saja jika Leo sangat menginginkannya.