Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 35 : Rencana


__ADS_3

"Arrgghh.... Sial!! Kenapa Steven melakukan hal ini padaku? Bukannya menolongku, tapi dia menyuruh anak buahnya untuk mengantarku pulang." geram Jennifer. Dia tersadar dari pingsannya dan mendapati dirinya berada di apartemen. Dan setelah dia mengecek cctv ternyata yang mengantarnya pulang adalah anak buah Steven.


Tentu saja dia marah. Dia merasa jika Steven sangat berbeda sekarang. Apa dia seperti itu karena masih marah padanya? Tapi yang dia lihat, Steven masih mencintainya. Bahkan dia tidak menolak saat dirinya memeluk ataupun menciumnya. Atau mungkin semua ini karena Kate?


"kenapa Steven memberikan gelang berlian pada pembantu itu? Tidak mungkin Steven tertarik dengan jalan9 sialan itu kan? Ini tidak bisa di biarkan. Aku harus meminta bantuan dia untuk menyingkirkan pelayan sialan itu." Jennifer meraih tasnya dan keluar dari apartemen. Dia akan pergi menemui seseorang yang akan membantunya menyingkirkan Kate. Karena baginya Kate adalah penghalang untuknya mendapatkan apa yang dia inginkan.


Jennifer mengendarai mobil nya dengan kecepatan sedang. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan orang itu. Bagaimanapun caranya, Dia harus bisa menyingkirkan Kate, si pembantu sialan.


Tak berapa lama, mobil Jennifer masuk ke pekarangan rumah yang cukup mewah. Dia keluar dari mobil dan masuk begitu saja seolah dia sudah terbiasa kesana.


"Dimana Tuanmu?" tanya Jennifer pada kepala pelayan


"Tuan ada di ruang kerja, Nona."


Jennifer langsung masuk ke ruang kerja orang itu tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Apa kau begitu sibuk sampai-sampai tidak menyadari aku datang." Jennifer duduk didepan seorang pria yang sedang berkutat dengan laptop nya.


"Ada apa?"tanya pria itu


"Aku ingin meminta bantuan mu." seru Jennifer


Pria itu mengangkat kedua alisnya. Tidak biasanya Jennifer meminta bantuan nya. Dia menutup laptopnya dan menatap Jennifer dengan serius. "Katakan!!"


"Aku ingin kau menyingkirkan pelayan pribadi Steven." ucap Jennifer


"Pelayan pribadi?" tanya pria itu


Jennifer mengangguk. Dia menceritakan tentang Kate pada pria itu. Dan juga tentang gelang yang di pakai Kate.


"Jadi pelayan itu yang memakai gelang 'Estrela Brilhante' ?" tanya si pria

__ADS_1


"Yes. Aku melihatnya sendiri. Tapi anehnya saat aku mencoba melepas gelang itu, jalan9 itu berteriak seperti kesakitan. Dan gelang itu sama sekali tidak bisa di lepas. Padahal jika di lihat, gelang itu terlihat longgar di tangan jalan9 sialan itu." terang Jennifer


Pria itu terdiam untuk sesaat. Dia teringat dengan ucapan Jack waktu itu. "Aku dengar dari Jack, pria berkepala botak yang menemuinya, meminta bantuannya untuk melepas gelang itu. Jadi kemungkinan besar gelang itu sudah di rancang sedemikian rupa dan hanya bisa di lepas oleh pemiliknya."


"Jadi maksud mu, hanya Steven yang bisa melepasnya?" tanya Jennifer.


Pria itu mengangguk. Dia yakin hanya Steven yang bisa melepas gelang itu. Tapi masalahnya, kenapa Steven memberikan gelang dengan berlian Estrela Brilhante pada seorang pelayan? Apa Steven menyukai pelayan itu?


Sial.. Dia jadi penasaran seperti apa wajah pelayan itu. Dia yakin ada sesuatu yang istimewa pada pelayan itu. Dan dia harus mendapatkan nya.


"Aku punya rencana agar gelang itu bisa terlepas dari tangan pelayan itu." seru si Pria


"Bagaimana caranya?" tanya Jennifer


"Dengar kan baik-baik.......


...****************...


"Dasar Steven sialan, brengsek, bajingan. Argghh... Aku membencinya." batin Kate geram.


Kate melirik sinis Steven yang berdiri mengawasinya. Dia merasa sangat sial hari ini. Dan semua itu karena si Annabelle. Bagaimana tidak, dua kali dalam sehari dia di hukum karena Wanita setan itu. Dan karena kesalahannya, Dia di hukum mencabut rumput di halaman yang luasnya seperti lapangan golf. Dan dia tidak boleh memakai alat apapun kecuali tangannya.


Huft... Padahal jantung nya sudah sangat berdebar karena berfikir Steven akan menghukumnya seperti saat berada di ruang pelatihan. Tapi ternyata semua di luar ekspektasi nya.


Bukan berarti dia menginginkan nya, Tapi itu hukuman termudah yang bisa ia lakukan. Hanya saja dia harus bisa menahan diri dan mengontrol detak jantungnya karena jika tidak, dia bisa terserang penyakit jantung dadakan.


"Apa tidak bisa di ganti hukuman nya? Aku lelah, Tuan." keluh Kate. Dia sudah mencabut rumput begitu banyak tapi tetap saja itu belum seberapa. Bahkan tangannya merah karena dia tidak menggunakan sarung tangan.


"Jadi kau ingin hukuman yang lain?" tanya Steven


Kate mengangguk cepat. Lebih baik dia membersihkan kolam buaya daripada mencabut rumput. Dia bisa menembak mati buaya itu dan membersihkan kandangnya. Beres.

__ADS_1


"Ikut aku!!!" Steven berjalan lebih dulu di susul Kate yang mengekor di belakangnya.


Kate mengerutkan keningnya karena Steven mengajaknya masuk ke kamar pria itu. Ini gawat! apa Steven akan melakukan itu padanya?


Kate berhenti di depan pintu. Dia tidak mau jika sampai Steven benar-benar melakukan hal itu padanya


"Kenapa kau berdiri di sana? Cepat kemari dan jangan lupa tutup pintunya." seru Steven


Glek


Kate menelan ludah nya kasar. Apa Steven ingin di pijat lagi? Tapi bukanya benda keramat pria itu sudah sembuh?


"Aku tidak suka mengulang ucapan ku, Kate Berley." Steven menekan setiap ucapannya membuat Kate mau tidak mau masuk dan menutup pintunya


"Duduk!!" perintah Steven


Kate duduk agak jauh dari Steven. Tapi Pria itu langsung menariknya hingga tubuh nya terhuyung dan jatuh di pangkuan Steven.


"Tu_tuan...


"Kau bilang kau ingan hukuman yang lain, bukan?"


Kate mengangguk pelan. Sekarang jantungnya kembali berdetak kencang. Dia menghela nafas berulang kali untuk menetralkan jantungnya.


Steven terkekeh melihat Kate yang gugup. Dia yakin jika wanita ini pasti memikirkan hal yang tidak-tidak. Tapi bukan itu yang akan dia lakukan saat ini. Bukan sekarang. Tapi mungkin nanti.


"Ja_jadi apa yang harus aku lakukan, tuan." tanya Kate. Dia benar-benar gugup. Ini lebih mendebarkan daripada saat dikejar oleh para polisi yang memergokinya mencuri berlian.


"Aku akan memberimu hukuman dan kau harus melakukannya. Apa kau siap?"


Kate mengangguk pelan. Sebenarnya apa hukuman yang akan dia dapatkan?

__ADS_1


"Cerita kan tentang dirimu!!"


Deg


__ADS_2