
"Bukankah kau sopir di tempat Kate bekerja?" tanya Jully. Pagi-pagi sekali untuk pertama kalinya ada orang yang datang bertamu dan saat Jully membuka pintu, dia tidak menyangka jika itu adalah James.
"Iya , nyonya. Saya datang kemari untuk mengantar nyonya ke rumah sakit." James menahan rasa dongkol di hati nya karena di panggil sopir. Dan itu semua karena Kate Berley.
"Rumah sakit?" tanya Jully bingung
"Iya nyonya. Kate tidak bisa datang, jadi dia memintaku untuk mengantarmu ke rumah sakit."
"Memangnya kau tidak bekerja? Bagaimana jika Tuanmu mencari? Kau seorang sopir dan tugasmu mengantar kemanapun tuanmu pergi, kan?" ucap Jully
"Aku Asisten Pribadi, nyonya. Bukan sopir. Astaga..." gerutu James dalam hati.
"Aku tidak mau kau di hukum karena mengantarku." lanjut Jully
"Tenang saja Nyonya, Tuanku sedang bersama calon istrinya. Jadi aku bebas tugas. Dan sekarang lebih baik anda bersiap karena waktu ku tidak banyak."
"Apa kau akan mati?"
James melebarkan kedua matanya. Apa Ibu Kate baru saja mendoakan nya cepat mati? Astaga... Dia tidak menyangka jika Ibu Kate sangat cerewet dan menyebalkan seperti putri nya.
"Aku akan menunggu nyonya di mobil." tidak mau berdebat, James memilih menunggu di mobil. Dia kira semua akan mudah dan Jully akan ikut tanpa banyak bertanya. Tapi ternyata, Jully sangat cerewet dan membuang-buang waktu nya.
"Jika bukan karena kesepakatan ku dengan nona Kate, aku juga tidak mau mengantarmu berobat, nyonya." gerutunya saat masuk kedalam mobil.
Dia adalah orang yang tidak suka mengingkari janjinya. Jadi dia berharap Kate akan menepati kesepakatan mereka untuk menjauhkan Annabelle dari Steven.
"Aku sudah siap, Tuan." seru Jully.
James keluar dari mobil dan membukakan pintu belakang untuk Jully. Setelahnya dia masuk di belakang kemudi dan menginjak pedal gas. Nanti dia akan meminta pada dokter jadwal cek up untuk ibu Kate. Jadi dia akan berusaha untuk mengantar jemput Wanita itu dan membayar semua biaya perawatannya.
__ADS_1
"Aku sudah memenuhi janjiku, nona. Jadi aku harap kau pun begitu." batin James
...****************...
"Aku ingin mendengar tentang kehidupan mu. Mulai dari kau kecil, hingga dewasa dan menjadi pencuri. Aku ingin tahu alasan sebenarnya kau melakukan hal itu. Sekecil apapun, jangan kau tutup-tutupi." ucap Steven
"Kenapa kau sangat ingin tahu tentang diriku? Apa itu penting bagimu?" tanya Kate
"Entahlah, Kitty. Tapi yang jelas aku sangat penasaran padamu. Jadi kau memilih mencabut rumput atau menceritakan tentang diri mu."
Kate terdiam. Dia merasa ada yang aneh dengan Steven. Bukannya dia sudah tahu siapa dia? lalu kenapa dia masih bertanya? Mereka tidak mempunyai hubungan apapun selain Tuan dan pelayan Lalu kenapa dia sangat ingin tahu tentang dirinya?
"Kenapa kau diam, Kitty?" Steven menyelipkan rambut Kate kebelakang telinga. Dia juga mengusap pelan pipi yang sedikit chubby itu dengan punggung tangannya.
"Kau terlihat aneh, Steve. Apa kau menyukaiku?" tanya Kate
"Anggap saja begitu. Jadi, cepat ceritakan tentang dirimu!!"
"Bolam lampu?" tanya Steven bingung
"Ck... Ayah tiriku. Dia sangat baik saat itu. Bahkan dia menjagaku saat mommy bekerja. Dia juga memanjakan ku. Aku sangat bahagia saat itu dan saat dia melamar Mommy, aku orang pertama yang mendukungnya. Tapi semua berubah setelah mommy sakit. Robert suka mabuk-mabukan dan bermain wanita. Aku sangat membencinya. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Sampai aku berusia 15 tahun, dia menjadikan ku seorang pencuri."
Kate menahan nafasnya sejenak menahan sesak di dada nya. Dan Steven bisa melihat itu. Dia memeluk erat Kate dan menopang dagunya di bahu wanita itu"
"Lanjutkan!!"
"Lanjutkan? Kau sudah tahu apa yang terjadi selanjutnya, kenapa masih bertanya." gerutu Kate
"Apa kau pernah tertangkap saat mencuri? dan kenapa harus berlian?" tanya Steven
__ADS_1
"Aku pernah tertangkap saat mencuri berlian Heaven's Light. Bahkan aku hampir mati."
Deg
"Tapi aku berhasil lolos sebelum mereka mengetahui siapa aku. Karena setiap beraksi, aku selalu menyamar. Dan kenapa aku mencuri Berlian, kau bisa bertanya langsung pada Robert. Karena hanya dia yang tahu alasannya. Mungkin karena nilai jualnya lebih tinggi."
"Lalu kenapa kau tidak menolaknya ataupun melawan?"
"Sama seperti sekarang. Apa aku bisa menolak dan melawan mu?" tanya Kate
Steven terdiam. Tapi tidak dengan tangannya karena kedua tangannya sudah menjalankan tugasnya masing-masing.
"A_apa yang kau lakukan?" pekik Kate. Dia Menahan kedua tangan Steven yang mengusap perut dan dadanya.
"Jadi ayah tirimu mengancam mu?" Tangan Steven membuka kancing seragam Kate dan masuk memegang benda kenyal milik Kate.
"Ugh.." satu lenguhan keluar dari bibir Kate, apalagi bibir Steven yang menciumi leher nya dari belakang.
"Stop!!" Kate menahan tangan Steven yang bermain di pucuk dadanya.
"Kenapa, hm? Apa kau tidak menyukainya?"
Kate memejamkan matanya. Sekarang dia tidak bisa berfikir jernih. Apa yang dilakukan Steven membuatnya kehilangan akal.
"Aku menginginkanmu, Kate Berley." bisik Steven. Dengan sekali gerakan kini Kate sudah berada di kungkungannya. Wanita itu terlihat sangat seksi dengan nafas yang memburu.
Ini gila!! Dia belum pernah merasakan hal ini sebelumnya. Menginginkan seorang wanita dan menjadikan wanita itu miliknya seutuhnya.
"Steve...
__ADS_1
"Sssstt. Steven menempelkan bibirnya pada bibir Kate. Lidah mereka saling membelit. Suara decapan dari ciuman mereka terdengar begitu nyaring.
"Bolehkah aku melakukannya?"