Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 44 : Menyelamatkan Kate


__ADS_3

Steven menggeliat dan membuka matanya perlahan saat sinar matahari masuk melalui celah jendela kamarnya. Dia memijat pelipisnya karena merasa pusing di kepalanya.


Semalam dia minum terlalu banyak. Tapi walaupun begitu tidak membuatnya hilang kesadaran. Dia ingat betul kenapa dia seperti itu. Semua karena pengkhianatan dari dua orang yang dulu sangat berarti untuknya.


Dia tidak menyangka jika wanita yang pernah dia cintai bersekongkol dengan mantan sahabatnya. Dan dia yakin mereka merencanakan sesuatu untuk menghancurkan nya sekali lagi.


"Cih... Aku tidak menyangka kau begitu licik, Leo. Kau mau menggunakan Jennifer untuk menghancurkan ku? Sayangnya itu tidak akan terjadi. Bagiku wanita itu adalah sampah. Dan sampah harus di buang pada tempatnya."


Steven menyandarkan punggungnya di Headboard. Dia memejamkan matanya mencoba meredam amarahnya.. Sepertinya dia harus memberi kejutan untuk kedua mahluk tidak tahu malu itu. Dia akan meminta Kate untuk memberi pelajaran pada Jennifer karena selama ini mereka selalu berseteru. Dan dia yakin Kate akan senang.


Tunggu dulu! Kate?


Steven membuka matanya. Tiba-tiba jantungnya berdetak kencang. Dia sangat ingat. Semalam dia mengungkapkan perasaannya pada Kate. Tapi wanita itu belum memberi jawaban.


Kate bilang akan membahasnya nanti saat dia sadar. Hah.. Andai Kate tahu jika semalam dia sangat-sangat sadar, mungkin saat ini wanita itu masih tertidur pulas di sampingnya.


"Sial!! Aku jadi ingin menerkamnya." Steven menggigit bibir bawahnya. Dia jadi merindukan Wanita itu. Jadi lebih baik dia segera mandi dan menemuinya.


Steven beranjak dari tempat tidur. Sekilas dia menatap kamarnya yang berantakan. Bibirnya mengembang karena dia yakin sebentar lagi wanita itu akan datang untuk membersihkan kamarnya.


"Ok Steve, lebih baik sekarang kau mandi dan setelah itu kau bisa menghabiskan waktumu bersama dengan Kate Berley." Steven masuk ke kamar mandi dan memulai ritual mandinya. Dia sudah sangat tidak sabar dan berharap Kate mau menerimanya menjadi kekasihnya.


Tidak butuh waktu lama, Steven sudah menyelesaikan ritual mandinya. Dia keluar dengan handuk yang melilit di pinggangnya memperlihatkan otot-otot tubuhnya yang menonjol.


Tapi saat dia keluar, dia tidak mendapati Kate di sana. Ini aneh, Dia melihat jam yang menempel di dinding. Ini sudah hampir siang tapi Kate belum juga menampakkan batang hidungnya. Apakah dia malu? Atau dia marah?


"Shiiit!!" Steven bergegas memakai bajunya. Sepertinya dia tahu kenapa Kate tidak datang. Pasti dia salah paham dan mengira hanya di jadikan pelampiasan saja.


Dia harus meluruskan kesalahpahaman ini. Jangan sampai Kate pergi meninggalkannya.


Selesai memakai baju, Steven berlari keluar dari kamarnya. Tempat pertama yang dia tuju adalah dapur karena sebelum ataupun sesudah membersihkan kamarnya, wanita itu pasti berada di sana.


Tapi sayang Kate tidak ada di sana. Steven bertanya pada para Maid dan tidak ada yang tahu Kate kemana karena jam segitu semua maid mengerjakan pekerjaannya masing-masing.


"Sial!!" Steven pergi ke kamar Kate. Tapi lagi-lagi wanita itu tidak ada di sana. Kemana sebenarnya wanita itu? Tidak mungkin jika Kate kabur kan?

__ADS_1


"Steve, kenapa kau disini?"


Steven mengepalkan tangannya. Dia menatap tajam seseorang yang menyapanya


"A_ada apa Steve? Kenapa kau menatapku seperti itu? Kau membuat ku takut, honey."


"Katakan!! Dimana Kate sekarang?" tanya Steven geram


"A_apa maksudmu? Aku tidak tahu di mana jalan9 itu, Steve." seru Jennifer


"Tutup mulutmu, Jenny." Steven mencengkram leher Jennifer. Matanya yang tajam memancarkan kebencian yang teramat sangat.


"S_steve, lep_pas..!!" Jennifer memukul lengan Steven tapi bukannya melepas, justru Steven mengeratkan cengkraman nya.


"S_steve....


"Tuan!! Apa yang anda lakukan?" James mencoba melepaskan cengkraman Steven. Jennifer hampir saja kehabisan nafas jika saja James tidak datang untuk menghentikan kegilaan Steven


"Uhuk uhuk uhuk." Jennifer memegang lehernya. Nafasnya terengah-engah karena perbuatan Steven.


Anak buahnya yang datang bersama James langsung menyeret Jennifer dan membawanya ke ruang eksekusi.


Steven mengusap wajahnya kasar. Dia harus segera menemukan Kate dan menjelaskan padanya. Tapi kemana Kate pergi saja Steven tidak tahu. Dan dia yakin jika semua ini perbuatan Jennifer


"Ada apa sebenarnya Tuan?" tanya James


"Kate pergi, James. Dia pergi meninggalkan ku." lirih Steven


James terdiam. Apa maksud Steven? apa Kate kabur? tapi itu tidak mungkin. Karena penasaran, James memeriksa cctv dan dari sana dia tahu jika Kate pergi karena Jennifer.


"Tuan, Nona Kate pergi karena di minta untuk mengambil sesuatu oleh nona Jennifer." ucap James


Steven menatap James dan beralih menatap layar laptopnya. Dia mengepalkan tangannya dan meminta James untuk melacak keberadaan Kate.


"Leo.." geram Steven. Dia yakin jika ini rencana Leo untuk menangkap Kate. Ini tidak bisa di biarkan.

__ADS_1


Steven menyiapkan senjatanya. Kali ini dia tidak akan melepas pria itu begitu saja. Anggap saja dia dulu bodoh karena melepas Leo. Tapi sekarang, jangan harap untuk lolos.


"Done." seru James.


Steven menatap James dan bergegas ke mobil. Dia sudah tidak sabar untuk menghabisi Leo. Dan semoga saja dia belum terlambat.


Karena tergesa-gesa, mereka tidak membawa anak buah sama sekali. Yang ada di pikiran Steven hanya Kate, Kate dan Kate.


James melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia juga geram karena Kate dalam bahaya. Dan dia juga yakin jika semua ini rencana Jennifer dan Leo untuk menyingkirkan wanita itu.


Setelah sampai di lokasi, Steven memerintahkan James untuk terus maju. Dan tanpa ragu mobil yang di kendarai James menabrak pintu tempat di mana Kate di sekap.


BRUAKH


Leo dan yang lain tersentak tapi belum sempat mereka mengangkat senjata mereka, Steven sudah lebih dulu menembaki mereka.


Deg


"Steven?" lirih Leo


Steven masih terus menembaki anak buah Leo tanpa keluar dari mobilnya. Melihat anak buahnya yang kalah, membuat Leo mengambil jurus kaki seribu. Tapi hal itu di sadari oleh Steven. Dia keluar dari mobil dan mengarahkan senjatanya pada Leo yang mencoba kabur. Tapi sayangnya peluru Steven habis.


"Sial..!!" teriak Steven. Sudah di depan mata tapi Leo bisa lolos begitu saja. Steven melihat Kate yang bersimpuh di lantai. Dia mendekati wanita itu dan memeluknya


"Kate..!! Maaf aku datang terlambat." seru Steven


"Le_lepas Steve!!" Kate mendorong keras tubuh Steven.


"Ada apa Kate? Kenapa kau mendorongku?" Steven melihat gerak gerik Kate yang terlihat aneh. Hingga dia menyadari sesuatu.


"Shiitt!! James!!" Steven menggendong Kate ala bridal dan membawanya masuk kedalam mobil.


"Ada apa dengan Nona Kate, tuan." tanyanya yang melihat Kate seperti cacing kepanasan


"Tidak ada waktu untuk menjelaskan. Cepat kita pulang sekarang juga!!" titah Steven

__ADS_1


"Ba_baik Tuan." James kembali mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan lokasi. Dia sudah menghubungi anak buahnya untuk menyusul dan menyelesaikan kekacauan ini.


__ADS_2