Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 12 : Pelayan Pribadi


__ADS_3

Robert mengusap wajahnya kasar. Dia memang pengecut meninggalkan Kate begitu saja. Padahal ini adalah misi dari nya. Tapi Robert masih sayang dengan nyawanya. Untuk itu dia memilih lari. Dia tidak mungkin kembali untuk menolong Kate karena dia yakin, penjaga Steven pasti lebih waspada dari sebelumnya. Mungkin setelah ini dia harus meminta bantuan teman-teman nya untuk mencari informasi tentang Steven. Dia ingin tahu, kemana selama ini mayat-mayat dari korban Steven. Apakah pria itu membuang nya, mengubur nya atau membakarnya? Setidaknya dia bisa melihat mayat Kate jika benar wanita itu sudah mati.


Argh ... Sial!!! memikirkan hal itu membuat nya kesal. Dia tidak hanya kehilangan Kate tapi dia juga kehilangan mesin pencetak uangnya. Bagi Robert, Kate adalah penghasil uang. Untuk itu dia merasa kehilangan. Setelah ini bagaimana dia akan mencari uang? dan bagaimana dia akan menjelaskan pada Jully tentang Kate?


Seperti nya dia harus mengarang cerita tentang kepergian Kate. Agar Jully tidak terlalu memikirkan tentang putrinya. Setidaknya sampai dia tahu tentang keberadaan Kate. Apakah wanita itu benar-benar mati atau tidak. Tapi dia berharap jika Kate masih hidup.


Dan memang benar, Kate masih hidup. Sekarang dia berdiri di depan pria arogan yang duduk dengan menyilangkan kaki nya. Kate terus mengumpat dalam hati karena dia dipaksa memakai seragam maid dengan bagian bawah yang pendek dan mengembang. Sedangkan bajunya berlengan pendek dengan pita di kerah leher. Menurut nya, dia terlihat seperti badut saat ini karena dia tidak pernah memakai gaun apalagi baju mini.


Kate terus menarik turun Rok nya walaupun itu tidak mungkin bisa. "Ck.. Baju apa ini? kenapa aku harus memakai nya? sungguh menyebalkan. Arrghh... Aku tidak tahan." jerit Kate dalam hati.


"Mulai hari ini, kau akan menjadi pelayan pribadiku. Tugasmu adalah mengurusku. Menyiapkan semua keperluan ku dan menuruti semua perintah ku. Kau tidak di perbolehkan melakukan sesuatu tanpa perintah dari ku. Apa kau mengerti?" seru Steven.


"Apa? pelayan?" teriak Kate.


"Yes. Kau akan menjadi pelayan pribadi ku sebagai hukuman karena kau sudah berani masuk rumah ku bahkan berniat mencuri berlianku."

__ADS_1


"Ak....


"Jika kau menolak, aku akan pasti kan ibumu yang sedang sakit itu, tidak akan lagi merasakan sakit. Kau mengerti maksud ku bukan, Kate Berley."


"Sial.. Dari mana dia tahu jika Mommy sakit? apa secepat itu dia tahu identitas ku dan keluarga ku?" batin Kate.


Steven berdiri dan mendekati Kate. "Mudah untuk ku tahu siapa kau, siapa keluarga mu?" ucap Steven. Dia berdiri di depan Kate dan kembali berkata, "Kate Berley, tinggal di rumah kecil bersama dengan ibunya yang bernama Jully Berley. Kau mempunyai ayah tiri yang seorang mantan pencuri. Mungkin karena ayah tiri mu itu kau menjadi pencuri. Tapi aku tidak perduli. Yang terpenting sekarang adalah kau tidak bisa lolos dari ku karena saat ini anak buah ku sedang mengintai keluarga mu. Jika kau menolak maka...."


"Baiklah!!! Kau menang Tuan steven." tidak ada pilihan lain. Dia tidak ingin ibunya terluka. Jadi biarlah dia menjadi budak pria gila ini untuk sementara waktu. Jika ada kesempatan, dia kan kabur dan membawa ibunya pergi. Yeah, walau dia tahu itu mustahil terjadi. Tapi tidak ada salahnya berharap dan mencoba bukan.


"Good. Sekarang yang harus kau lakukan adalah membersihkan kamar ku."


"Wah, beraninya kau meminta sesuatu padaku."


"Ck.. Aku hanya tidak suka dengan baju ini. Aku terlihat seperti pemain sirkus. Ijinkan aku memakai baju biasa saja. Aku tidak nyaman memakai baju ini." gerutu Kate.

__ADS_1


Steven tersenyum. Wanita ini benar-benar berbeda dengan Jennifer. Wajah mereka memang mirip tapi sifat dan tatapan mata mereka berbeda jauh. Jennifer memiliki sifat yang lembut dan tatapan yang teduh. sedangkan wanita ini sifatnya sangat bar-bar dan memiliki tatapan yang tajam. Tapi tidak masalah. Yang terpenting wanita itu berada di sisinya saat ini.


Steven terus mendekati Kate hingga wanita itu mau tidak mau melangkah mundur. "Di sini aku tuanmu. Beraninya kau mengatur ku."


"A_aku tidak mengatur mu. Aku hanya minta ganti baju saja. Aku kurang nyaman menggunakan baju ini." seru Kate. Kini tubuhnya terpojok di dinding dan Steven masih saja melangkah maju dan menghimpit nya.


"Tapi aku suka melihat mu memakai baju ini. Kau terlihat sangat seksi." bisik Steven.


Kate melebarkan kedua matanya dan mendorong Steven. "Dasar mesum!!! cabul!!" teriak Kate. Untuk pertama kali dalam hidupnya dia di lecehkan seperti ini. Tentu saja dia tidak terima. Yah, walau dia pernah di lecehkan saat melakukan penyamaran, tapi ini berbeda. Steven jelas secara terang-terangan melecehkan nya. Seolah dia adalah wanita murahan. Selama ini Dia hidup bergelut dengan dunia kriminal. Dirinya sibuk berlatih dan menjalankan misi yang menegangkan dan mempertaruhkan nyawa. Jadi dia tidak punya waktu untuk menjalin cinta dengan lawan jenis. Untuk itu dia termasuk wanita polos karena belum pernah melakukan yang bisa membawanya merasakan kenikmatan surgawi.


Steven tersenyum tipis. Ini pasti akan sangat menyenangkan. Dia bisa menjadi hiburan untuk nya nanti. "Cepat bersihkan kamarku!!!" titah Steven.


Tidak mau menunggu lama, Kate segera berlari menuju kamar Steven. Sedangkan Steven hanya menatap Kate yang berlari ke lantai atas. Dia menjentikkan jarinya, dan anak buahnya pun mendekat. "Cari tahu siapa sebenarnya Kate Berley. Kenapa dia berani mencuri di rumah ku."


"Siap Tuan."

__ADS_1


Steven memasukkan kedua tangannya kedalam saku celananya. Dia yakin jika Kate bukan pencuri biasa. Dia bahkan bisa masuk ke istana nya tanpa sepengetahuan penjaga. Dan Kate terlihat begitu ahli. Seperti nya wanita itu sudah terbiasa. Ini membuat nya penasaran dan ingin tahu tentang Kate lebih jauh.


"Kate Berley." gumam Steven.


__ADS_2