Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 23 : Pulang


__ADS_3

Kate sangat senang karena hari ini dia bisa melihat dunia luar. Dia meminta pada Steven untuk mengijinkannya melihat keadaan ibunya. Dia juga memaksa Steven untuk memberinya uang. Yah, anggap saja itu gajinya selama melayani Steven. Walaupun status nya sedang di hukum, tapi dia memaksa Steven untuk menggajinya karena dia tidak membuat rugi pria itu. Tidak ada yang berhasil Kate curi tapi justru dia di jadikan budak Steven. Bukankah itu tidak adil? Untuk itu Kate meminta uang pada Steven.


Melalui proses perdebatan yang cukup panjang, akhirnya Kate mendapatkan uang itu. Steven memberinya uang separuh gaji karena Kate baru bekerja kurang lebih dua minggu di rumah Steven.


Kate sangat senang. Dia tidak menyangka jika gaji menjadi maid di rumah itu sangatlah besar. Dia hanya perlu membersihkan kamar Steven dan dia sudah di gaji seribu dollar. Jika dia bekerja full satu bulan dia bisa mendapatkan gaji 2ribu dollar. Dia bisa kaya mendadak. Sepertinya dia akan betah bekerja di sana karena gaji yang didapatkan.


Kate berjalan dengan riang menuju rumahnya. Rumah yang sangat dia rindukan. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan ibunya. Nanti, dia akan mengajak Ibunya ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan ibunya.


Kate sudah berdiri di depan pintu. Dia mengetuk pintu beberapa kali. Tapi tidak ada yang membukanya. Mungkin Ibunya sedang tidur. Jam segini si bolam lampu juga pasti kelayapan di tongkrongan dengan teman-temannya. Hah... Kate jadi tidak yakin Robert benar-benar mencari cara untuk membantunya.


Kate kembali mengetuk pintu. Kali ini terdengar suara wanita dari dalam rumah yang membuat bibir Kate mengembang.


Ceklek


Pintu terbuka dan memperlihatkan seorang wanita paruh baya yang terlihat masih cantik dengan apron yang menempel di tubuhnya.


"Kate!!!" teriak Jully


"Mommy!!!" Kate juga tak kalah heboh. Dia menarik Jully ke dalam pelukannya. Sungguh, Dia benar-benar merindukan wanita paruh baya ini.


"Kau pulang, Kate? Bagaimana keadaan mu? Apa kau baik-baik saja disana?" Jully memutar tubuh Kate memeriksa tubuh putrinya. Dia sangat khawatir jika sebenarnya Kate bekerja sebagai pencuri lagi dan sedang terluka saat ini.


"Aku baik-baik saja Mom. Bagaimana keadaan Mommy? Apa si bolam lampu merawat mommy dengan baik?" tanya Kate.


Jully menghela nafas. Robert memang merawatnya. Dia akan menyiapkan keperluan Jully tapi setelah nya, pria itu akan pergi dan baru kembali setelah tengah malam.


"Dia merawat mommy dengan baik, Kate." Jully mengusap pipi Kate. Tapi pandangan nya beralih ke belakang dimana disana berdiri seorang pria dengan perawakan besar tengah menatap tajam kearah mereka.


"Ka_kate!! Di_dia...


Kate menoleh dan menghela nafas panjang. Kenapa James mengikutinya sampai di rumah? Apa dia takut jika dirinya kabur?

__ADS_1


Ya, Steven memang memperbolehkan Kate untuk menemui ibunya dengan syarat James akan ikut. Awalnya Kate menolak. Tapi Steven tetaplah Steven. Dia paling tidak suka di bantah. Akhirnya mau tidak mau, Kate menyetujuinya.


"Mommy tidak perlu takut. Dia sopir yang mengantarku kemari." seru Kate


"Sopir?"


"Yes. Jadi tidak usah pedulikan dia. Lebih baik sekarang ayo kita masuk!!!" Kate menarik Jully kedalam rumah dan menutup pintunya.


Lalu bagaimana dengan James? Jangan ditanya lagi, sudah pasti pria itu sangat kesal. Dia seorang asisten pribadi tapi dia di jadikan bodyguard sehari untuk Kate. Dia di tugaskan untuk mengawasi Kate. Jangan sampai wanita itu kabur. Dan sekarang, setelah sampai di sini, dia justru di tinggal begitu saja dan jangan lupa, Kate baru saja menyebutnya sopir. Dasar menyebalkan.


James memilih duduk di teras dan memainkan ponselnya. Dia memeriksa email yang masuk. Walau bagaimanapun dia tidak boleh mengabaikan pekerjaan nya sebagai seorang Asisten Presdir.


Di dalam rumah, Jully menyajikan beberapa makanan di meja makan. Dia senang Putrinya pulang. Tapi dia juga penasaran, kenapa Kate bisa pulang? lalu bagaimana dengan pekerjaannya? Mungkin setelah ini dia harus menanyakannya. Dia hanya ingin tahu apa kali ini Kate benar-benar bekerja? Dia takut ini hanya akal-akalan Robert dan Kate saja untuk menutupi fakta tentang pekerjaan Kate agar dia tidak khawatir.


"Apa mommy yang memasak semua ini?" tanya Kate berbinar. Sudah lama dia tidak merasakan masakan Jully. Dan sekarang di depan matanya tersaji makanan hasil masakan Jully. Sepertinya dia pulang di waktu yang tepat.


"Yes. Semua mommy yang memasak. Mendapatkan surat dari mu membuat mommy bersemangat. Mommy sedikit demi sedikit mulai melakukan aktivitas seperti biasa." seru Jully.


"Aku senang Mommy terlihat baik-baik saja sekarang. Tapi jangan memaksakan diri. Aku tidak mau mommy sakit." seru Kate


"Kau tenang saja Kate. Mommy baik-baik saja selama kau juga baik-baik saja." seru Jully


"O ya.. Bagaimana dengan pekerjaanmu?" Jully mengambilkan piring dan mengisinya dengan nasi dan lauk pauk.


"Pekerjaan ku baik Mom. Ya walaupun si pemilik rumah sangat menyebalkan. Tapi setidaknya aku mendapatkan pekerjaan yang lebih baik sekarang. Dan apa mommy tahu? Aku di gaji sangat tinggi di sana." seru Kate bangga


"Benarkah?" Jully meletakkan piring berisi makanan di depan Kate. Dia menarik kursi di samping Kate dan duduk di sana. Dia jadi penasaran seperti apa pekerjaan putrinya itu.


"Iya mom. Tugasku hanya membersihkan kamar Stev.....


"Ya?"

__ADS_1


"Ma_maksud ku, kamar Tuan muda. Aku di jadikan pelayan pribadi olehnya. Jadi setiap keperluannya, aku yang menyiapkan."


"Syukurlah kalau begitu. Mommy senang mendengarnya. Akhirnya kau bisa lepas dari profesi kriminal mu itu." seru Jully


Kate hanya tersenyum dan melahap makanan di depannya. Dia memang meninggalkan profesinya itu. Tapi itu karena dia di jadikan budak oleh Steven. Dan entah sampai kapan dia akan berada di sana melayani si pria gila itu.


"O iya mom. Setelah ini, aku akan mengajak Mommy ke rumah sakit. Sudah lama mommy tidak memeriksakan kesehatan mommy kan." seru Kate


"Tidak perlu Kate. Mommy baik-baik saja. Mommy sudah terlihat sehat sekarang."


"Mom!!" Kate kembali menggenggam tangan Jully. Dia tahu jika Jully mengkhawatirkan tentang biaya pengobatan yang tidak sedikit.


"Mommy tidak perlu mengkhawatirkannya soal biaya. Aku punya banyak uang sekarang. Aku meminta gajiku setengah bulan ini dan Tuan muda memberikannya."


"Benarkah? Majikanmu baik sekali. Kau tidak mencuri uang majikanmu kan?" Jully menatap curiga Kate. Dia takut Kate melakukan hal itu di tempat kerjanya yang baru. Mau bagaimanapun Kate sudah terbiasa mencuri. Jadi Jully hanya khawatir.


"Mommy tidak perlu khawatir. Aku tidak melakukan hal itu. Jika mommy tidak percaya, mommy bisa bertanya pada James." gerutu Kate. Apakah sangat sulit merubah image seorang pencuri? bahkan ibunya sendiri tidak mempercayainya.


"Apa James itu pria yang ada di depan?" tanya Jully yang di jawab anggukan oleh Kate.


"Baiklah Mrs Jully, aku sudah selesai makan dan aku sangat kenyang sekarang. Jadi sekarang bersiaplah karena kita akan segera pergi ke rumah sakit. Sebelum si bolam lampu pulang."


Jully tersenyum. Dia meraih piring di meja. Tapi Kate menahan dan menggelengkan kepalanya. Waktu nya tidak banyak. Jadi mereka harus bergegas.


Jully masuk ke kamar untuk bersiap. Sedangkan Kate keluar untuk berbicara dengan James.


"Apa sudah selesai?" tanya James. Sungguh, dia sudah tidak tahan berada di sana.


"Bersabarlah sedikit lagi James. Setelah ini aku ingin mengajak Mommy ke rumah sakit. Baru setelah itu, kita kembali ke neraka itu bersama-sama." Kate masuk ke rumah dan kembali menutup pintunya.


James di buat mematung ditempat. Neraka? Wow.. pemikiran yang hebat. Kate menganggap istana Steven bagaikan neraka. Sepertinya dia juga akan beranggapan seperti itu sekarang. Istana mewah tapi bagaikan neraka untuk para pekerja. Sungguh Kate yang berani.

__ADS_1


__ADS_2