Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 48 : Di Tangkap


__ADS_3

Leo dan anak buahnya mengintai rumah milik Robert. Dia akan menjadikan Robert atau siapapun yang ada di dalam rumah itu sebagai sanderanya untuk mendapatkan kembali apa yang dia inginkan.


Leo melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Hari sudah semakin larut dan dia meminta Anak buahnya untuk mulai bergerak.


Anak buah Leo membuka pintu dengan sekali tendang. Mereka mengarahkan senjata ke berbagai arah dan langsung mencari target mereka.


Jully yang baru saja terlelap, tersentak mendengar pintu yang di buka secara paksa. Dia turun dari tempat tidur dan melihat apa yang terjadi. Tapi belum sempat ia keluar dari kamar, tiba-tiba beberapa orang bersenjata masuk ke kamarnya dan menodongkan senjata padanya.


"Angkat tangan!!" seru anak buah Leo


"Si_siapa kau?" Tubuh Jully bergetar hebat. Dia di seret oleh anak buah Leo dan mendorongnya di hadapan Tuannya


"Akh..." pekik Jully yang tersungkur di lantai. Dia menatap orang-orang bersenjata yang memenuhi rumahnya


"Si_siapa kalian? Jika Kalian menginginkan uang, kalian salah masuk rumah. Aku hanya orang miskin yang tidak mempunyai apa-apa." teriak Jully dengan bibir yang bergetar


"Kau salah nyonya. Justru rumah kecilmu ini menyimpan harta yang sangat berharga." seru Leo


"Cari Chip itu sampai ketemu." perintah Leo


Anak buah Leo mulai berpencar dan mencari barang yang diinginkan tuannya. Dan saat itu pula, Robert datang dan terkejut melihat pintu rumahnya yang hancur.


Robert berusaha kabur karena dia mengira jika yang datang berkunjung adalah rentenir yang ingin menagih hutangnya. Tapi sayang, satu timah panas berhasil bersarang di kakinya.


"Akh..." teriak Robert kesakitan.


"Bawa pria itu kemari!!" titah Leo


Anak buah Leo menyeret paksa Robert dan mendorong nya tepat di hadapan Leo.


"Benda itu tidak ada di manapun Bos." seru salah satu anak buah Leo


"Apa kalian sudah mencarinya dengan teliti?"

__ADS_1


"Sudah Bos."


Leo menggeram kesal. Dia menatap tajam Robert dan mengarahkan senjata ke pelipis pria berkepala plontos itu.


"Katakan!! Dimana kau menyimpan Chip milikku?" bentak Leo


"Chip apa maksudmu? Aku sama sekali tidak mengerti. Bahkan aku tidak mengenalmu." serius Robert


"Kau tidak mengenalku? Tapi sepertinya putrimu mengenalku. Mungkin aku kan memberimu petunjuk. Tiga tahun yang lalu seorang wanita mencuri berlian The Heart Light milikku."


Deg


Jully menatap Robert yang mematung. Kini yang dia takutkan terjadi. Salah satu korban Kate datang dan membalas dendam. Tapi ada hal yang tidak Jully mengerti. Kenapa pria itu mencari sebuah Chip? Bukankah Kate hanya mencuri berlian saja?


"Melihat mimik wajahmu, aku yakin kau tahu sesuatu. Putrimu tidak hanya mencuri berlian milikku tapi dia juga mengambil Chip milikku yang menyimpan data penting. Jadi sekarang, katakan!! Dimana kau menyimpannya?"


"A_aku benar-benar tidak tahu. Sungguh. Kate memang mencuri berlian. Tapi dia tidak pernah mengatakan padaku tentang benda yang kau cari."


"Jangan berbohong!!"


Leo memukul keras wajah Robert.


"Akh..." teriak Robert


"Cepat katakan dimana kau menyimpannya?" bentak Leo


Jully hanya bisa menangis. Tidak hanya dirinya, tapi hidup Kate juga dalam bahaya. Dia yakin setelah ini, pria itu akan mencari Kate dan melakukan hal yang sama pada putrinya.


"Cepat katakan, sialan!!!"


"A_aku benar-benar tidak tahu tuan. Sungguh." seru Robert.


"Begitu ya, baiklah." Leo memberi kode pada anak buahnya untuk memberi pelajaran pada pria itu.

__ADS_1


"A_apa mau kalian? Aku sudah mengatakan yang sebenarnya. Aku sama sekali tidak tahu. Arrgghh..." Robert berteriak saat anak buah Leo menghajarnya.


Jully hanya bisa menangis. Dia tidak tahu harus berbuat apa.


"Tolong hentikan!! Jangan pukul dia lagi. Hiks hiks..." lirih Jully dalam tangis nya.


"Aku tidak akan berhenti sebelum kalian mengatakan di mana kalian menyimpan Chip milikku." seru Leo


"Tapi Tuan, selama ini dia hanya menyuruh Kate untuk mencuri berlian. Bukan yang lainnya. Bahkan kami dari kalangan orang awam. Jika Kate benar-benar mengambilnya, dia pasti sudah lama membuangnya." seru Jully


Leo menatap tajam mendengar ucapan Jully. Membuangnya? Cih.. itu tidak mungkin. Leo mengangkat tangannya dan anak buahnya berhenti memukul Robert.


"Hubungi putri mu dan minta dia untuk datang kemari!!" perintah Leo


deg


Itu tidak mungkin Jully lakukan. Dia tidak mungkin membuat Kate dalam bahaya. Jadi dia memilih untuk diam


plak


"Argh.." Jully tersungkur karena pukulan dari Leo. Pria itu sudah kehabisan kesabaran. Dia mengarahkan senjatanya pada Jully dan bersiap untuk menembaknya.


"Tu_tunggu!! A_aku akan menghubungi Kate." lirih Robert.


Jully menggelengkan kepalanya. Dia menangis karena tidak bisa berbuat apa-apa.


Leo memberikan ponselnya pada Robert dan meminta pria itu untuk menghubungi Kate. Tapi sayangnya, Robert lupa jika Kate tidak membawa ponselnya. Alhasil saat Robert menelepon nomor Kate, dering ponsel wanita itu terdengar di sana.


"Ma_maaf. Aku lupa jika dia tidak boleh membawa ponsel saat bekerja." seru Robert


Leo mendengus. Tidak ada cara lain. Dia menekan kontak milik Steven dan memberikannya pada Robert. Dia yakin jika wanita itu sekarang bersama dengan Steven.


Setelah beberapa kali nada tersambung, akhirnya Steven mengangkat teleponnya.

__ADS_1


"To_tolong." ucap Robert.


Leo merebut ponselnya dan berbicara dengan Steven. "Serahkan wanita itu dan juga Jenny. Jika tidak, kedua orang tua wanita itu akan mati di tanganku." Leo memutuskan sambungan telepon secara sepihak. Dia memerintahkan anak buahnya untuk membawa Robert dan Jully ke markas. Dia kan menjadikan mereka sandera untuk memancing Kate datang dan menukar nya dengan Chip dan juga Jennifer.


__ADS_2