
James berhasil masuk dan terus menembaki musuh. Dia melihat Kate yang bergelantungan di tangga dan melihat musuh membidik Kate.
"Gawat!!" James mengarahkan senjatanya pada musuh, tapi diluar dugaan, Kate berhasil melumpuhkan musuh dengan melempar belati tepat sasaran.
"Wow." James merasa kagum dengan keahlian Kate. Dia terus mengamati Kate yang berhasil naik ke lantai dua. Dia yakin jika wanita itu ingin mencari ibunya di sana.
"Oke, aku akan menyusul mu, Nona." James berlari dan berguling menghindari tembakan. Dia bersembunyi di balik pilar dan membidik musuh. Tapi sayangnya pelurunya habis.
"Sial!!" James melihat musuh semakin mendekat. Dia melempar pistolnya tepat mengenai wajah musuh. Dia berlari dan menendang dada musuhnya hingga tersungkur dan merebut senjata musuh. Dia membidik semua anak buah Leo yang ada di sana.
James melihat kelantai atas dan Kate sudah tidak terlihat. Dia berlari melalui tangga untuk menyusul Kate dan sesekali menembaki anak buah Leon yang menghalanginya.
"Ck... Sebenarnya, berapa banyak anak buah Leo? Kenapa tidak ada habis-habisnya?" gerutu James. Dia mencari keberadaan Kate dan melihat wanita itu terpojok. "Gawat!!" James bersembunyi dan siap membidik ketiga musuh yang menodongkan senjata pada Kate. Tapi lagi-lagi dia dibuat tertegun dengan aksi heroik wanita itu.
Dengan secepat kilat, Kate berhasil melumpuhkan ketiganya. Benar-benar wanita tangguh. Sepertinya dia salah menilai Kate. Setelah ini, dia tidak akan berani lagi melawan wanita itu.
James mengikuti Kate yang masuk ke sebuah ruangan. Sangat luas dan berantakan. Samar-samar, James mendengar suara Kate dan mengikuti arah sumber suara tersebut.
"Pergilah Kate!! Tempat ini tidak aman untukmu."
"Apa maksudmu, mom? Aku datang untuk menyelamatkan mu."
__ADS_1
"Jully benar, Kate. Pergilah!! Jika tidak, kita akan mati terkubur di tempat terkutuk ini."
"Apa maksud mu?"
"Nona!!" James mendekati Kate yang mematung. "Ada apa, Nona?" tanya James
"Li_lihat itu James!!" Kate menunjuk kebawah dimana sebuah ranjau berada tepat dibawah kaki Jully.
"Oh shiiit!!!" umpat James
"Maaf membuat kalian terkejut. Tapi tidak hanya itu. Di tubuh kamipun diberi bom waktu." seru Robert yang membuka bajunya memperlihatkan bom yang menempel di dadanya.
"Oh my God!!" pekik Kate
"A_apa yang mommy katakan? Aku tidak akan pergi tanpa Mommy. Aku datang untuk menyelamatkan mommy. Jadi, tenang saja, kita pasti akan selamat." seru Kate
"Tapi Kate.....
"Sstt.. Diam!! Dan biarkan kami berfikir untuk mencari cara." sela Kate. Dia menatap James yang berusaha menghentikan bom di tubuh Robert
"Bagaimana James?" tanya Kate
__ADS_1
"Mereka sangat licik. Di potong yang manapun, bom ini akan tetap meledak." seru James
"A_apa? Lalu bagaimana sekarang?" tanya Kate frustasi
"Tenang Nona!! Kita bisa membekukan baterainya." James mengambil peralatan yang di bawanya. Salah satunya penyemprotan yang bisa membekukan beda dengan cepat. Dia mencoba menyemprotkan nya pada bom yang menempel di tubuh Robert. Dan berhasil.
"Be_berhenti!! Waktu nya berhenti." seru Robert.
"Sekarang punya mommy." Kate melakukan hal yang sama pada bom yang menempel di tubuh Jully. Dan berhasil. Dia membantu melepaskan bom di tubuh Jully.
"Baiklah, sekarang tinggal ranjau ini." Kate menatap ranjau di bawah kaki Jully. Jika Jully mengangkat kakinya, ranjau itu akan meledak.
"Sepertinya ini sulit." seru James
"Jadi semua sia-sia ya. Kita tetap akan mati." ucap Robert
"Apa kau sadar apa yang kau katakan, hah? semua ini terjadi karena salahmu. Kau membawa Kate masuk ke dunia hitam. Jadi inilah yang kita dapatkan. Jadi jangan pernah mengeluh karena kesalahan mu sendiri." Jully meluapkan semua kekesalannya pada Robert. Dia benar-benar menyesal. Andai waktu bisa di ulang, dia tidak akan menerima lamaran Robert waktu itu.
"Sudahlah mom!! Semua sudah terjadi, jadi percuma menyesalinya." seru Kate
"Maafkan Mommy, sayang. Maafkan Mommy. Kau satu-satunya harta Mommy dan mommy berharap kau bisa hidup bahagia. Jadi sekarang, pergilah nak!! Tinggalkan kami!!" Isak Jully
__ADS_1
"Tidak Mom.. Aku tidak akan melakukan hal itu." seru Kate. Dia menatap James yang terdiam dan berkata, "Pasti ada cara kan James?"
"Ada satu cara. Tapi ...