Pencuri Cantik Milik CEO Arogan

Pencuri Cantik Milik CEO Arogan
Bab 34 : Hukuman Lagi


__ADS_3

Kate merasa kakinya sudah membaik. Dia memutuskan untuk keluar kamar karena dia harus menjalankan rencananya untuk membuat Steven bertekuk lutut di hadapannya. Dia akan membuat pria itu jatuh cinta pada nya dan berpaling dari si Annabelle dengan begitu dia yakin Annabelle akan di hempaskan dari kehidupannya. Ide yang bagus bukan?


Tapi sepertinya Kate melupakan sesuatu. Jika rencananya berhasil bukankah dia semakin sulit untuk lepas dari Steven? Tapi lain ceritanya jika mereka saling mencintai.


Kate berdiri dan berjalan pelan. Dia berharap Annabelle sudah pergi jadi dia bisa leluasa menjalankan rencananya. Tapi baru saja dia membuka pintu, Jennifer sudah berdiri tepat di hadapannya.


"Oh my God!!" pekik Kate. "


"Apa yang kau lakukan disini? Mengagetkan saja." gerutu Kate


"Aku mau tanya. Apa ini?" Jennifer mengangkat tangan Kate dan memperlihatkan gelang di tangannya.


"Apa kau buta? Kau tidak tahu apa ini?" ledek Kate


"Ck... Aku tahu ini gelang. Tapi kenapa kau bisa memakai gelang seperti ini? Apa kau mencurinya?" tuduh Jennifer


Kate melebarkan kedua matanya. Dia memang seorang pencuri tapi saat ia di tuduh melakukan sesuatu yang tidak dia lakukan membuatnya geram. Apalagi yang menuduhnya adalah wanita yang penampilannya seperti Annabelle.


"Hei.. Jangan bicara sembarangan!! Aku tidak mencurinya. Tapi Tuan Steven yang memberikannya padaku." sangkal Kate


"Apa? Memberikannya? Tidak mungkin Steven memberi gelang seperti ini pada orang sepertimu. Apa kau tidak tahu jika di gelang ini ada berlian yang sangat berharga?"


"Sial.. Ternyata Annabelle menyadari jika gelang ini ada berliannya. Jika begini, dia pasti akan memaksaku untuk melepasnya. Huft... Kenapa aku tidak rela?" batin Kate


"Kau masih mau mengelak, hm?" Jennifer menarik tangan Kate dan mencoba melepaskan gelang di tangan Kate.


"Aw... Apa yang kau lakukan, sialan?" teriak Kate.


"Aku akan melepas gelang ini dari tanganmu." Jennifer terus mencoba melepaskan gelang itu. Bahkan dia mengabaikan teriakan Kate yang kesakitan.


"Lepaskan, sialan!!" Kate memukul tengkuk Jennifer hingga membuat wanita itu tidak sadarkan diri.


"Aw..." Kate memegang tangannya yang merah. Gelang ini benar-benar gelang pengikat nyawa. Semakin di paksa, tangannya semakin sakit. Dan mungkin dia bisa kehilangan nyawanya.

__ADS_1


Kate mendengus melihat Jennifer yang tergeletak di lantai. Dia tidak perduli lagi jika nanti Steven akan memarahinya ataupun menghukumnya. Dia berkacak pinggang dan menendang pelan tubuh Jennifer dengan bibir yang terus mengumpat.


Kate tidak sadar jika seseorang memperhatikan pertengkarannya dengan Jennifer. Dia adalah Steven.


Steven memijat pangkal hidung nya melihat Jennifer yang terus membuat ulah. Bahkan dia melepas paksa gelang yang ada di tangan Kate. Pasti tangan wanita itu sakit saat ini.


"Urus wanita itu dan suruh Kate kemari." titah Steven


"Baik Tuan." James membungkuk dan keluar dari ruang kerja Steven. Dia tersenyum samar mendengar perintah Steven. Dia semakin yakin jika Tuannya mempunyai perasaan pada Kate Berley. Buktinya dia di minta menyingkirkan Annabelle. Hah... Dia jadi tertular Kate.. Tapi sebutan itu memang cocok untuk wanita seperti Jennifer.


James yang diikuti dua anak buahnya mendekati Kate yang masih menggerutu tidak jelas. Dia berdehem dan membuat wanita itu berhenti mengumpat dan menatap kearahnya.


"Apa? Kau ingin membelanya?" sentak Kate


James mengangkat kedua alisnya. Bagaimana mungkin dia membela si Annabelle jika dia sendiri mendukung Kate dan Steven.


"Ekhm.. Bawa Annabelle, Eh.. maksud ku Nona Jennifer pergi." titah James pada kedua anak buahnya.


"Baik." Kedua anak buah James terlihat bingung saat akan mengangkat Jennifer. Karena mau bagaimanapun asetnya akan terlihat jika mereka mengangkat nya. Mereka takut jika nanti Tuan mereka akan marah.


"Pakai ini untuk menutupi Rawa-rawa nya." seru Kate.


Kedua anak buah James paham apa yang di maksud Kate. Tapi tidak dengan James. Dia nampak berfikir apa itu rawa-rawa? Tapi melihat anak buahnya menerima selimut pemberian Kate dan membungkus Jennifer menggunakan Selimut membuat nya tahu. Seperti nya dia harus belajar tentang wanita. Tapi sayangnya dia tidak mempunyai waktu untuk itu.


"Tuan Steven ingin kau ke ruang Kerjanya." seru James


"A_apa? Tapi untuk apa?"


"Tuan tahu apa yang kau lakukan. Jadi, mungkin kau akan menerima hukuman lebih berat. Selamat berjuang." James meninggalkan Kate yang masih diam mematung.


"A_apa? Di hukum lagi? Lebih berat?" batin Kate.


...****************...

__ADS_1


Tok Tok Tok


"Masuk!!" seru Steven dari dalam ruangan.


Cklek


Kate menyembulkan kepalanya. Dia menatap Steven yang terlihat serius dan berkas di tangannya


"Sampai kapan kau akan berada di sana? Masuk dan tutup kembali pintu nya!!" seru Steven.


Kate menelan ludahnya kasar. dia masuk perlahan dan menutup kembali pintunya.


"Kemari!!" titah Steven.


Kate mendekat dan kepala yang menunduk. Bukan dia takut tapi dia memikirkan kira-kira hukuman apa yang akan di dapatkan kali ini. Tidak mungkin dia akan menciumnya lagi bukan?


Tidak!! Itu tidak mungkin. Karena kesalahannya kali ini sangat fatal.


"Apa kau sedang cosplay menjadi siput? Kenapa lama sekali?" Steven menarik tangan Kate hingga jatuh ke pangkuannya.


"Kyaaa.."pekik Kate


"Apa sakit?" tanya Steven


"A_apa?"


Steven memegang tangan Kate yang memar dan menciumnya. "Ini pasti sangat sakit, bukan?"


"Jika kau tahu, cepat lepaskan gelang ini!!"


Steven berdecak. Dia mengambil obat dan mengoleskan nya di tangan Kate. Dia tidak ingin Kate pergi darinya. Untuk itu dia mengikat Kate untuk tetap di samping nya. Jadi tidak mungkin.dia melepas itu begitu saja.


"Siap menerima hukuman mu, baby."

__ADS_1


deg


__ADS_2